Keluarlah

Saya ingin bercerita sedikit tentang kutu anjing atau pinjal. Dia ini binatang yang hebat karena bisa melompat 300 kali tinggi tubuhnya. Tentunya itu jauh lebih tinggi daripada kemampuan melompat anjing, “induk semang” tempat dimana ia menumpang hidup.

Suatu saat anak pinjal bertanya kepada ibunya, “Mama, anjing itu seperti apa, ya?” Sang ibu menjawab, “Kita sekarang sedang berada di atasnya, nak..”

“Lho, kok saya tidak tahu kalau kita berada di atasnya?” kata anak si kutu anjing tersebut. Tiba-tiba ibu si kutu anjing itu menendangnya dan terlemparlah ia dari tubuh anjing yang menjadi “induk semangnya”. Begitu terjatuh barulah ia menyadari bahwa anjing itu ukurannya sangat besar. Bahkan anak kutu jadi tahu, ternyata anjing sangat ditakuti oleh kucing.

Seperti pinjal tadi, untuk tahu sampai dimana perkembangan hidup kita, kitapun terkadang harus memandang diri kita sendiri dari sisi luar. Jangan terlalu sibuk mengagumi atau menyesali diri kita. Cobalah sekali-kali bertanya kepada orang tua kita, apakah kita sudah menjadi anak yang bisa dibanggakan oleh mereka, apakah kita tidak mengecewakan mereka?

Bila Anda pebisnis, cobalah sekali-kali Anda berada pada posisi pelanggan Anda. Apakah layanan perusahaan Anda kepada pelanggan sudah memuaskan? Apakah pelanggan memperoleh banyak manfaat setelah menggunakan jasa Anda? Sebagai pelanggan layanan seperti apa yang Anda harapkan?

Bila Anda karyawan, cobalah sekali-kali Anda berpikir sebagai atasan Anda. Apakah kira-kira keputusan yang saya ambil bila menghadapi tantangan seperti itu? Bila Anda punya staf atau anak buah, perlu juga sekali-kali Anda berempati sebagai bawahan. Tanyakan pada diri Anda, “Kalau saya sebagai staf mendapat perlakuan seperti ini enjoy tidak ya?”

Sesekali Anda perlu melihat diri Anda dari sisi luar agar Anda bisa introspeksi, bisa meningkatkan rasa syukur dan tidak mudah mengeluh. Dengan cara itu, Anda juga akan belajar menyadari betapa kecilnya diri Anda bila dibandingkan dengan sekitar dan kemudian segera berbenah dan bertumbuh. Cobalah segera pandang diri Anda dari sisi luar Anda.

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter: @jamilazzaini

Bagikan:

16 thoughts on “Keluarlah”

  1. akhnurhadi says:

    jadi pertamaxx kah disini?

    jangan jadi seperti katak dalam tempurung, menganggap diri super padahal ada yang lebih super diluar…

    Salam SUKSES MULIA….!!!

  2. yasya asgar says:

    terima kasih, krn saya sudah tua, saya gak mau ditendang seperti kutu anjing oleh ibunya, maka saya akan selalu intropeksi diri dan tanya klg atau staf saya ttng kekurangan diri. sekali lagi terima kasih,krn sangat mencerahkan.

  3. Nikke says:

    MANTAB 🙂
    Salam Sukses Mulia!
    Jzkmlh pak Jamil 🙂

  4. sendy says:

    Pagi-pagi baca cerita yang RRuarr Biasa… ‘Sesekali Anda perlu melihat diri Anda dari sisi luar agar Anda bisa introspeksi, bisa meningkatkan rasa syukur dan tidak mudah mengeluh’…. Introspeksi diri dan bersyukur…

  5. Akhmad Suratno says:

    Mantap!!
    Terima Kasih Pencerahannya Guru..
    Salam SuksesMulia

  6. Anggit Setyaningsih says:

    Introspeksi diri itu memang penting ^.^

  7. aannoe says:

    cakep nih pak.saya setuju.”seandainya saya menjadi anda”..”seandainya saya di posisi mereka”

  8. sukendar says:

    super sekali om,

    Suke DD

  9. Ano says:

    jd instropeksi diri.
    Salam Sukses Mulia

  10. boeloek says:

    Se-7…’keluar dari diri’ memberikan 2 manfaat.1) Bisa ‘merasani’ orang lain, efeknya jadi menghargai sesama. 2) bisa ‘menilai’ diri sendiri, efeknya introspeksi…*ini yg berat*…nice warn..

  11. Farah says:

    Jadi selalu berkaca donk,

  12. Mantap Pak Jamil 🙂

    http://www.TokoSiGTR.com | Toys & Hobbies

  13. griya says:

    berarti harus mencari masukan utk diri sndiri supaya terus tumbuh menjadi lebih baik

  14. Wah..dalem bener..

  15. maryam says:

    artikelnya sederhana, tp dalem

  16. dwinur77 says:

    makasi Pak, super

Leave a Reply

Your email address will not be published.