Bukan Hanya Dirimu

Saya pernah membaca sebuah cerita menarik. Disebutkan dalam cerita tersebut seorang pemimpin pasukan perang duduk beristirahat di atas tanah. Tanpa sengaja ia menduduki seekor semut yang bersarang tidak jauh dari situ.

Merasa dirinya terganggu oleh manusia, sang semut melakukan perlawanan dengan cara menggigit. Ia menggigit pemimpin pasukan perang itu dengan mengerahkan segenap kekuatannya.

Digigit sedemikian kerasnya, pemimpin pasukan perang itu merasa kesakitan. Sebagai respon atas gigitan semut, ia memerintahkan pasukannya untuk membakar sarang semut yang berada di dekatnya. Walhasil, seluruh semut yang tinggal di sarang mati terbakar. Ya, akibat ulah seekor semut menyebabkan kematian ribuan semut lainnya.

Pelajaran penting dari cerita tersebut adalah, jangan pernah Anda berpikir bahwa apapun yang Anda lakukan berdampak hanya terhadap diri Anda sendiri. Perbuatan Anda bisa membawa akibat kepada orang tua Anda, saudara Anda, istri dan mertua Anda  juga sahabat dekat Anda. Sungguh ia seorang yang picik dan berjiwa kerdil bila menganggap perbuatannya hanya berdampak pada dirinya.

Tak ada kejadian yang hanya berdampak tunggal di dunia ini. Semua saling terkait, semua saling terhubung.  Saat seseorang memutuskan membawa uang hasil korupsi ke rumahnya dan memberi makan keluarganya dengan uang itu maka hal-hal negatif mulai akan datang ke rumah itu. Karena perilaku anggota keluarga mulai negatif maka keharmonisan rumah tanggapun mulai terusik.  Saat keharmonisan keluarga terusik maka mereka akan mencari pelampiasan dengan cara-cara yang negatif dan merusak saat berada di luar rumah.

Apalagi bila kemudian si pelaku korupsi itu terjerat hukum. Yang menanggung malu bukan hanya diri dan keluarganya.  Saya yakin orang tuanya yang telah melahirkan dirinyapun malu dan terpukul. Kepercayaan diri orang tua dan saudara-saudaranya jatuh, bukan tidak mungkin mereka akan enggan serta malu bila bertemu dengan orang lain. Harga diri merosot, prestasi apalagi.

Begitu pula sebaliknya, saat Anda mampu berprestasi di profesi yang Anda tekuni dampaknya akan dirasakan bukan hanya oleh Anda.  Istri Anda akan bangga telah menikahi Anda. Putra-putri Anda akan percaya diri saat bergaul dengan teman sebayanya. Komunitas Anda akan bangga memiliki anggota seperti Anda.  Begitupun orang tua Anda akan membanggakan Anda saat mereka berjumpa dengan sahabat-sahabatnya.

Pikirkanlah masak-masak sebelum berbuat sesuatu, karena dampaknya bukan hanya menimpa diri Anda…

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter: @jamilazzaini

Bagikan:

14 thoughts on “Bukan Hanya Dirimu”

  1. Nova says:

    Betul Kek JA,,

    Saya sangat Setuju,,,
    Hati-hatilah dalam berbuat,,

    Terima kasih Nasehat nya,,
    Kek JA memang Guru saya,,

    Boleh kan saya jadi murid Kek JA,, hehehe

    Salam SuksesMulia

    Nova
    JayaBerkah

  2. abyan says:

    Subhanalloh…Dalam bahasa jawa “Memayu Hayuning Bawana, Ambrasta dur Hangkara…”
    Manusia hidup di dunia harus mengusahakan keselamatan, kebahagiaan dan kesejahteraan; serta memberantas sifat angkara murka, serakah dan tamak….seringkali kita berpikir pendek dan terbawa emosi sesaat, tetapi berdampak panjang dan menyesatkan…Menu sarapan pagi yang menyejukkan sekali…jzklh Pak Jamil…

  3. yuliani says:

    Diri ini diciptakan dg sempurna oleh Allah, alhamdulilah tetapi pg ini lebih disempurnakan lg dg nasehat bapak, mg makin menguatkan langkah qt yang membaca serta memahami..mohon ijin disarikan kembali pak,salam terbaik u bpk d kel

  4. Anggit Setyaningsih says:

    Terharu baca tulisan ini..
    Takut kl perbuatan2 yg aku lakukan mengecewakan org tua krn trkadang tanpa ijin.. 🙁

  5. Saya ingat betul yang dikatakan Mas Prie GS “Apapun dikatakan Mas Jamil, intu Inspirasi”

    Dan memang betul, semua tulisannya Pak Jamil selalu menginspirasi pembaca, khususnya saya untuk selalu menjadi lebih baik.
    Terima kasih guru, atas segala Inspirasinya.

    “Everything is connected”
    itulah presupposisi untuk tulisan Gurunda hari ini.
    jadi ingat istilah “Butterfly Effect” yang ditulis dalam bukunya Pak Jamil “Makelar Rezeki”, bahwa sekepak kepakan kupu-kupu bisa mengakibatkan Tornado, badai yang dahsyat dibelahan dunia lain.

    Salam SuksesMulia

    Sent via: http://brainmindtohappiness.wordpress.com/2012/04/10/ubah-kepercayaan/

  6. Selalu mendapat pencerahan setiap pagi setiap kali berkunjung ke laman yg luar biasa ini. gomapseumnida Pak… 🙂

    via : http://www.saafiasaffanah.com/2012/03/suksesmulia-part-2-asah-pilihan.html

  7. Emir says:

    Hey,

    Very great insight..

    Bagus pak Jamil, membuat kita berpikir bahwa hidup tidak hanya sendiri, hidup bersosialisasi dan saling bermanfaat untuk orang lain.

    Saya percaya ketika kita melakukan suatu hal maka akan ada balasannya. Hukum keseimbangan alam.

    Coba lihat-lihat blog saya pak Jamil di http://www.emirzakiar.blogspot.com
    berisi tentang kebahagiaan dan komunikasi.

    Have A Happy Day
    -EZ

  8. Mekoh says:

    Terima Kasih Pak Jamil tulisannya hari ini.

    Saya sering khilaf melakukan sesuatu yang bisa berdampak buruk tidak saja kepada diri saya, tetapi juga kepada anak-istri saya, bahkan ayah-ibu saya.

    Saya akan berubah mulai sekarang.

    Terima kasih telah mengingatkan saya.

    Rgd’s

    @mekoh1268

  9. awal hasan says:

    Betul sekali Kek. Selalu tebar kebaikan di kehidupan kita.

  10. Rifqi says:

    Begitu juga ketika kita dijalan raya, kelalaian kita dalam mengendarai kendaraan tidak hanya membahayakan diri kita, tapi juga membahayakan para pengguna jalan raya yang ada disekitar kita.

  11. yasya asgar says:

    jazakallah khoeron kasyiro, semoga de jamil sekeluarga makin SUKSES MULIA. Aamiin ya robbal aalamin.

  12. erickazof says:

    Salam kek!
    Wah telat saya bacanya..tpi Alhmdulillah masih diberi umur sama Tuhan untuk bisa baca tulisan ini.. 🙂

  13. zaky says:

    Shodaktum…terima kasih atas inspirasinya.

  14. pipiet utari says:

    Subhanalloh….inspirasi pagi di awal pekan 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published.