Mendengarkan

Ada orang yang datang kepada saya mengeluh, “Pak teman-teman saya cuek dan tidak pernah mau mendengarkan saya, kenapa?” Sementara seorang suami mengeluh kepada saya, “Susah punya istri yang pendidikannya tinggi. Nngeyel, membantah terus dan tidak mau mendengarkan.” Orang yang lain mengadu tentang anaknya, “Pak, anak saya kok tidak pernah mau mendengarkan, apa saya salah mendidik?”

Apa sebenarnya penyebab utama mereka tidak mau mendengarkan Anda? Apabila Anda ingin tahu jawabannya segeralah bercermin. Nah, itulah penyebab utamanya, diri Anda sendiri! Mengapa? Karena kunci utama didengarkan adalah kesediaan Anda untuk mendengar. Jadi apabila orang-orang yang Anda cintai tidak mendengarkan Anda, kemungkinan besar karena Anda juga tidak mendengarkan mereka.

Apakah Anda selama ini sudah mendengarkan mereka? Bila jawabannya ya, jangan-jangan Anda hanya geer dan menilai diri Anda sendiri terlalu tinggi. Cobalah tanyakan kepada oranga-orang yang Anda cintai, “Apakah selama ini saya mendengarkan kalian dengan sangat baik?”

Saya dulu pernah merasa geer sudah menjadi pendengar yang baik bagi anak-anak saya. Saya terkejut ketika suatu saat anak saya yang nomor dua dalam sebuah acara keluarga berkata, “Bapak egois, kalau saya bercerita bapak mendengarkan sambil SMS. Bapak sebenarnya tidak mau mendengarkan cerita saya. Bapak hanya basa-basi.”

Ya, sering kali kita mendengarkan orang berbicara seperti kita mendengarkan radio bukan mendengarkan orang. Banyak diantara kita mendengarkan radio sembari melakukan kegiatan yang lain. Ketahuilah radio tidak punya mata, radio tidak punya hati, ia benda mati, sementara manusia makhluk hidup yang perlu mendapat perhatian dan apresiasi.

Jadilah pendengar yang baik dengan menggunakan filisofi laut. Lautan yang luas mampu menampung banyak air karena tempatnya lebih rendah dibandingkan daratan. Apabila Anda ingin mendengar dengan baik rendahkanlah hatimu. Dengan cara ini Anda akan mendapat banyak informasi dan ilmu. Cobalah…

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter: @jamilazzaini

Bagikan:

23 thoughts on “Mendengarkan”

  1. yuliatin says:

    nice inspiration kek, semoga keberkahan selalu melimpahi kek jamil dan keluarga, agar awal aktifitas saya selalu berlimpah manfaat karena selalu diawali dengan membaca artikel dari kakek 🙂

  2. mustika yanti says:

    Hhmmmm, buat introspeksi diri, apakah sdh jd pendengar yg baik.
    Thanks pak u tulisan pagi ini.

  3. Mari kita bercermin !!!

  4. rahmayani says:

    Trimakasih pak jamil. Ini salah satu petuah hidup yang selalu akan saya ingat dalam aktifitas sehari-hari..oh ya pak..Doakan semoga saya bisa mengikuti bootcampnya bapak..karena saya berminat sekali..Trimakasih

  5. Anggit Setyaningsih says:

    Wahh.. Perlu bnyak introspeksi nih 😉

  6. Tita Rosita says:

    pagi2 dah dapat ilmu

    mulai belajar untk siap sedia mendengarkan

    semoga menjadi ibadah pak,
    selamat menyambut rangkaian takdir Alloh dan Semangat b’ikhtiar untk kebaikan
    😀

  7. Astaghfirullah.. apakah aku selama ini sudah menjadi pendengar yang baik?? hiks

    terimakasih pak sudah mengingatkan..!!

  8. Nikke says:

    Mantab 🙂

  9. Terimakasih sdh mengingatkan pak.

  10. Ano says:

    Dengarkan mereka maka kita akan di dengar juga.Betul bgt….
    Salam sukses mulia tuk semua

  11. HFR says:

    Terima kasih Pak Jamil telah mengingatkan… mulai saat ini saya akan berusaha menjadi pendengar yang baik bagi keluarga saya…

  12. Anggun says:

    Terima kasih banyak pak telah mengingatkan 🙂 –> langsung introspeksi diri.

  13. Ardha says:

    MANTAP..!! Cerita Pak Jamil selalu enak dibaca 🙂
    Analoginya sama Seperti Gelas.. “Kosongkan Gelasmu maka kamu akan Siap Belajar Banyak dari Orang”

  14. pipit says:

    Ingin menjadi pendengar yg benar2 mendengarkan dr skg. Trima kasih pak

  15. aeishah says:

    Mantap.mudah difahami.Lama tidak mendengar kalimat SEMBARI.Hikmah Allah jadikan dua telinga dan satu mulut agar kita selalu menjadi pendengar y baik.Teruskan menulis saya suka membacanya.

  16. diki says:

    Subhanallah… Terimakasih pak. Sederhana, lugas, tapi isinya SANGAT BERBOBOT.

    Insya allah, akan menjadi pendengar yang baik…

    Smoga bapak senantiasa mendapat limpahan rahmat hidayahnya. Amin

  17. terima kasih atas artikael yang sangat meng inspirasi ini kek….

  18. @Retno_Mulyanie says:

    Thanks for remind 🙂

  19. mashen says:

    waduh kek terimakasih. jangan2 selama ini saya juga “hearing without listening”..

  20. manshur says:

    Luar Biasa Inspirasinya,
    BAB MENDENGAR memang mudah didengar tapi terkadang susah dipraktekkan.

    Salam

  21. Good inspiration

  22. Andri Yana says:

    Seperti filosofi tubuh kita, punya dua telinga dan satu mulut, artinya harus lebih banyak mendengar dari pada berbicara ….
    salam sukses mulia

Leave a Reply

Your email address will not be published.