Galau Kuadrat

Saat mengajukan judul skripsi, teman kuliah saya dimarahi oleh dosen pembimbingnya. Mengapa? Karena judul skripsi yang diajukannya tidak sesuai dengan harapan dan keahlian dosen pembimbing. Dia dianggap tidak menghargai sang dosen.

Apa yang terjadi kemudian? Setelah mendapat amarah itu teman saya tersinggung dan akhirnya mogok mengerjakan skripsi. Dia tak mau bertemu lagi dengan dosen pembimbingnya. Berbagai bujuk rayu saya lakukan tidak membuahkan hasil. Skripsi tak disentuh sedikitpun, akhirnya iapun drop out.

Selesai masalahnya? Tidak.  Teman saya menjadi malu pulang kampung. Ia merasa mengecewakan orang tuanya. Ia tak mau ikut pertemuan keluarga besarnya. Kepercayaan dirinya runtuh. Menurut saya inilah galau kuadrat. Kegalauan yang tidak dituntaskan akan menimbulkan kegalauan baru yang lebih banyak.

Banyak orang menjalani hidup model galau kuadrat ini. Ibarat burung onta, saat ada bahaya yang mengancam, dia menyembunyikan kepalanya dengan tetap menampakkan seluruh bagian tubuhnya kecuali kepala.  Hasilnya, ia binasa dimangsa oleh predatornya.

Ada orang yang galau punya hutang, tetapi penyelesaiannya dengan hutang kepada rentenir yang bunganya jauh lebih besar. Atau, bermain-main dengan memperbanyak penggunaan kartu kredit. Hasilnya? Kekayaannya disita, perusahaannya bangkrut. Inilah akibat galau kuadrat.

Ada pula orang yang problem dengan pasangan hidupnya. Ia curhat dengan teman lawan jenisnya yang juga punya problem rumah tangga. Merasa senasib, akhirnya mereka malah selingkuh. Hasilnya? Rumah tangga berantakan dan intergritasnya diragukan banyak orang. Inilah hasil galau kuadrat.

Agar galau kuadrat tidak mendekat kepada Anda, jangan menghindar dari masalah. Hadapi dan tuntaskan. Saat galau menghampiri Anda, jangan pergi ke tempat-tempat yang justeru menghadirkan kebahagiaan semu. Datangilah orang dan komunitas yang positif. Curhatlah kepada orang yang ahli dan mengadulah kepada Sang Pemilik Semesta, Allah SWT.

Galau kuadrat telah menjerumuskan banyak orang. Galau kuadrat telah menghancurkan kehidupan banyak orang. Galau kuadrat telah membuat banyak orang terjerat dalam lingkaran setan tak berkesudahan.  Saya berharap Anda tak terjebak dalam galau kuadrat kehidupan yang terbukti menyesatkan.  Semoga..

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter: @jamilazzaini

Bagikan:

28 thoughts on “Galau Kuadrat”

  1. awal hasan says:

    Mantap Pak sarapan pagi ini….

  2. mustika yanti says:

    Ya, hanya Allah saja tempat paling nyaman mengungkapkan segala asa, keluh kesah, doa, harapan, dll
    Terima kasih u sllu mengingatkan u dekat terus kepada Allah

  3. ari yulianti says:

    Obat #galau paling mujarab : Baca Quran dan Dzikir…
    Semangat Pagi pak 🙂
    Like this post….

  4. Anggit Setyaningsih says:

    Baca yg awal2 udah bkin nyesek, JLEBB bgt!!
    Hrs sgera selesaikan SKRIPSI! 🙂

  5. Agus edi says:

    Trims pak, mengobati apa yg bergejolak dalam diri saya selama ini. Trims

  6. Wildan Haidar says:

    memang harus curhat sama Sang Pencipta, biar tidak menimbulkan galau yang lainnya, karena
    GALAU itu God Always Listening Always Understanding
    🙂

  7. effa says:

    bacanya langsung berasa ke hati…

    mudah2an @poconggg ga tersinggung…
    hehehehe

  8. boeloek says:

    Tekhnologi kadang belum ‘cukup canggih’ untuk mengeksplor diri setiap insani…kecuali ia punya kelapangan hati dan aqli yang sangat tinggi…itu sebabnya mengapa ‘sosok’ guru tetap dibutuhkan oleh setiap muridnya…karena unsur psikologis tak mampu diwakili o/ makhluk lain manapun didunia ini…kecuali MANUSIA….(makhluk paling SEMPURNA dan amat DICINTAI-NYA)…*bersyukur dan HADAPI-lah*

  9. memez says:

    Seperti biasa, tulisannya langsung menusuk ke hati. terimakasih pak Jamil atas pencerahan pagi ini 🙂

  10. yani says:

    hohohoho galau oh galau…pernah ngalami tuh crita yg pertama…pas baca jd brasa gmanaaaa gitu.. 🙂

  11. Cream Anisa says:

    Semua orang pas ti sudah tau pasti DO IT Now!!! btw kadang untuk melakukan itu yang butuh banyak persiapan :), tulisan penyemangat di pagi hari.. terimakasih banyak pak 😀

  12. glek, jadi inget skripsi..

  13. ola says:

    kalau galau ke pengajian aja.. dijamin gak galau lg.. hehe *pengalaman*

    artinya, dekatkan diri dgn Allah, atau org2/tempat2 yg mendekatkan dgn Allah 🙂

  14. Margono says:

    Terima kasih atas pencerahannya pak!

  15. sendy says:

    Galau… engGa LA yaU…… ceritanya mantabs…….

  16. wahyuning tirto dewi says:

    kalau nga ada galau nga ada seninya pak,,,hanya memang kalau galau kuadrat itu yang bahaya,,,semoga kita selalu dapat mengatasi kegalauan kita dg sll berdekatan diri kepadaNYA,,,terimakasih atas masukan ilmux pak,,,

  17. intan rizky anindita says:

    selamat sore pak jamil…bisa saya tau contact person bpk??
    kebetulan saya dengan club kampus saya ada rencana untuk buat seminar,,tahun lalu seminar kita lebih kepada public speaking…dan kita ada niat untuk bikin seminar inspirasional…

    saya perna ikut acara motivasi yang diadakan di MNC TV dengan Bpk sebagai pembicaranya.

    mungkin bapak bisa membantu kami.

    terima kasih

  18. Hadapi dan Tuntaskan,,,,
    🙂

  19. cendy wira says:

    bener, pak.. seberat2nya masalah harus diselesaikan. apapun resikonya. karena ke depannya akan menentukan bagaimana diri kita dibentuk dari segala permasalahan tersebut.

  20. saya suka galau kalo guru dr pel yg saya suka ga masuk -,-
    co : web desain n desain grafis

  21. Agus says:

    Mantap thanks Pak Jamil atas inspirasinya

  22. Miftach says:

    Pak Jamil,
    Kadang kala kalau curhat kepada Allah SWT atas masalah yang kita hadapi jadi kurang pas hati, Sepertinya rasa mengeluh …dan perasaan ini nampak kurang syukur atas apa yang menimpa kepada kita……dan akan lebih salah lagi kalu ngeluh/curhat kepada manusia, ….kira-kira tuntunannya bagaimana ya?….

    terima kasih
    Miftach

  23. nufus says:

    Izin share pak Jamil..

  24. Ifada says:

    subhanallah, tulisan ini sama seperti masalah yang sedang saya hadapi: GALAU SKRIPSI. alhamdulillah mendapat pencerahan di sini.

  25. @aannoe says:

    kalau punya masalah,mending serahkan ke pegadaian yg bisa menyelesaikan masalah tanpa masalah.kalau seperti yg diceritakan mbah jamil di atas,bisa dikatakan ‘menyelesaikan’ masalah dg menimbulkan masalah yg baru.mari,berpikir dan bertindak secara positif.salam positif. 🙂

  26. aptika says:

    Subhanalloh…

    good… like this…

    ijin share y…

  27. Rian says:

    baru baca sekarang 😀
    Alhamdulillah saya dapat belajar dari sini..lebih baik galau sebentar dan terus berjuang daripada menyerah dan galau selamanya..
    doakan saya dengan kuliah saya pak 😀

  28. Qy says:

    tampilan artikel terbaru kalo diliat di pc ga nampak, tapi kalau di hp nampak

Leave a Reply

Your email address will not be published.