Kaya Itu Memberi Manfaat

Siapa diantara Anda yang ingin menjadi orang kaya? “Ah. Mas Jamil, lah wong nanya kok pakai pertanyaan retoris? Ya jelas saja jawabannya: iya, pasti, tentu, he’eh, yo’i… Kalau pun ada yang bilang tidak, mungkin jumlahnya bisa dihitung dengan jari.”

Sebenarnya seperti apa sih yang disebut  kaya? Anthony Robbins, menawarkan enam tahap KAYA –yang boleh jadi saat ini syukur-syukur Anda sudah berada di salah satu tahapannya.

Tahapan pertama dimulai dari Financial Protection –dimana Anda mempunyai cukup uang untuk memenuhi pengeluaran minimum untuk dua bulan sampai 24 bulan tanpa harus bekerja. Lalu dilanjutkan dengan tahap Financial Security, Financial Vitality, Financial Independence, Financial Freedom, dan yang  terakhir Absolut Financial Freedom. Tahapan terakhir ini adalah suatu kondisi keuangan dimana Anda mempunyai investasi cukup banyak yang relatif aman sehingga Anda bisa melakukan secara nyata apapun yang Anda inginkan, kapan pun, kemana pun, dengan siapa pun yang Anda inginkan, sebanyak dan selama yang Anda inginkan, seumur hidup Anda. Wah, hebat nggak tuh!

Tapi bicara tentang kaya dan hebat, saya menemui sebuah pemaknaan akan kata kaya yang bagi saya itu jauh lebih hebat. “Orang disebut kaya bukan karena hartanya, tetapi karena hasil karyanya yang mampu membuat lebih banyak orang berdaya sehingga lebih banyak orang yang mampu memberi pada sesamanya”. Untaian kata tersebut mengalir dari sosok seorang perempuan bernama Tri Mumpuni.

Sebagian dari Anda mungkin pernah mendengar namanya. Saya juga pernah menjadi pembicara bersama dengan perempuan hebat ini. Tri Mumpuni adalah seseorang yang telah menerangi desa dalam arti sebenarnya. Bersama suaminya, Iskandar Budisaroso Kuntoadji, ia membangun pembangkit listrik mini bertenaga air. Saat ini sudah 60 lokasi yang mereka terangi dengan listrik.

Tri Mumpuni memang luar biasa besar jasanya. Banyak masyarakat pedesaan yang memperolah manfaat dari sosok perempuan ini. Desa yang dulunya gelap gulita kini terang benderang sehingga kegiatan ekonomi rumah tanggapun tumbuh dan berkembang. Sungguh bukan kebetulan jika namanya kemudian disebut-sebut oleh Presiden AS Barack Obama dalam sebuah forum entrepreneurship bertaraf internasional.

Listrik desa yang digagas Tri Mumpuni sesungguhnya tidak hanya menerangi desa namun juga “menerangi” kehidupan ekonomi warganya.

So, jangan cuma kagum pada aksi orang lain. Mari jadi kaya dengan cara membuat orang lain berdaya. Mulailah dari sekarang!

Salam SuksesMulia!

Ingin berbincang dengan saya? Follow saya di twitter @jamilazzaini

Keterangan foto:
Tri Mumpuni, saat hadir di Presidential Summit on Entrepreneurship di Washington DC, Amerika Serikat, 26-27 April 2010.

Bagikan:

4 thoughts on “Kaya Itu Memberi Manfaat”

  1. Ari Kuncoro says:

    Subhanallah .. luar biasa

  2. budi santo says:

    mudah2 an ada 10 atau 100 bahkan 1000 orang2 yg seperti beliau dinegeri ini, AMIEN , luar biasa….

  3. teguh SAUNG DIGITAL says:

    semoga kita bisa jadi salah satunya..:)

  4. puji says:

    WONDER WOMAN dr indonesia… moga sy bs menjadi seperti beliau…

Leave a Reply

Your email address will not be published.