Jangan Sepelekan yang Kecil (2)

Kita sering tidak menyadari bahwa sesuatu yang kecil itu bisa merusak kita.  Rumah kita bisa cepat rusak karena ada lubang kecil yang menyebabkan air hujan masuk ke dalam rumah kita. Badan akan terasa meriang apabila ada lubang kecil di gigi kita.Begitupula dalam kehidupan kita, sesuatu yang kecil dan kita abaiakan bisa menghancurkan hidup kita.

Beberapa contoh ”penyakit” kecil yang bisa merusak kita antara lain pernyataan-pernyataan yang seolah positif tapi bisa menjerumuskan. Contohnya, “Saya sudah tahu; Saya orangnya memang begini, dan  Hiduplah mengalir seperti air…

Saya sudah tahu

Pernyataan saya sudah tahu membuat kita enggan belajar.  Lebih parah lagi kalau ada yang menyatakan, ”Saya kenal dia sejak kuliah dulu, saya tahu isi kepalanya.”

Mestinya kita tahu bahwa manusia itu bukan benda mati. Manusia itu hidup dan dinamis. Manusia adalah mahluk pembelajar. Boleh jadi ketika kuliah ilmunya di bawah kita, namun bila dia banyak belajar ilmunya bisa jauh lebih baik dibandingkan kita. Betapa banyak kita jumpai seorang murid yang akhirnya lebih pintar dibandingkan gurunya.

Bila kita punya penyakit ”saya sudah tahu” sesungguhnyalah ketika itu kita telah berhenti berkembang. Orang lain terus maju berkembang dengan ilmu-ilmu barunya sementara orang itu stagnan dan akhirnya ditinggalkan zaman.

Saya orangnya memang begini

Sering saya mendengar orang yang sedang dinasehati, ikut training maupun seminar yang berkomentar, “Saya orangnya memang begini, mau diapa-apain saja tidak akan berubah. Udah gak usah nasihatin saya, gak mungkin saya berubah…”

Bila kita punya penyakit ini, maka hati kita semakin keras, tidak mau menerima nasihat dan tidak mau berubah ke arah yang lebih baik. Setiap masukan, kritik atau saran yang membangun dianggap sebagai hujatan dan penghinaan.

Hiduplah mengalir seperti air

Kita tidak perlu merencanakan hidup kita, biarkan hidup itu mengalir toh setiap air yang mengalir selalu menuju ke laut.  Sebenarnya tidak semua air yang mengalir selalu menuju ke laut, ada juga yang ke comberan, septic tank dan tempat-tempat kotor yang lain. Bila Anda tak merencanakan hidup Anda jangan menyesal bila nanti di masa tua ternyata Anda berada di “comberan”…

Salam SuksesMulia!

Bila manfaat silahkan tulisan ini dishare ke teman-teman Anda.

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter @jamilazzaini

Bagikan:

11 thoughts on “Jangan Sepelekan yang Kecil (2)”

  1. SuistijonoBM says:

    Ruarrrrr biasa…… o…. begitu, akhirnya kutahu

  2. Lisya says:

    Jadi ada yang perlu saya bantu? 🙂

  3. Terima Kasih, Mas JA!
    Sungguh meng-inspirasi Saya..
    Salam SuksesMulia!

  4. Farah dinna z says:

    Yang besar awalnya dari yang kecil baik berupa kebaikan ataupun keburukan

  5. Terima kasih semuanya ya, semoga kita mampu mengumpulkan prestasi-prestasi keci dan akhirnya menguatkan kita di masa depan. Salam SuksesMulia

  6. dian eka says:

    Ah ini keren banget Oom!

  7. cindran says:

    posting ini telah mampu melunakkan kembali kekerasan hati saya… trimakasih ustadz…

  8. Alhamdulillah ada yang bisa lunak hatinya, terima kasih juga untuk semua ya. Salam SuksesMulia. Jamil Azzaini

  9. nab says:

    setujuuuuuuuuuu

  10. tami says:

    trima kasi udah di ingatkan…Salam SuksesMulia..

  11. AriMau says:

    pak saya mau bertanya, dalam tulisan ini bapak menuliskan
    “Hiduplah mengalir seperti air, Kita tidak perlu merencanakan hidup kita, biarkan hidup itu mengalir toh setiap air yang mengalir selalu menuju ke laut. ”

    dan di tulisan yang lain bapak menganjurkan untuk membuat proposal hidup yang berisi perencanaan target hidup.

    mohon penelasannya pak.
    trima kasih

Leave a Reply

Your email address will not be published.