Kekagumanku Pada Kesederhanaan

Saya pernah bertemu dengan orang yang menggunakan mobil mewah, tinggal di rumah elit dan selalu menggunakan busana bermerek. Ia mengajak saya makan di restoran mewah. Tapi, asal Anda tahu, ia tak mampu membayar hutang yang hanya Rp 40 juta. Ia mengajak makan di restoran pun karena hendak meminjam uang kepada saya.

Saya meminjaminya uang? Tidak. Dengan tegas saya katakan, “Jual mobilmu saja, gantilah dengan mobil yang lebih sederhana agar kamu bisa membayar hutangmu.”

“Hah! Menjual mobil, apa kata dunia?” jawabnya.

Rupanya ia memiliki banyak kekhawatiran bila hidupnya sederhana. Ia khawatir ditinggal mitra bisnisnya, tidak mendapat penghormatan dari orang lain dan sulit masuk pergaulan orang-orang elit. Menurut saya, orang yang seperti ini mempersulit hidupnya. Dalam jangka panjang justru dia akan kehilangan mitra bisnis dan penghormatan dari orang lain.

Sebenarnya hidup itu simpel. Sayang banyak yang membuatnya jadi rumit. Masalah yang solusinya sederhana dibuat ruwet agar telihat hebat. Semoga Anda tidak begitu. Karena, percayalah, hidup seperti itu hanya akan menyusahkan bahkan bisa menjerumuskan dan menghancurkan hidup Anda.

Coba bandingkan dengan kehidupan mas Saat, sahabat saya dari Wonosobo. Ketika bisnisnya BMT Tamzis membuka cabang di Jakarta, ia santai saja tidur di kantor bersama karyawan yang lain. Setiap Jumat sore pulang ke Wonosobo menggunakan bus.

Ia konsisten menjalankan prinsip bisnisnya: memindahkan perputaran uang di Jakarta ke Wonosobo, agar bisnis di kampung halamannya itu hidup. Sementara gaya hidupnya tetap sederhana, walau sudah “menjakarta”.

Sabtu, 30 Juni 2011, saya berkesempatan ke Wonosobo memberikan seminar dari buku ketiga saya: Tuhan Inilah Proposal Hidupku. Sahabat saya itu, walau bukan panitia, menyediakan waktu menjemput saya ke hotel untuk sarapan di kantornya.

Dari lantai 5 kantor yang kini sudah menjadi milik BMT Tamzis saya bisa melihat pemandangan indah kota Wonosobo. Ketika saya bertanya berapa aset BMT Tamzis, dia menjawab ringan “Ya, dua ratusan milyar, mas.”

Usai acara, saya dijamu lagi oleh mas Saat dan teman-teman BMT di Wonosobo. Dengan menggunakan mobil yang tidak jauh beda dengan lelaki yang punya hutang Rp 40 juta tadi saya diajak jalan-jalan sambil menikmati mie ongklok, makanan khas Wonosobo.

Kami makan di warung kecil yang sederhana. Bukan hanya mie-nya yang nikmat, suasana ngobrol dan gaya hidup mas Saat menambah nikmatnya makan siang ketika itu. Bersama mas Saat saya menghabiskan 3 mangkuk mie ongklok.

Ketika saya pamitan hendak menuju Purworejo, mas Saat berkata, “Nanti mas Jamil lewat pasar Kertek, di sebelah kiri ada toko busana Merah Putih, itu usaha keluarga saya. Silahkan kalau mau mampir.”

Sayang saya tidak sempat mampir karena harus buru-buru ke acara lain di Purworejo. Namun saya sempat melewati toko busana yang ternyata sangat besar.

Melihat toko yang besar itu saya berkomentar, “Wih, pasti omzetnya ratusan juta setiap bulannya.” Komentar saya tersebut diaminkan oleh orang yang ditugaskan mengantakan saya ke Purworejo.

Mas Saat telah mengajarkan kepada saya bahwa hidup sederhana itu ternyata membahagiakan. Rasa kagumku semakin menjadi kepada sahabatku yang bersahaja ini.

Seharusnya, batin saya, lelaki yang punya hutang Rp40 juta tadi meniru gaya hidup Insinyur yang bernama lengkap Saat Suharto Amjad ini.

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter: @jamilazzaini

Keterangan foto:
Ir. Saat Suharto Amjad, CEO PT Permodalan BMT Ventura, pemiliki BMT Tamzis, Wonosobo.

Bagikan:

45 thoughts on “Kekagumanku Pada Kesederhanaan”

  1. Anggit Setyaningsih says:

    Subhanallah..luar biasa banget!!
    Sy akan meniru kesederhanaan beliau dlm kesuksesan sy nanti.amiin ๐Ÿ™‚

    1. alim says:

      Subhanaallah…teladan yang luar biasa, semoga bisa menirunya ๐Ÿ™‚
      Betapa kesederhanaan mengantarkan kepada kemuliaan dan kebahagian seseorang, baik dimata ALLAH dan sesama.
      Terima kasih artikel-nya pak,LUAR BIASA sebagai pengingat utk kita semua ๐Ÿ™‚

  2. Jamil says:

    Anggit terima kasih ya selalu komentar pertama. Salam SuksesMulia. Jamil Azzaini

  3. Rasul juga mengajarkan kesederhanaan…
    Rasul kaya raya…namun tidak hidup bermewah-mewah
    bukan kah ramadhan ini esensinya adalah kesederhanaan
    betul kan kek?
    seharusnya kita jauhkan gengsi…
    terima kasih kakek atas tulisan yg bermanfaat ini
    barakaLlahu

    1. dewi says:

      setuju mas Iqbal, Rosulullah tidak kurang2nya memberi tauladan utk semua aspek kehidupan.
      terima kasih juga Pak Jamil

  4. AWAL HASAN says:

    Teladan yang sangat special. Salut buat Pak Saat Suharto Amjad. Semoga saya bisa mencontohnya…

  5. wildan says:

    orang yang sederhana lebih mudah diterima diberbagai kalangan. semoga saya bisa seperti Pak Saat.. ๐Ÿ™‚

  6. Budi Santoso, BTM Kalibening- Banjarnegara says:

    Memang keadaanlah yg membentuk, bahwa kalo strata sosial kita akan tinggi perbanyaklah materi. Jujur, orang kadang hanya melihat materi, bukan kemampuan otak atau akhlakul karimaknya. Malah ada orang yg ilmunya pas2an, jadi pinter ngomong dan berani mengisi pengajian. Maaf Ustadz JA, sy pernah dengar kalo menyewa mobil utk jadi pembicara disuatu tempat dari Jakarta sewanya bisa smp 6jt apakah itu bentuk sebuah kesederhanaan?

  7. aandes says:

    wah makan mie ongklok ya pak jamil bukan mie ongklong………………. kapan nie ngisi acara di banjarnegara????? kotanya dawet ayu….hehe

  8. sofie says:

    makanya saya menikah dg org yg hidupnya sederhana juga pak..

    1. IMAM says:

      Uhuk! ๐Ÿ™‚

  9. Jamil says:

    Mas Budi, yang disewakan mobil itu saya waktu ngisi di Baturaden. Yang menyewakan PT Kubik. Teman2 Kubik menyewakan mobil Alpard karena dia ingin menjaga stamina saya yg ketika itu jadwalnya sangat padat. Saya baru tiba di Jakarta jam 10 Malam dari Medan, langsung ke Baturaden sampai Baturaden jam 07 pagi dan jam 08nya sudah mengisi seminar selama 4 jam lebih. Setelah itu langsung pulang.
    Sewa mobilnya menjadi 5 jutaan karena perjalanan Purwokerto-Bogor hari itu macet total sehingga saya baru sampai rumah siang hati keesokannya (lebih lama 10 jam dari jadwal). Saya, istri dan anak saya harus beristirahat total dua hari karena kelelahan perjalanan

  10. imam says:

    @mbak sofie: uhuk!

  11. Aswir says:

    Izin share ya Pak,,

  12. Jamil says:

    Aswir, semua tulisan disini boleh dishare tak perlu izin, saya malah senang luar biasa. alhamdulillah.

    Sofie, kenalin dong dengan suaminya, hehehehe

    Salam SuksesMulia. Jamil Azzaini

    1. IMAM says:

      Kayaknya saya kenal deh mas Jamil.. Heheheeh…

  13. rhea says:

    pak budi,
    maaf, menurut saya itu tidak masalah, karena sbg pembicara dgn jam terbang yg tinggi,selayaknya pak jamil mndptkan kendaraan yg sesuai dgn kebutuhannya.,
    maaf, saya dulunya event organizer, dan pernah ada pembicara saya yg minta disewakan alphard juga dgn beberapa pertimbangan (kenyamanan,kecepatan dll) utk memudahkan show beliau juga, kami sebagai EO ya menyediakan apa yg bliau inginkan,demi kelancaran acara ..

    *mohon maaf apabila tidak berkenan dengan pendapat saya,terimakasih*

  14. Motty says:

    Seperti biasa, sangat menginspirasi Mbah ร‹โ€ รขล’ยฃร‹โ€  #BigHUG

    Btw, laper apa doyan abis 3 mangkok? ร‹โ€ รขล’ยฃร‹โ€ 

  15. piyu says:

    terimakasih u postingan artikel pak jamil sungguh mencerahkan…wah kemarin pas di wonosobo lagi bapak nggak cerita yang pak saat itu ya…sungguh menginspirasi beliau….

  16. Adib Munajib says:

    Sederhana, i like it.

  17. chamdi umar says:

    ihik ihik, keselek kata mas Eri Sudewo

  18. akhnurhadi says:

    Salut… Jika para pemimpin bangsa ini seperti mas saat ini…

    @jamilazzaini, mas saat ini ada twitter ga ya?

    @akhnurhadi

  19. Nisa says:

    Subhannallah..
    Patut di contoh,

  20. Isty says:

    SubhaanaLLAH..
    great sharing..
    kesederhanaan sll berujung kemuliyaan..

  21. isa sadrah says:

    Subhanallah pola hidup Rasulullah dan para sahabat r.a di era akhir zaman…produktif tp tdk konsumtif….

  22. tamziser says:

    kesederhanaan itu indah, dan kami sering jadi teman beliau tidur di kantor……

  23. pretty says:

    Subhanallah…
    Kesederhanaan itu sesungguhnya lahir dari keyakinan Harta atau materi hanyalah ‘amanah’ dari Sang Maha Kaya

  24. odi says:

    Kekuatan sederhana…dahsyattttt,,,simple dan sederhana itu ada bedanya ga pak jamil??

  25. Khalik HR says:

    Memang terkadang kita sulit menghadapi hidup yg penuh sandiwara ini pa Jamil, semoga kita bisa mencontoh kesederhanaan pa saat.Amin

  26. A.Wijaya says:

    Terimakasih inspirasinya Pak JAmil.
    sekedar berbagi pemikiran,ketika seseorg memakai sesuatu yg mewah atau sederhana tdk manamin seseorg pada kndisi tersebut.bisa jd seseorg yg memakai kendaraan sederhana,sebenernya dia yg bermewah2an.misalnya ada 2 org,yg satu pakai avanza.yg satu pakai jaguar.yg menentukan mewah atau ga nya adalah Daya Cipta Financial msg2 org tsb.
    klo org yg pakai avanza msh kredit tiap bulan bayar 5 jt/bln.sementara income hanya 7 jt/bln.
    sdgkan yg pakai jaguar dia beli cash,serta incomenya per bulan 250 juta.
    dari dua org ini kita tau bahwa yg bermewah2an adl yg pakai avanza.krn daya cipta financialnya msh rendah sementara pengeluaran tinggi.
    nah dari hal ini kita tdk bisa menjudge apakah yg serba mewah menurut kita benar2 bermewah2an,yg nampak sederhana apakah benar2 sederhana .smua bisa terjawab klo sdh tau daya cipta finansial dan tentunya adl niat org tsb.sekian.trimakasih.Salam sukses bahagia berkah berlimpah!

  27. Jamil says:

    A.Wijaya, setuju dan terima kasih sudah menambah wacana di website saya. Salam SuksesMulia. Jamil Azzaini

  28. Ano says:

    wah ketinggalan 2 hri ini.
    Subhanalloh.
    Itulah yg patut kita contoh.
    Kesederhanaan alias tidak sombong, dan tdk ria.
    Pake mobil mewah tentu boleh, bahkan saya juga kepingin(Aamiin).tapi ya itu tadi jangan di jadikan untk pamer

  29. Jamil says:

    Terima kasih kepada semua yang sudah berkomentar, sebekumnya ada beberapa kesalahan ketik tapi sudah kami perbaiki. Salam SuksesMulia. Jamil Azzaini

  30. puji says:

    Alhamdulillah, jadi pengingat nih pak;), terimakasih.
    Itu 3 mangkok, mangkoknya kecil kali ya pak?:)

  31. Ayah Janet says:

    Setuju. Sederhana itu: hidup sesuai kebutuhan sesuai kemampuan. Saya terinspirasi Pak Jamil tgl 2 agu kemarin di medan merdeka barat.

  32. anggara says:

    wah, kena banget kek…makasi sudah memberikan cerita yg menginspirasi….ditunggu post artikelnya setiap hari supaya saya dan yg lainnya bisa slalu terinspirasi & semangat setiap hari…salam sukses & mulia kek..

  33. kang Mardi says:

    beberapa kali ikut training/seminar motivasi, isinya matrialistis semua, sehingga saya alergi/anti motivator. Tanpa sengaja ikut pengajian pak Jamil, sejuk banget hati saya & sangat termotivasi. Salam suksesmulia.

  34. banna says:

    subhanalloh jadi mau kenal deket dgn mas saat. btw,itu yang di picture foto mas saat?

  35. ade says:

    Bgtu inspiratif, Mdh2an sy bs hidup lbh sederhana n low profile saat ini n ketika diberi amanah rezeki. Trimakasih guru sdh mmbuka mata sy

  36. ariejhon says:

    Jangan liat casing ๐Ÿ™‚ luar,, daleman’y wuihhh tersimpan teknologi yg luar biasa dahsyat,

  37. dwisetyawan says:

    Alhamdulillah dpt pencerahan lagi.moga dpt merubah kebiasaan&dpt mencontoh tladan di atas.thanks pak Jamil artikelx.mg bermanfaat untuk saya.Amien.

  38. dian says:

    Jangan remehkan hal yang sederhana ๐Ÿ™‚

  39. Bukik says:

    Kesederhanaan itu benda simpel yang sudah langka di negeri ini

  40. julianto kristiawan says:

    Sebuah pengalaman yang sangat inspiratif…..

  41. Alhamdulillah, saya mengantarkan pak Jamil sampai bandara dengan selamat he..he.. Pengalaman makan mie ongklok bareng pak Jamil, sungguh inspiratif.. Trims pak jamil

Leave a Reply

Your email address will not be published.