Trauma

Pria ini mengalami trauma setiap kali menjelang tidur. Ia selalu khawatir di bawah tempat tidurnya ada makhluk yang menyeramkan. Hampir setiap malam ia susah tidur. Akibatnya, siang hari ia mudah letih dan staminanya tidak terlalu prima. Wajahnyapun terlihat kuyu dan lesu.

Akhirnya ia berkonsultasi kepada seorang ahli yang bisa menyembuhkan trauma, seorang konsultan hypnoterapi. Anehnya, setelah berbulan-bulan berbagai metode dan cara dilakukan tidak juga menunjukkan hasil. Pria ini masih saja susah tidur bahkan semakin hari semakin parah. Akhirnya, dia menyerah dan berhenti berobat.

Selang beberapa bulan kemudian, si konsultan hypnoterapi berjumpa dengannya di sebuah pusat perbelanjaan. Surprise! Mantan pasiennya ini tampak ceria, wajahnya juga cerah dan penuh semangat. Sang konsultan pun bertanya, “Kamu kelihatan hebat, bagaimana dengan traumanya, sudah sembuh?” Dengan cepat dia menjawab, “Sudah pak, sekarang saya sudah bisa tidur nyenyak.”

Sang konsultan bertanya lagi, “Apakah kamu menggunakan metoda yang saya ajarkan?”

“Tidak sama sekali. saya berkonsultasi dengan bapak saya dari kampung. Tidak perlu berkonsultasi berbulan-bulan, satu kali berkonsultasi langsung sembuh,” jawabnya mantap.

“Penyakit trauma kamu sudah akut tidak mungkin satu kali terapi sembuh,” balas sang ahli hypnoterapi.

Sambil tersenyum mantan pasiennya itu menjawab, “Buktinya saya sembuh, pak.”

“Jadi, ketika saya mengeluh bahwa saya trauma setiap kali mau tidur, bapak saya bertanya, memangnya apa yang kamu keluhankan? Sayapun menjelaskan bahwa saya selalu merasa seolah-olah ada makhluk mengerikan di kolong tempat tidur. Mendengar penjelasan tersebut tanpa berkata-kata beliau langsung masuk kamar saya dan memotong kayu kaki tempat tidur. Sekarang tempat tidur saya menempel di lantai. Sejak saat itulah saya bisa tidur nyenyak…”

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter: @jamilazzaini

Bagikan:

24 thoughts on “Trauma”

  1. yasya asgar says:

    KEREN, solusi sederhana dengan hasil yg hebat, kernanya jangan abaikan pendapat orang tua meskipun orang kampung dan berpikir sederhana.

  2. mustika yanti says:

    Hahaaaaa. Asli ketiwi. . .Sederhana bgt solusinya tapi tepat sasaran

  3. Adhi Kurniawan says:

    Wow… Penyelesaian sederhana dgn think out of the box…

  4. Nikke says:

    wkkwkk ๐Ÿ˜€

  5. Wieds says:

    Hihiii…
    Kalau yg di atas kolong gmn kek?hehee

  6. Juwita_Hsu says:

    Pola pikir yg kompleks akn mnciptakan cara yg ribet jg,jd sbaiknya simple2 j ๐Ÿ™‚

  7. Ano says:

    kadang yg pinter yg buat yg sederhana jd rumit.
    Salam sukses mulia

  8. erieka says:

    Ahahaha printer. Sederhana sekali. Good!

  9. adi setiadi says:

    sederhana tapi memberikan solusi yang menark..trimsak..

  10. feishol says:

    subhanalloh…simple, effective

  11. Rachmat says:

    Cerdas…
    (ร‹โ€  รขล’ยฃร‹โ€ )

  12. aannoe says:

    lucu…lucu…. ๐Ÿ˜€

  13. akhnurhadi says:

    sama ketika ditanya, Bagimana memasukkan gajah ke dalam Kulkas?

    orang yang berpikir terlalu komplek justru akan kebingungan, bagaimana seekor gajah bisa masuk ke dalam kulkas. Padahal cuma ditanya bagaimana cara memasukkan gajah ke dalam kulkas.

    dengan pola pikir sederhana, mudah saja cara memasukkan gajah dalam kulkas. “buka saja pintu kulkas, masukkan gajahnya”

    beres kan…?

    sederhanalah dalam berpikir, makan akan kita temukan keajaiban yang tak pernah kita kira…

  14. IchsanM says:

    emang karena serba diada2kan,sgalanya jd sulit.padahal berpikir sederhana saja ya..haha

  15. ali says:

    hahaha… Bapaknya pinter banget..

  16. jrg akmal says:

    berfikir…..tanpa berfikir. kebiasaan yg bisa dilatih #buku blink#

  17. Sumpah ane ketawa ketiwi,,, great idea

  18. @em444n says:

    Awalnya sulit ngebayangin, karena sehari2 tidur lesehan, eh ndilalah solusinya ternyata tidur lesehan,….

    Cerdas.

  19. Anggit Setyaningsih says:

    Simpel & cerdas ^.^

  20. Solusi yang cerdas tidak selalu harus ribet,
    Buktinya solusi bapak dari kampung ini cerdas dan simple.

    terima kasih kek.

  21. ali suaidi says:

    Perilaku dan cara berpikir sederhana menjadi semakin langka bagaikan makhluk terasing, yang hanya milik orang2 yg tinggal di pucuk gunung yang masih alami. Memberi salam meskipun tidak kenal ketika berjumpa di pematang sawah dengan senyum yang tulus dan jabat tangan yang hangat. Tanpa prasangka. Begitu indah rasanya. Kicau burung dan gemericik angin menjadi musik merdu dan syahdu.

Leave a Reply

Your email address will not be published.