Mau Karung yang Mana?

Pekan lalu, saat rehat mempersiapkan acara seminar untuk dua bank yang berbeda, saya membuka twitter. Ada TL (time line) menarik yang muncul di twitterland, salah satunya dibuat oleh @aagym. Saya coba menuturkan kembali “temuan” tersebut di tulisan ini dengan gaya bahasa versi saya tentunya.

Dikisahkan ada seorang raja yang memiliki tiga orang pembantu. Suatu saat sang raja menugaskan tiga pembantunya itu untuk mencari buah-buahan di kebun istana. Sang raja membekali masing-masing dengan tiga karung besar untuk tempat buah-buahan.

Pembantu pertama mencari buah-buahan dengan sungguh-sungguh. Ia memetik buah terbaik dan terenak walau harus memanjat pohon yang tinggi. Ia sangat menikmati pekerjaan mencari buah-buahan ini. Setelah berjuang dengan keras maka tiga karungnya terisi penuh dengan buah-buahan tepilih.

Pembantu yang kedua agak malas. Lelaki ini tidak mau bersusah payah memanjat pohon. Ia cukup mengambil buah-buahan yang sudah jatuh, kotor bahkan sebagian sudah membusuk untuk dimasukkan ke dalam karung. Di dalam hatinya sebenarnya ia enggan melakukan pekerjaan ini.

Pembantu ketiga berpikir, “Tuan raja tidak mungkin sempat memeriksa karung ini, tuan raja sangatah sibuk.” Dengan pikiran seperti itu akhirnya pembantu ketiga ini hanya mengambil dedaunan dan ranting-ranting kecil untuk dimasukkan ke dalam karung yang ia bawa.

Setelah tiga pembantu itu menghadap raja dengan membawa karung masing-masing, raja memerintahkan ketiganya untuk memakan apa yang sudah dibawanya dari kebun istana. Dengan titah sang raja ini, siapa yang paling senang dan nikmat? Siapa yang paling menderita dan tersiksa? Anda pasti sudah tahu jawabannya…

Begitupula dalam kehidupan nyata. Bila Anda selalu melakukan pekerjaan yang terbaik maka Anda akan memperoleh hasil terbaik. Sebaliknya bila Anda melakukan pekerjaan asal-asalan, Anda akan memperoleh balasan yang setimpal.

Ingatlah, apa yang Anda lakukan itulah yang akan Anda nikmati. Semoga Anda memiliki mental seperti pembantu raja yang pertama, bukan yang kedua apalagi yang ketiga.

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter: @jamilazzaini

Bagikan:

29 thoughts on “Mau Karung yang Mana?”

  1. C.A.K.E.P Mbah! ˆ⌣ˆ

    Met ngumpulin yg terbaik!

  2. kenconoSARI says:

    jleb, kesindir abis

  3. syam alfath says:

    jazakallah khair sdh di ingatkan kembali pak…apa yg kita lakukan = apa akan kita terima..:)

  4. nur hasan says:

    Bismillah, ayo niat berikan yg terbaik.. 🙂

  5. supardi lee says:

    sangat meng-INGAT-kan. Semoga terus jadi per-HATI-an

  6. Budi Santoso, BTM Kalibening- Banjarnegara says:

    “Man jadda wa jadda”, siapa yang menanam akan memetik.

  7. adityo priyo says:

    Artikel Kereeen,pak!!!
    Kemaren cerita ini diceritakan juga sma Uje di acara Damai Indonesiaku… 🙂

  8. Anggit Setyaningsih says:

    Sllu brusaha yg terbaik agar hasilnya jg g terbaik 🙂

  9. mustika yanti says:

    Alhamdulillah diingatkan dan disegarkan kembali dg cerita diatas.
    Semangat u mlakukan yg terbaik.

  10. Terima Kasih sdh menginagtak Kek,,,
    Lakukan yang terbaik dan penuh cinta,,,
    🙂

  11. Pratama Puji Widiyanto says:

    manteppp pak. do the best, give your best. salam sukses mulia :0

  12. abdullah gymnastiar says:

    Jazaakalloh ustad jamil
    Allah memang tak memerlukan apapun yg kita lakukan
    semua yg dilakukan akan kembali kpd pelakunya
    smg dlm ksmpatan hidup yg cuma sekali dan sebntar di dunia ini, kita bisa mempersembahkan yg terbaik Lillahi ta’alaa aamiin

  13. denny says:

    terimakasih atas inspirasinya bang..

  14. BATIK TULIS says:

    MANTAB ceritanya pak JAMIL… thanks a lot!

  15. ika rahayuningrum says:

    Ringan tapi ngena banget… Makasih ‘Kek kembali diingatkan

  16. Yanti says:

    Mas, izin utk dishare di fb saya ya…matur nuwun…

  17. Ira says:

    Mungkin bisa diusulkan ke SBY untuk next reshuffle Pak..

  18. addin says:

    dulu saya punya gairah dan ruh dalam kerja…selalu didasari akan tuhan tapi sekarang kok sulit menemukan itu lagi….?????

  19. Mengapa dalam tulisan pa Jamil jarang mengkaitkan insprirasinya dengan sesuatu yang menggugah nilai ruhiyah ya? contohnya dalam artikel ini, ambil satu contoh para pekerja di perbankan, mereka bekerja keras meniti karir dsb, dgn gaji yang besar bahkan jika di saat pensiun-pun banyak yang menikmati hasil jerih payahnya selama ini?? tetapi apakah pekerjaan mereka mendapat Ridha Allah SWT? bagamaina dengan para pejabat yang korup, bukankah mereka juga meniti karir politik yang sangat panjang dan melelahkan? dan ketika mereka berhasilpun mereka menikmati hasilnya? apakah Allah SWT Ridho atas hal ini? semoga kedepannya pa Jamil bisa memasukan nilai2 ruhiyah, yang juga menambah keImanan bagi Umat Islam dan juga menjadi renungan bagi umat non muslim….

  20. Adi Prabowo says:

    Lakukan yg terbaik…
    Saya share ke blog blh gak pak?

  21. Jadilah Pembantu Yang Pertama, Karena Ia Akhirnya Bisa Makan dengan Nikmat dan Tenang.

    Salam SuksesMulia!

    Dhian Bastiar

  22. Ubayd says:

    Nais inpoh pak..inspiratif

  23. ika says:

    ijin share ya kek :bd

  24. erickazof says:

    Aku ingin menjadi orang pertama! Kalau bisa cari karung lagi biar hasilnya lebih banyak..hehehe 😉

    Thks kek!

  25. Selalu berikan yang terbaik dengan memaksimalkan potensi kita

  26. mustika rini says:

    makasih kek..telah mengingatkan

  27. ema cullens says:

    kereeennnn,,,,always try 2 be best.

  28. @ayarasya says:

    Pak, izin share yaaa

    Terima kasih 🙂

  29. adi setiadi says:

    sangat menginspirasi..terima kash.

Leave a Reply

Your email address will not be published.