Bayarlah Sewa Anda di Bumi

Anda pernah menginap di hotel? Anda pernah kost atau kontrak rumah? Apa saja fasilitasnya? Berapa Anda harus bayar setiap malam, setiap bulan, setiap tahun?

Coba ibaratkan hidup di dunia seperti kost atau menginap di hotel, berapa yang seharusnya sudah Anda bayar kepada-Nya sebagai pemilik tempat kita tinggal? Belum lagi jika ditambah fasilitas udara gratis, air hujan, pemandangan alami berupa langit dan bintang gemintang di langit. Ditambah lagi pegunungan yang sejuk, lautan luas, danau dan keindahan alam lainnya.

Bisa menghitung berapa kira-kira yang harus Anda bayar? Coba hitung sejak Anda lahir hingga usia Anda saat ini. Sanggupkah Anda membayarnya? Bila Anda menjawab dengan jujur, saya yakin Anda tak akan sanggup membayarnya. Alhamdulillah, Sang Pemilik tidak meminta Anda membayar dengan uang. Dia hanya minta Anda dan saya membayarnya dengan 2 hal: ibadah dan peduli.

Pertanyaannya, apakah kita sudah beribadah dengan sungguh-sungguh? Seberapa sering kita berada di tempat ibadah untuk memuja-Nya? Berapa halaman setiap hari kita membaca Kitab Suci? Seberapa sering kita merendahkan diri dan berdoa di hadapan-Nya? Apakah kita selalu ingat kepada Sang Pencipta dimanapun dan kapanpun kita berada?

Dalam hal kepedulian, berapa orang yang sudah kita berdayakan? Jejak-jejak kebaikan apa yang sudah kita tinggalkan di semesta? Berapa orang yang sudah merasakan manfaat atas kehadiran kita dimuka bumi? Berapa alokasi dana yang selalu kita sisihkan untuk orang-orang di sekitar kita?

Segeralah bayar “sewa” Anda. Jangan ditunda-tunda. Sebab, Sang Pemilik punya hak untuk mengusir kita. Kemana kita akan pergi jika diusir oleh Sang Pemilik Bumi?

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter: @jamilazzaini

Bagikan:

24 thoughts on “Bayarlah Sewa Anda di Bumi”

  1. ylabdo says:

    Terima kasih pak telah mengingatkan…..kadang saya terlupa utk sowan pemilik bumi ini, sebelum mengeploitasi bumiNya…..

    Wassalam

    @ylabdo

  2. Anggit Setyaningsih says:

    Terlalu sering aku menyia2kan waktu di bumi ini,melupakan brp sewa yg hrs aku byarkan..
    Subhanallah..tulisan ini mmbuatku smkn sadar bhwa di dunia ini kita hanya ‘mampir ngombe’ 🙁

  3. mustika yanti says:

    Kembali diingatkan u sllu beribadah, bbuat kebaikan dan mendekat ke yg Maha PUnya Segalanya.. Suka bgt, tharu dan memacu smgt u melaksanakanya.

  4. Yaya says:

    InsyaAllah lagi meninggalkan jejak-jejak kebaikan Pak, doakan bisa Istiqomah 🙂

  5. kinez ambardi says:

    Suwun pakde, terus mengingatkan kami, sering meminta ke gusti Alloh, tp minim membayar sewa, hidup harus balance seperti sejatinya ajaran pakde JA menjadi Sukses Mulia آمِّيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْن

  6. Fabbi ayyi alaa irrobbokumatukazibaan..nikmat ALLAH manalagi yang engkau dustakan..Masya ALLAH selalu terlupa mengingat nikmat NYA..

  7. Terima kasih, Pak, sudah mengingatkan kita.
    Senang sekali membacanya.
    🙂

  8. Budi Santoso, BTM Kalibening- Banjarnegara says:

    Ya Alloh, ampunilah hamba-Mu ini yg selalu khilaf dan sombong, yg merasa bahwa bumi ini milik kita. Amiiin.

  9. udet says:

    jlebbbb…Astagfiruallah.terima kasih ustad slalu menginspirasi tulisannya..*tobat

  10. wawan says:

    Jzkmllah ustadz Atas ilmunya

  11. Pak Jamil, terimakasih untuk paradigmanya yang cantik 🙂

  12. Galih Setya (@GalihSetya_P) says:

    Syukron, sudah mengingatkan bhwa kita harus bayar Fee Kemitraan & Bagi Hasil kpada Yang Maha Investor

  13. syam alfath says:

    Terima kasih yang tak terhingga pak jamil yg sudah meningatkan kita semua..bahwa kita harus sllu ingat sang pencipta, dimanapun dan kapanpun kita berada..

  14. terima kasih kepada semua yang telah berkomentar ya

  15. andi djunaidi says:

    Setuju mas Jamil..!!. jangankan menghitung kenikmatan sejak lahir. Sesaat pun kita ngak kan bisa. Misal: bagaimana sel-sel tubuh menjalankan fungsinya sesuai kehendak Allah Yang Maha Kuasa.Sel mata yg tidak tertukar dengan sel pendengaran..

  16. ratno djatmiko says:

    wah…

    luar biasa…

    ini benar2 bsa jadi sindiran bagi kita slama ini yang tak peduli terhadap hal itu…

    luar biasa atas artikel2 nya yang luar biasa..

    trimakasih…

  17. Nesya says:

    terima kasih sudah diingatkan mbah.. mudah2an kita semua jadi hamba-Nya yang selalu bersyukur, amin!

  18. Nella CH says:

    Subhanallah,terima kasih sudah mengingatkan kita semua

  19. faisal baihaki says:

    thk”s teringat kepada nya”

  20. tulisan yang padat, ringkas namun penuh makna PaK Jamil, mudah dipahami penjelsan nya jg sederhana Pak Jamil
    Keep Writing Pak Jamil 🙂

    Salam SuksesMulia

  21. terimakasih banyak om..

  22. Siti Aminah says:

    Pak Jamil terima ksh inspirasinya yg sll mengingatkan bhw kita sbg MakhukNya yg hrs taat n tunduk kpdNya

  23. robyjagadidaya says:

    suatu tamparan yg keras dri bpak buat sya,kta ta sdar btpa berhrganya hdup ini yg tlah allah swt kpada kta tpi kbnyakan kta g bsa mnsyukuri,ngelus ngelus dada

  24. Detty says:

    Assalamua’laikum wr wb, salam kenal pa jamil.
    Subhaanallah wejangan2 bapak selalu menggugah hati u lebih bersyukur. Ternyata pada umumnya kita belum bisa mempersembahkan banyak kebaikan dibanding yg kita terima dari Allah melalui bumi kita ini. Terimakasih,semoga Bapak selalu sehat.

Leave a Reply

Your email address will not be published.