Ngapain Kerja Keras?

Share this
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Dulu, saya pernah punya banyak hutang. Saya berupaya terus mencari cara agar hutang tersebut lunas. Setiap saya berkonsultasi dengan seseorang yang saya anggap ahli, jawabnya hampir senada “mas Jamil, harus bekerja lebih keras dibandingkan yang lain.” Saya pun mengikuti nasehat tersebut, bekerja dari pagi hingga malam, bahkan hari Sabtu dan Minggu pun saya berusaha mencari uang untuk melunasi hutang tersebut. Hingga anak saya pun protes “kami merasa tidak punya ayah.”  

Dalam kegaluan, saya menyepi (me time) mencari ketenangan dan jawaban. Pada saat itulah saya bertemu dengan seseorang yang baru pulang belajar tentang Money Magnet di Amerika Serikat. Setelah saya bercerita apa yang saya hadapi, ia bertanya singkat kepada saya “ngapain mas Jamil harus kerja keras?” Saya pun menjawab singkat “untuk mendapatkan uang agar bisa melunasi hutang saya.”

Lelaki itu pun berkata “tidak harus kerja keras bila tahu rahasianya.” Ia pun kemudian menjelaskan bahwa rumus datangnya uang itu adalah Have = Be x Do. Apabila kita ingin memiliki uang (have) maka kita perlu memiliki Be dan Do. Be itu terdiri dari keimanan, perasaan, pikiran, keahlian dan pergaulan. Do bermakna melakukan sesuatu.

Jadi, bila Have-nya ingin besar, maka Be dan Do-nya juga perlu besar. Namun Do itu dibatasi waktu, energi dan kemampuan fisik. Apabila Do ditingkatkan terus maka akan terjadi burn out, stress, dan sangat melelahkan. Bahkan bisa sakit dan depresi, wajah pun terlihat lelah dan tua. Maka alternatif terbaik adalah menaikkan Be dan melakukan Do seperlunya.

Do tidak perlu ngoyo, tidak perlu kerja keras apalagi sampai lupa waktu dan menjadi workaholic. Yang jelas, kita perlu tetap melakukan Do yang terbaik, karena rumusnya memang perkalian. Jadi tidak boleh Do-nya nol.  Teman saya itu berkata “kerja tetap kerja, namun calm saja bro, enjoy saja dan nikmati hidupmu yang lain, jangan diperbudak sama pekerjaan.”

Baca Juga  Monday Knowledge: Employees Don’t Leave Companies, They Leave Managers. Is it True?

Meski rumus Have = Be x Do, yang dicetuskan Mark Victor dan Robert G Allen dianggap pseudosains (kurang ilmiah) oleh sebagian orang, saya mencoba mempercayai dan mengamalkan rumus tersebut. Dalam hati saya berkata “gak apa-apa dianggap gak ilmiah, yang penting hutang lunas.”. Hasilnya ternyata benar, kita tidak perlu kerja sangat keras untuk melunasi hutang-hutang kita.

Kata kuncinya, naikkan Be. Bermula dari Keimanan bahwa Allah swt adalah Pemilik Rezeki.  Tugas kita mendekat dan merayu agar Dia, Sang Pemilik, memberikan rezeki kepada kita tanpa batas, Dia memberikan rezeki, melebihi apa yang kita butuhkan untuk kepentingan pribadi dan menebar manfaat kepada banyak orang.

Selain keimanan, Be juga bisa ditingkatkan dengan meningkatkan perasaan dan pikiran positif bahwa kita diberikan sumber daya yang berlimpah oleh-Nya. Mental kita abundance (keberlimpahan) bukan scarcity (kekurangan). Perasaan dan hati kita dipenuhi dengan rasa cinta dan syukur yang semakin membesar. Pikiran kita dipenuhi dengan optimisme dan prasangka baik serta keyakinan bahwa apapun keinginan kita atas izin-Nya dapat kita wujudkan dalam kehidupan.

Mengasah keahlian hingga kita benar-benar ahli juga salah satu bentuk meningkatkan Be. Pilih keahlian yang dibutuhkan oleh masyarakat dan latihlah hingga kita benar-benar ahli. Sebab keahlian yang memberi manfaat kepada banyak orang adalah saluran rezeki terbesar yang disediakan oleh Sang Maha Kaya, Allah swt.

Meningkatkan Be, yang juga sangat dianjurkan adalah memperbanyak relasi. Apabila kita ingin memperbanyak pintu rezeki, jangan bekerja sendirian, perbanyaklah relasi. Bersilaturahmi, berkolaborasi, bersinergi dengan relasi adalah salah satu bentuk menguatkan persahabatan yang menghasilkan banyak manfaat. Satu per satu pintu rezeki akan terbuka, saat kita juga rajin membukakan pintu rezeki kepada relasi kita.

Baca Juga  Suami Selalu Salah, Istri Selalu Benar

So, pilih mana? Meningkatkan Be atau kerja keras? Saya sich memilih meningkat Be, sudah terbukti.

Salam SuksesMulia

Jamil Azzaini
Inspirator SuksesMulia

1 comments On Ngapain Kerja Keras?

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer