Anakmu Tergantung Dirimu

Sejak hari Sabtu siang kesehatan saya terganggu sehingga saya istirahat full di rumah. Di sela istirahat itu saya mendengarkan cerita istri dan anak saya, dan sesekali menonton berita di televisi. Salah satu cerita dan berita tersebut membuat saya merinding. Diberitakan, usai pengumuman kelulusan ada sekelompok anak SMA yang melakukan pesta sex!

Saya lebih gundah gulana saat anak saya yang remaja menambahkan cerita, “Banyak anak-anak yang nonton video porno bareng-bareng di rumah mereka pak. Agar tak ketahuan orang tuanya mereka bila SMS atau BBM-an menggunakan bahasa sandi. Ada juga yang berkirim foto dirinya yang telanjang kepada pacarnya.”

Apakah remaja ini salah? Tentu salah, karena sejak akil balig semua perbuatan dan perilaku manusia sudah dimintai pertanggungjawaban oleh Sang Maha Pencipta. Dan kebanyakan anak-anak Indonesia, sejak SMP setahu saya sudah akil balig. Artinya, mereka sudah mendapat pahala saat berbuat kebaikan dan mendapatkan dosa saat melakukan kemaksiatan.

Akan tetapi, kesalahan terbesar adalah pada orang tuanya. Mengapa? Karena orang tuanya yang seharusnya menyiapkan pola pikir, mental dan perilaku sang anak. Sayangnya banyak orang tua yang punya persepsi bila sudah memasukkan anak ke sekolah bermutu sudah cukup baginya. Ini adalah persepsi yang sangat keliru.

Saat di rumah sang anak masih perlu perhatian, arahan, pelukan dan didengarkan. Bila orang tua tak memiliki waktu untuk memberi arahan maka jangan salahkan anak bila akhirnya ia salah arah. Bila orang tua tak pernah memberi perhatian dan pelukan, maka sang anak akan mencari perhatian dan pelukan kepada orang lain yang boleh jadi menjerumuskan.

Apabila orang tua tak pernah mendengarkan isi pikiran dan hati sang anak, maka ia akan mencari pelarian untuk “curhat” kepada orang lain. Dan boleh jadi, ia akan rela menyerahkan harga diri dan kehormatannya kepada orang lain yang bersedia mendengarkan curhatannya.

Bisnis dan karir memang penting, tetapi sungguh anak-anak jauh lebih penting. Mendidik anak bukanlah hanya ia pintar membaca, menulis dan berhitung. Bukan pula tentang hafal ayat-ayat dari Kitab Suci. Mendidik anak adalah menanamkan nilai-nilai kehidupan, membentengi dari hal-hal yang akan merusak hidupnya, memberikan bekal agar ia bisa membedakan mana yang menyelamatkan dan mana yang mencelakakan.

Mendidik anak juga memerlukan sentuhan, pelukan, kesediaan untuk mendengar, dan suri tauladan. Semua itu tak mungkin terjadi bila kita tidak menyedikan waktu yang berkualitas kepada buah hati kita. Siapkanlah anak-anak sejak dini agar tidak ada penyesalan di kemudian hari. Setuju?

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter: @jamilazzaini

Bagi Anda yang tertarik menyiapkan masa depan anak dengan baik silakan ikuti “Training ON for Parent” di Surabaya.
Hubungi 0811-344-3800


WBT batch 10


Bagikan:

29 thoughts on “Anakmu Tergantung Dirimu”

  1. Astaghfirullah. Ya Allah selamatkan ak, istri ku, anak ku kelak ya Allah. Merinding baca nya kek 🙁

  2. tinar says:

    kalo boleh nambah kek Jamil.. (maaf sebelumnya kalo kurang berkenan)
    selalu mendoakan anak2 kita, mohon penjagaan dan perlindungan Alloh SWT.. dan bisa selamat dari azab baik di dunia dan akhirat..
    semoga anak keturunan kita bisa selamat di dunia dan akhirat..

    1. So pasti, setuju banget. Salam SuksesMulia

  3. Indra says:

    Jazakallah kek …ini yg saya tunggu :)..jgn salahkan anak yg badung jika org tua tak memberi contoh dan arahan…jgn salahkan anak yg sering berpacaran dan tak berhijab, jika org tua tak memberi arahan… makasih kek,,,sangat bermanfaat untuk saya yg dlm hitungan bulan insya Allah akan menjadi ayah…makasih kek 🙂

    1. Semoga kelahirannya lancar, doaku untukmu, istri dan calon anakmu

  4. so setuju banget jaman sekarang anak ibarat mutiara kehidupan

  5. MU'ANAH AL SRI MULYANI says:

    I do Agree.
    Sebonafit apapun sekolah tak menjamin anak bisa membentengi dari pengaruh hal2 yg tidak baik, PR orang tua-lah untuk membentuk mereka memiliki pola pikir yang bisa membedakan mana yang haq dan mana yang bathil.

    1. Setuju. Sekolah hanya membantu kita. Tugas mendidik anak tetap tanggungjawab orang tua. Salam SuksesMulia

  6. dnur77 says:

    ampuni kami ya ALLOH….berikan kekuatan dan petunjukMU….

    1. Amin YRA. Allah mengampuni dosa orang2 yg tulus bertaubat

  7. Jazakallah kek sdh memberikan inspirasi mll artikel ini..
    jadi bahan renungan…

  8. indah says:

    Bener banget kek, sy ngalamin sendiri waktu remaja, I feel so lost. Akhirnya bertaun” hidup tanpa tujuan.

    1. Semoga sekarang tujuannya semakin jelas. Silakan baca buku ON ya, hehehe. Promosi

  9. susie says:

    Ya اَللّهُ…berilah hamba keturunan yg sholeh/sholah.bimbinglah hamba dlm mendidik anak cucu hamba kelak.hanya dgn izin dan bimbinganMU hamba dpt istiqamah di jalanMU.amin

    1. Amin YRA. Semoga kita menjadi ortu yg menjadikan anak sebagai prioritas. Salam SuksesMulia

    2. yani says:

      Aamiin Ya Rabbal’alamin

  10. Mizar says:

    Sangat SETUJU. Sy merasakan sekolah memang tak memprediksi akhlak. Dan berbahagialah org2 yg tau kesalahannya dan segera memperbaiki diri.

  11. Sholikul says:

    Semoga Allah memperbaiki anak cucu kita dan menjauhkan kita semua dari kehinaan. Terima kasih Kek sudah mengingatkan kami semua

  12. AL says:

    Assalamu’alaikum pak..
    Pak knp ya ibu sy ngga mendukung saya untuk berlatih mencari uang? saat ini sy mahasiswa sems2. Niat pengen bisa beli apa2 ga minta orang tua. Kemudian sy jd guru privat. per pertemuan lumayan 20K. Tp kenapa ya pak kog Ibu sering bilang “Halah mbok gausah berangkat, hanya 20ribu aja kog. nanti tak kasih”. sy nangis pak ibu merendahkan begitu ..
    kemudian beliau jg gak pernah ijinkan saya ikut UKM & Organisasi. Padahal sy ingin bermanfaat dan berkembang.. Kenapa ya Pak kog Ibu saya seperti itu? kalo Ayah malah dukung banget ..

  13. AL says:

    lanjut pak ….Saat dapet beasiswa kmaren saya pengen jualan juga dibilang “ah jualan kog cuma itu , cuma itu blablbalan untungnya sedikit”. Apakah sy salah pak? Beliau pernah saya belikan martabak dan brownis yg ia inginkan. saya bahagia pak bisa begitu. tp setelah berlalu kadang “20 Ribu kembali di bilang Cuma”. Ibu sy guru pak..
    Mohon pencerahannya ya pak, sy sebaiknya gmn … Jazzakumullah Khoiron Katsiran

  14. erliana says:

    Setuju banget kek
    Smoga kita slalu diberi petunjuk oleh ALLAH agar bisa mendidik Anak2 kita dgn baikn Amien YRA

  15. erliana says:

    Setuju banget kek
    Smoga kita slalu diberi petunjuk oleh ALLAH agar bisa mendidik Anak2 kita dgn baik Amien YRA..

  16. rinta says:

    ngeri sekali mendengar pergaulan anak jaman sekarang…semoga allah selalu menjaga keluarga kita semua. amiin

  17. Evi says:

    Ijin share ye pak

  18. sutanto says:

    Askm pak jami terimakasih atas pencerahanya pak.

  19. waktu itu penting

  20. siswanto says:

    bener banget pak jamil, orang tua seharusnya mendampingi dan membimbing anak-anak mereka yang baru akan menginjak usia remaja. diusia segitu mereka lagi mencari jati diri dan perhatian, jangan sampai salah pergaulan karna orang tua kurang perhatian, pendampingan dan pengarahan… 🙂

  21. Catcilku says:

    Miris bacanya pak

  22. Anonymous says:

    Terimakasih pencerahaannya pak jamil, semoga banyak yg membaca tulisan ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published.