Tiga Pengawas

Saat ini penggunaan kamera CCTV (closed-circuit television) sedang ngetrend. Orang-orang yang berbuat kejahatan akan mudah tertangkap karena kamera CCTV tersebar dimana-mana. Kamera ini merekam gerak-gerik kita di ruang publik. Hasil rekamannya bisa diputar ulang dan menjadi salah satu barang bukti di pengadilan.

Dalam kehidupan sehari-hari sebenarnya semua perkataan dan perbuatan kita juga terlihat dan terekam dengan sempurna. Siapakah yang melihat dan merekam semua perkataan dan perbuatan kita itu? Pertama, Allah SWT. Dia Maha Melihat, Maha Tahu dan Maha Mendengar.

Allah SWT dapat melihat seekor semut hitam yang berjalan di atas batu hitam di malam yang gelap gulita. Dia juga tahu setiap daun yang jatuh di muka bumi. Allah SWT juga mendengar apa yang terbersit di dalam pikiran dan hati kita. Dia adalah CCTV yang maha sempurna.

Kedua, Malaikat. Kemanapun kita pergi selalu ditemani oleh dua orang Malaikat yaitu Roqib dan Atid. Semua kebaikan dan keburukan yang kita lakukan dicatat dan direkam dengan sangat baik oleh kedua malaikat ini.

Mereka yang cerdas akan berusaha membuat malaikat pencatat kebaikan (Roqib) sibuk bekerja. Di sisi lain, orang cerdas akan berusaha dengan sekuat tenaga agar malaikat pencatat keburukan (Atid) santai dan sedikit bekerja. Caranya? Orang cerdas akan menyibukkan diri dengan berbuat kebaikan dan menghindari sekuat tenaga sengaja berbuat keburukan.

Ketiga, anggota tubuh kita. Di akhirat kelak, ada masa dimana mulut kita akan dikunci. Lantas siapa yang bicara menjadi saksi? Anggota tubuh kitalah yang bicara. Kaki akan menjadi saksi dan berkata kemana saja ia pernah melangkah. Tangan juga akan berbicara apa saja yang pernah dilakukannya.

Kamera CCTV bisa rusak atau rekamannya tidak sempurna. Berbeda dengan tiga pengawas yang saya sebutkan di atas. Ketiganya melakukan dengan sangat sempurna. Tidak ada yang terlewat, tidak ada yang tidak tercatat dan tidak terekam.

So, waspada dan berhati-hatilah karena tiga pengawas itu selalu menyertai kita dimanapun dan kapanpun. Masih berani sengaja berbuat maksiat? Bila jawabannya masih, maka saya berkata singkat saja, “Sungguh terlalu…”

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter: @jamilazzaini

Bagikan:

19 thoughts on “Tiga Pengawas”

  1. tya says:

    makasih kek pencerahannya!!!
    positif sekali pagi pagi baca ini 😉

  2. abyan dinar says:

    Hari di mana seluruh musuh Tuhan akan digiring ke neraka, karena selanjutnya mereka akan berada di tempat yang di-tentukan bagi mereka, telinga, mata dan kulit pada tubuh mereka akan bersaksi atas dosa-dosa yang telah mereka lakukan. Mereka akan memandang anggota tubuh mereka dengan heran, dan berkata, “Bagaimana kamu bersaksi atas perbuatan-perbuatan kami?” Mereka akan menjawab, “Tuhan yang telah memberikan kemampuan berbicara kepa-da seluruh makhluk telah membuat kami bisa bicara. Dia yang telah menciptakan kamu pada awalnya, dan sekarang Dia membawamu kembali kepada-Nya. Kamu menyembunyi-kan perbuatan-perbuatan jahatmu bukan karena telinga, mata dan kulitmu tidak akan memberikan kesaksian pada hari ini, tetapi karena kamu membayangkan Tuhan tidak akan mengetahui apa yang kamu sembunyikan dari orang lain. Asumsi yang tidak berdasar inilah yang akan menyebabkan penderitaanmu, karena hari ini kamu berada pada barisan orang-orang yang merugi. (QS. Fushshilat: 19-23)

    Animasi mengenai saksi-saksi dan kesaksian yang mereka berikan mengenai kejadian-kejadian yang telah terjadi di dunia tersebut menunjukkan bahwa seluruh perbuatan yang kita lakukan tercatat, baik di dunia luar maupun di dalam berbagai organ dan anggota tubuh kita.

    Bila kondisi dunia ini digantikan oleh kondisi akhirat, pada hari ketika, sebagaimana dinyatakan dalam Al-Qur’an, Rahasia-rahasia akan di-ungkap dan tidak satu pun orang yang akan bisa menutup sesuatu atau mencari pertolongan dari orang lain. (QS. ath-Thariq: 9-10), seluruh perbuatan yang telah tercatat tersebut akan dibuka dan mulai memberikan kesaksian.

    So…pengadilan ilahi akan benar-benar unik sifatnya, yang pasti tidak sama dengan prosedur pengadilan dunia…yang bisa direkayasa..

    Wallohu A’lamu Bish-shawab…

    1. Terima kasih , ilmu tambahannya mas

  3. mhd husni tarigan says:

    makasi kek
    salam sukses mulia

  4. Rahmat E. Siregar says:

    Terima kasih untuk inspirasi yang sangat berharga,Kek…
    Namun, ada catatan saya untuk kalimat, “Dia adalah CCTV yang maha sempurna.” Mungkin maksud Kakek mulia. Namun menyamakan Sang Maha Pengawas dengan CCTV telah menyelisihi firman Nya dalam surat Asy-Syuura ayat 11 yang artinya, “Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia..”
    Alangkah indah dan mulianya jika kalimat ini diubah redaksinya dengan menyertakan sifat Sang Maha Pengawas itu sendiri, yaitu Ar-Raqiib.
    Salam SuksesMulia.

    1. Terima kasih nasehatnya, semoga penggunaan Maha mewakili penghormatan saya kepada Allah yang tidak bisa dibandingkan dengan apapun dan siapapun. Salam SuksesMulia

  5. EventJogja says:

    slamat pagi, saya setuju ketiganya memang pengawas yg sempurna, tp kadang mash banyak manusia yg lalai akan hal itu, terimakasih telah mengingatkan 🙂

  6. amin says:

    Smoga tulisan ini membuat saya semakin berpikir bila ingin melakukan aktifitas yang tidak berguna bagi kehidupan akhirat dan kehidupan dunia.
    Jazakallah Kek jamil.

    #now4tomorrow
    Salam Sukses Mulia

    1. Yes, mari kita berbanah.

  7. Raditya Yoga says:

    Semoga dengan kesadaran pribadi akan adanya 3 CCTV ini, segala tingkah laku kita, perasaan hati dan pikiran kita tetap terjaga.

    Terima kasih banyak atas inspirasinya pagi ini Pak Jamil.

    Salam Indonesia Unggul

    1. Sama2 mas, mari kesadaran ini kita biasakan dan budayakan

  8. tutik says:

    Dan yang pasti tdk mau disuap, ataupun direkayasa walaupun dengan materi s3gunung (gemetar kaki ini jdnya)

  9. abdul malik says:

    semoga banyak yang membaca dan menyadari hal ini termasuk saya pak jamil…..Sabda Nabi Kita Muhammad SAW bahwa “Agama itu Nasehat” 3 x… lebih terasa dan bermakna ketika Al-Qur’an dan Hadits itu di terjemahkan dalam bentuk nasehat yang sederhana dan inspiratif..salam suksesMulia.

  10. Jessika Triana says:

    🙂 terimakasih dgn membaca ini saya diingatkan.. Jazakumulloh khoiron katsiron

  11. sungguh terlalu…semoga kita selalu didekatkan oleh malu. Malu tuk berbuat dosa, malu tuk bermaksiat…dan malu kepada Allah yang telah menciptakan urat malu, jika pada akhirnya kita hanya menjadi manusia yang tak tahu malu…

  12. ela nurmala says:

    semoga kita selalu memperbanyak berbuat kebaikan dan menghindari segala perbuatan buruk.
    terima kasih kek Jamil sudah mengingatkan
    Salam Sukses Mulia

  13. firly firliajung says:

    Thanks #remindernya Pak..Jadi inget lagunya Opick yang ‘Maha Melihat’

    “Tiada satu yang tersembunyi, tiada satu yang terlewat,Engkaulah saksinya…”

  14. akbar surya says:

    Trims kek.sdh diingetin, sy yg sedang galau sering lupa dg pengawasannya..seolah2 tdk ada yg melihat.

  15. amin says:

    Kek, keren banget artikelnya … izin share … matur nuwun.

Leave a Reply

Your email address will not be published.