Kenali Orang Tuamu

Banyak orang yang tinggal di Jakarta tetapi belum pernah ke Monas. Banyak orang yang tinggal di Bogor tetapi belum pernah ke Kebun Raya. Banyak pula orang yang tinggal satu rumah dengan orang tuanya tetapi dia tidak mengenal baik siapa orang tuanya. Karenanya, agar suasana “sungkeman” saat Hari Raya nanti lebih bermakna, kenalilah dengan baik siapa orang tua Anda.

Setiap orang memiliki kelemahan, termasuk orang tua kita, namun fokuslah selalu pada kebaikannya. Ibaratnya jika baju putih bagian sakunya ternoda tinta hitam, maka jangan hanya memperhatikan noda hitamnya. Bukankah bagian lain yang berwarna putih jauh lebih banyak? Jadi, walaupun orang tua kita memiliki kekurangan namun fokuslah pada kebaikan-kebaikannya.

Mari kita mulai menyelami kebaikan-kebaikan dari ayah kita. Bayangkanlah wajahnya. Dia adalah sosok lelaki yang rela berjuang bermandi keringat demi kehidupan keluarga agar lebih bermartabat.

Sesekali ia jatuh sakit karena lelah mengumpulkan rupiah demi rupiah untuk menafkahi anak dan istrinya. Suatu waktu ia juga pernah meminjam uang demi kelangsungan hidupmu. Ia harus banting tulang untuk menyekolahkanmu. Ia pernah menanggung malu karena ulahmu. Ia terus menjagamu dan merawatmu walau kadang kau menyakiti dengan kata-kata dan tindakanmu.

Sekarang bayangkanlah perjuangan ibumu. Berbulan-bulan, ia membawamu di dalam perutnya kemanapun ia pergi. Ia bertaruh nyawa ketika melahirkanmu. Tatkala orang lain terlelap, ia rela bangun malam menyusui dan mengganti popokmu. Manusia mana yang bersedia merawatmu hingga berbulan-bulan tanpa pernah mengeluh kecuali ibumu?

Saat kau berulah dan menangis, ia dengan sabar merayumu, menggendongmu dan juga mengusap rambutmu. Ketika kau sakit tak berdaya, dengan setia dia menemanimu, menjagamu dan merawatmu. Ia rela kehilangan waktu berharganya demi mendampingimu.

Kini kedua orangtuamu telah renta atau bahkan beberapa dari kita sudah tak memilikinya. Bagi Anda yang sudah ditinggalkan orang tua doakanlah mereka selalu. Bagi mereka yang beruntung masih memilikinya, sekaranglah saat yang tepat untuk membahagiakan mereka walau dengan cara yang sangat sederhana.

Ayo kenalilah orang tuamu dengan mengingat semua kebaikannya. Saat Hari Raya nanti haturkan sungkem dengan penuh kedalaman cinta. Ucapkanlah terima kasih dan permohonan maaf karena sampai kapanpun kita tak akan mampu membalas kebaikannya…

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter: @jamilazzaini

Bagikan:

33 thoughts on “Kenali Orang Tuamu”

  1. mustika yanti says:

    Allah. . .Tulisan diatas membuat aku tertegun, merenung, bertanya kpd diri, sbrpa besar aku mengerti akan orangtua ku.
    Diantara linangan airmata, berdoa smga aku dpt mjadi anak penyejuk hati & mata my beloved parents.
    Syukron pak jamil. . .

  2. Anggit Setyaningsih says:

    Tulisan ini membuatku tersadar & menangis di pagi ini 🙁

  3. HFR says:

    Yaa..Alloh sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangiku sewaktu aku masih kecil

  4. Sukendar says:

    makasih mas, jujur, akhir2 ini sering ada konflik dengan Bapak karena tingkah laku yang kurang nyaman di lingkungan keluarga. Alhamdulillah dah berjalan normal kembali, tapi sering kali masih diliputi perasaan sakit hati…terima kasih banyak sudah saya disadarkan dan diingatkan kembali mas…

  5. amir says:

    Sudah 2 tahun ini ga bisa sungkem pas lebaran. Tahun kemarin pas istri hamil muda, takut kecapean naek kapal, pesawat n taksi. Tahun ini, anak pertama udah lahir. Selain masih takut diajak pergi jauh, “sumber daya” jg msh kembang kempis bwt beli tiket seharga sapi. Maafkan anakmu ini, cuma bisa sungkem lwt telepon. Love u both, Bapak Ibu…

  6. A wijaya says:

    Betul Pak..terkadang kita mengabaikan mereka..smg Allah mengampuni dosa2 atas kelalaian thd ortu .Terima kasih sdh mengingatkan Pak Jamil.

  7. didi says:

    #jleb kena bgt mas jamil tepat sasaran,.lagi dan lagi trimakasih byk mas jamil,. jd cengeng klo inget pengorbanan orang tua saya :'(

  8. pauji says:

    Benar kata pak Jamil jangan lihat sisi jeleknya, bagaimanpun dia orang tua kita. Namun kalau di keras sekali bahkan tidak mengakui kita sebagi anak, hanya karena anak2nya tidak merestui kalau dia poligami..
    Gimana caranya pak untuk sungkem kepdanya saat idhul fitri..padahal kami tau kalau hatinya sekeras batu..Kalau dia bilang A tetap A walaupun apa yg terjadi..
    Mohon Maaf lahir bathin. thanks P. Jamil

  9. A.Rochi says:

    Malam2 akhir ramadhan bermunajat, terisak teringat wajah alm bapak, alm mas (mengganti peran bapak)yang meninggal di usia 47 th, ya Alloh ampunilah semua dosa2nya, terimalah semua amal baiknya, berikan tempat yg kau berikan aroma surga kepadanya. Syukron tulisan ust…bahwa hanya kebaikanlah yang fokus kita ingat.

  10. abyan says:

    Subhanalloh…terimakasih bgt Ustadz Jamil…menyentuh sekali, hingga ke relung hati yg paling dalam…apa yg ditulis ustadz hampir sama persis dengan yg aku alami dulu…kini tinggal kenangan yg bisa meneteskan banyak air mata, krn sampai kapanpun aku tak akan mampu membalas kebaikan orang tuaku…ayahku sudah meninggal, kini tinggal ibuku yg sudah renta…sekali lagi terimakasih bgt atas muhasabah ini….jazakumullohu khoiruljaza…

  11. irman says:

    Love u both..jadi cengeng kalo diingetin perjuangan mereka

  12. Budi Santoso, BTM Kalibening- Banjarnegara says:

    Sy cuma mendoakan, meneruskan cita2 beliau yg blm terlaksana n menyambung persaudaraan dari teman2 orang tua. Kebetulan sy sdh ditinggal kedua orang tua sendiri n kedua orang tua istri. Benar2 jadi yatim piatu. Shg selalu berderai air mata ketika Ustadz JA bercerita tentang berbakti kepada kedua orang tua Juga ketika dengar lagu “Keramat” Rhoma Irama.

  13. Imam Nugroho says:

    ijin Share Suhu….

  14. lina says:

    jadi pengen cepet-cepet mudik ke Bogor ketemu mamah n bapak….. :_( setiap meminta maaf selalu mamah bilang ” mamah lautan maaf nak…”

  15. wildan says:

    kita tidak akan pernah bisa menggantikan semua pengorbanan kedua orang tua, yang paling bisa kita lakukan hanya berusaha untuk selalu membuat mereka tersenyum bahagia, selalu berikan yang terbaik yang kita mampu untuk keduanya. pagi-pagi udah sembab nih Om.. hikz..

  16. Kencono SARI says:

    hiks T_T

  17. Surya says:

    Saya ingin berbagi komentar, tapi saya kehabisan kata….saya hanya bisa menangis…tks pak jamil

  18. Ijin share y pak. Moga lebaran kita semakin berasa….

  19. rawme says:

    I LOVE MY MOM…..!!! (T-T)

  20. elinda says:

    i miss u ma’……& bapak
    orang tua q selalu berusaha u/ setiap kebahagiaan anak2nya termasuk aq……
    ma’ sama bapak yang selalu sabar menghadapi kerasnya sifat anak2nya…..
    i love so much my parent

  21. mumun says:

    Betul pak saya hanya seorang anak manusia yang selau berusaha menjadikan orang tuaku bangga dan tersenyum

  22. Ano says:

    Jadi inget Ayah saya yang dulu keras, baru tahu sekarang manfaatnya, dulu sering membangkan waktu masih SMP, Maafkan anakmu ini Ayah.

  23. Dian Eka says:

    Astaghfirullah.. Belas kasihani dan tentramkan orgtuaku ya Rabb.. Aamin :'(

  24. Rabbi igfilli waliwalidaiyya warhamhuma kama robbayani syoghiro..

  25. RODLI ARIF says:

    oleh karena itu kita wajib mendo’akanya setiap selesai sholat maktubah 25X surat al iklash, apabila orang tua kita sudah meninggal.semoga orang tua kita mendapat tempat yang layak amiiin..

  26. Fredy Carol says:

    Jadi tambah kangen ortu nih..
    Trmksh y Kek 🙂

  27. anna says:

    kek gimana jika sy ingin sekali berbakti pada orang tua tapi orangtua masih sangat kolot mengenai perjodohan. mereka meyakini bahwa apa yang dikatakan kiayi itu benar bahwa jodoh sy bukan orang yg sy harapkan utk mendampingi hidup saya. bukannya saya ingin membangkang melainkan sy butuh jawaban yg realistis. dan saat ini sy bingung harus gmn. pdhal sy sdh sgt yakin dgn org yg akan menjadi imam sy tsb, dan akan segera dilamar. yg sy kurang bs terima perkataan kiayi yang dengan yakin mengatakan bahwa “dia” bukan jodoh sy. apakah manusia bs memprediksi jodoh? meski beliau adalah habib sekalipun? sekali lagi sy hanya ingin memperoleh restu orang tua, namun mereka begitu kuat memegang perkataan sang habib, sy hrus bagaimana kek?

  28. Aditya Firdaus says:

    Ya Allah aku jadi ingat dengan kesalahan2 ku kpd orang tua ku…..ampunilah dosa2 ku…

  29. ahmad sahroni says:

    Mantab Bang Zai, tapi kenapa ya? Kalo baca tuh ga sampe hati, tapi kalo langsung di depan ke 2 nya langsung mewek…

  30. niar erawati says:

    Terima kasih kek,,, jadi ingat mama papa yang jauuh di ternate, semoga mereka dalam lindungan Allah swt. Amin

  31. Deni says:

    Terima kasih pak Jamil, pagi ini saya tersentak merenung dgn linangan air mata. betapa besarnya pengorbanan orang tua saya terhadap saya. Sampai saat ini saya masih belum bisa membahagiakan mereka. Saya harus membahagiakan mereka sebelum mereka meninggalkan saya. :'(

  32. febrina says:

    Subhanallah,indah bgd tulisannya om jamil…
    I love u mom & I love u dad
    Syukron om jamil.

Leave a Reply

Your email address will not be published.