Diremehkan Istri

diremehkan.jpg

Dua pekan lalu, ada yang bertanya kepada saya, “Pak bagaimana caranya saya menyadarkan istri yang sering merendahkan dan tidak nurut sama saya?” Saya pun balik bertanya, “Dari mana Anda tahu bahwa istri Anda merendahkan dan tidak nurut kepada Anda?” Lelaki ini pun menjawab dengan serangkaian cerita yang panjang.

Banyak orang yang hidup dengan mengandalkan perasaan dan persepsi yang belum tentu benar. Parahnya, ada yang menganggap bahwa itu sesuai dengan hati dan nuraninya yang selalu benar. “Hati nurani tak mungkin salah,” begitu dalihnya.

Saat kita direndahkan seyognyanya kita segera introspeksi, bukan sibuk mencari pembenaran dan dukungan dari berbagai kalangan. Karena, boleh jadi, pada hakikatnya kita memang masih rendah. Termasuk saat kita “merasa” direndahkan dan disepelekan oleh istri, segera berbenah dan segera mengambil langkah yang bisa membuat kita “naik kelas”.

Guru kehidupan saya pernah berkata, “Suami itu pemimpin bagi istri. Namanya pemimpin harus punya kelebihan terhadap istri. Minimal kamu harus punya kelebihan dalam tiga hal: penghasilan, ilmu kehidupan dan ibadah rutin yang kamu jalankan. Ingat ya, ini minimal. Semakin banyak kelebihanmu, semakin kuat kepemimpinan kamu.”

Dalam bahasa bisnis, “Buat persaingan tidak relevan dengan produk/jasa sejenis.” Dalam kehidupan rumah tangga, “Tingkatkan terus kualitas diri seorang suami agar menjadi suami idaman dan idola pasangan hidup.”

Sebagai suami, kita tidak perlu sibuk menuntut, “Hargai saya dong, hormati saya dong, jangan bandingkan saya dengan lelaki lain, ngobrol dong kalau mau melakukan sesuatu yang penting.” Saya tahu tidak dihargai, tidak dihormati, dibandingkan dan tidak ajak diskusi oleh istri itu memang boleh jadi menyakitkan.

Namun, saat itu terjadi, sebagai suami kita perlu segera introspeksi diri, “Jangan-jangan memang kita masih rendah dan belum punya banyak kelebihan.”

Segeralah berbenah melakukan sesuatu yang penting dan berpengaruh besar dalam hidup kita. Hidup memang tidak selalu indah. Tetapi ketahuilah, suami yang hebat itu hasil tempaan dari rasa cinta, kasih sayang, ketidaknyamanan dan kesediaan diri untuk terus belajar dan berbenah.

Saya pun masih terus belajar menjadi suami, sama seperti Anda.

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? FOLLOW saya di twitter: @jamilazzaini. Atau, LIKE saya di facebook

Bagikan:

11 thoughts on “Diremehkan Istri”

  1. heri st says:

    Jadi pengen tahu ,guru kehidupan Kek Jamil itu siapa sih ?? Kayaknya orang hebat beliau ini

    1. Jamil Azzaini says:

      Banyak, ada orang tua saya, ada dosen saya, ada ustadz saya, ada sahabat saya, hehehehe

  2. taufik says:

    Pak Jamil,
    Terima kasih reminder nya.

    1. Jamil Azzaini says:

      Sama-sama mas

  3. ali samsudin says:

    benarkah harga menyesuaikan kualitas:) termasuk harga diri

    1. Jamil Azzaini says:

      Boleh jadi mas

  4. VERA HARYANTI says:

    Hiks hiks hiks….gue bangett beh:'( dan sulit sekali mengatasi masalah ini…

    1. Jamil Azzaini says:

      Sabar dan terus cari solusi bu…

  5. Asnawi says:

    Ass. Pak Jamil salam kenal, pak sekali2 bikin training di Baubau Sultra sy pengen ikut training atau seminarnya atau boleh juga jadi EO-nya di Baubau….

    1. Jamil Azzaini says:

      Siap…silakan dikontak cp di website ya

  6. Hidayat says:

    Yang temasuk ilmu kehidupan itu apa saja ya Pak Jamil..?
    Terima kasih

Leave a Reply

Your email address will not be published.