Pembelajaran Generasi 3.0

Pembelajaran-Generasi-3-0.jpg

Setelah sehari-sehari sibuk memimpin Kubik Leadership, dua hari kemarin saya mengintip kegiatan Akademi Trainer. Hari Sabtu saya menghadiri pertemuan Ikatan Alumni Akademi Trainer (IKAAT) dan hari Minggu-nya hadir seharian diacara Associate Camp di Gedung Elnusa. Akademi Trainer (AT) adalah institusi pengembangan SDM yang fokus pada peningkatan kemampuan berbicara, Speak To Change. AT saat ini dipimpin oleh Sofie Beatrix.

Dari 42 trainer terpilih yang hadir di acara Assosiate Camp AT semua mengaku murid saya, padahal yang tepat mereka semua adalah guru saya. Merekalah yang menyadarkan saya tentang pentingnya value, respon, spiritual, coaching, sales, perencanaan keuangan, bisnis, lingkungan, cost down, keindahan slide, project management, decision making, kepedulian, perubahan, kesehatan, dan lain sebagainya. Di era sekarang, setiap orang adalah guru karena memang setiap orang memiliki ciri khas dan sumber daya masing-masing.

Ternyata memang dunia pembelajaran sudah sangat berubah. Keyakinan saya semakin menguat setelah mas Surya Kresnanda yang juga alumni AT sharing kepada semua peserta bahwa ada 3 generasi pembelajaran. Generasi pertama, seorang pembelajar mencari guru untuk kepentingannya. Boleh jadi mereka berjalan jauh dan kemudian menginap di rumah sang guru untuk mendapatkan ilmu.

Beberapa Associate Trainer  yang mendapatkan apresiasi karena kontribusinya untuk terus berbagi ilmu

Beberapa Associate Trainer yang mendapatkan apresiasi karena kontribusinya untuk terus berbagi ilmu

Generasi kedua dimulai saat transportasi umum sudah menjamur, banyak orang dengan berbagai kendaraan mendatangi guru mereka di satu tempat. Munculah sekolah, training-training dan pembelajaran formal lainnya. Sumber ilmunya tunggal yaitu sang guru.

Generasi ketiga adalah saat proses pembelajaran dan ilmu tidak hanya bersumber pada satu guru, tetapi semua orang memiliki sumber daya sehingga semua layak menjadi guru. Kondisi ini semakin kondusif setelah era teknologi informasi berkembang sangat cepat. Hampir semua orang bisa mendapatkan ilmu lewat smart phone di tangannya. Proses pembelajaranpun berubah tidak bisa menggunakan metode generasi pertama dan generasi kedua.

Saya bersyukur berada di lingkungan yang semua orang merasa murid namun sejatinya mereka semua adalah guru. Ilmu saling mengalir dan saling melengkapi sehingga menjauhkan kami dari rasa sombong dan angkuh. Kami semua adalah pembelajar dan gurunya adalah semua orang di sekitar kami. Di era sekarang, sudah tidak ada tempat bagi mereka yang merasa pintar sendiri dan enggan belajar dengan sesama. Era sekarang adalah era pembelajaran generasi 3.0.

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? FOLLOW saya di twitter: @jamilazzaini. Atau, LIKE saya di facebook

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published.