Bersyukur Produktif

Share this
  • 184
  • 2
  •  
  •  
  •  
    186
    Shares

Saya termasuk orang yang gampang “penasaran.” Saat guru saya berkata bahwa sedekah dengan menggunakan harta terbaik bisa melipatgandakan rezeki, saya penasaran : “benarkah?” Maka untuk membuktikan kepenasaran itu, pada pertengahan tahun 2005, saya mempraktekkan atau melakukan perkataan guru saya tersebut. Hasilnya?

Hampir setiap pekan saya diundang menjadi nara sumber di beberapa TV nasional, buku pertama saya, Kubik Leadership, langsung best seller, punya bisnis baru yang hingga sekarang masih eksis, diundang roadshow keliling ke belasan negara, diberangkatkan haji dengan ONH Plus, dan yang terpenting hidup saya semakin selaras antara visi, aksi, passion dan profesi yang saya tekuni. Alhamdulillah.

Berbagai bentuk penasaran lain sering bermunculan dalam hidup saya. Penasaran saya juga muncul saat Prof. Richard Wiseman (Hertfordshire University, UK) menyatakan bahwa rasa syukur itu bisa mendatangkan banyak keberuntungan. Hal ini sejalan dengan ajaran agama saya, Islam, bahwa dengan bersyukur nikmat yang diberikan Allah swt kepada kita akan bertambah besar.

Rasa penasaran itu akhirnya saya tuangkan dalam bentuk tindakan nyata, setiap hari saya membuat jurnal syukur. Saya punya buku tulis khusus yang saya gunakan untuk menuliskan sedikitnya tiga hal yang saya syukuri pada hari itu. Pada malam hari, saya merenung sejenak tentang berbagai kenikmatan atau kejadian yang patut saya syukuri pada hari itu.

Dari berbagai pilihan itu, saya pilih tiga hal terbesar yang sangat layak untuk disyukuri, tiga hal itu kemudian saya tuliskan di buku Jurnal Syukur milik saya. Hasilnya? Luar biasa, berbagai kenikmatan yang saya peroleh terlalu panjang untuk dituliskan di tulisan ini.  Saya hanya bisa berucap “Terima kasih ya Allah, nikmat dari-Mu tiada sanggup hamba menghitungnya.”

Ya, membuat jurnal syukur dampaknya sangat besar bagi kehidupan saya. Namun setelah saya renungkan, jurnal syukur dampaknya hanya bisa saya rasakan secara pribadi, ini egois. Ini tidak mencerminkan kehidupan SuksesMulia.  Rasa syukur kita seyogyanya juga memberi manfaat untuk orang lain. 

Saya pun melakukan ekspirimen (percobaan) agar rasa syukur itu manfaatnya meluas. Hingga kini, setiap malam saya masih menuliskan tradisi membuat jurnal syukur. Setelah saya menulis tiga hal yang patut disyukuri di buku jurnal syukur tersebut, saya menambahkan empat kegiatan lagi.

Pertama, saya pilih satu dari tiga hal yang patut disyukuri untuk kemudian saya tulis di post it.

Kedua, Setelah itu, post it tersebut saya gulung dengan menyelipkan uang di dalamnya. Besarnya? Tergantung uang yang ada di dompet saya, bisa 5.000, 10.000, 20.000, 50.000 atau 100.000.

Ketiga, setelah 40 hari, saya buka gulungan tersebut untuk kemudian saya baca ulang hal-hal yang patut saya syukuri. Sementara uangnya saya kumpulkan dalam tempat tertentu.

Keempat, uang yang terkumpul selama 40 hari tersebut, diniatkan karena Allah swt untuk disumbangkan kepada mereka yang membutuhkan.

Hasilnya? Anda perlu mencoba sendiri agar bisa merasakannya.

Siap mencoba?

Salam SuksesMulia

Jamil Azzaini

CEO Kubik Leadership

Founder Akademi Trainer

Founder Kampoong Hening


Share this
  • 184
  • 2
  •  
  •  
  •  
    186
    Shares

2 comments On Bersyukur Produktif

  • Tito Antonio Assis

    sy bersyukur karena susah dapat ilmu yg baru tentang bersyukur apa yg kita dapatkan dari usaha setiap hari
    dgn ini sy dapat ilmu dari pa jamilazzaini
    1. doa proposal itu sy sudah cobah di tahun ini (2020)
    2. bersyukur apa yg kita miliki ini juga saya akan coba lagi
    terima kasih tuhan karena bisa dapat ilmu yg baru lagi dari seorang Eng pertanian yaitu pak jamilazza inspirator sukses Mulia…

  • Terimakasih atas inspirasinya

Leave a reply:

Your email address will not be published.