Fokus itu 80:20

Menurut Anda apa persamaan B.J. Habibie, Muhammad Ali, Bill Gates, Michael Jordan, Ebiet. G Ade? Bisa jadi Anda bingung menjawabnya, mungkin sebagian Anda menjawab, “Sama-sama lelaki!” —kalau saya menjawab, “Sama-sama gak kenal Anda, he..he..he..”

Mengapa Anda bingung? Karena mereka memiliki profesi berbeda: B.J Habibie ahli rekayasa pesawat terbang yang pernah jadi Presiden RI. Muhammad Ali petinju legendaris. Bill Gates terkenal karena Microsoftnya. Michael Jordan terkenal karena kepiawaiannya dalam bermain basket. Sementara itu,  Ebiet G Ade kondang karena lagu-lagu khasnya.

Namun, walaupun mereka berangkat dari profesi yang berbeda, menurut saya, persamaan mereka adalah karena fokus pada satu profesi yang dipilihnya dan kemudian ditekuninya. Coba Anda bayangkan B.J Habibie bermain tinju. Muhammad Ali membuat program komputer. Ebiet G. Ade main basket di NBA. Intinya, mereka sama-sama fokus pada satu profesi yang ditekuninya. Fokus, atau dalam bahasa Inggris FOCUS adalah singkatan dari Follow One Course Until Success (mengikuti satu keahlian sampai sukses).

Fokus itu bukan berarti mengabaikan yang lain. Fokus itu menggunakan rumus 80:20. Apa artinya? 80% energi kita fokuskan pada pilihan profesi kita, 20% sisanya kita gunakan untuk yang lain. B.J. Habibie sekali-kali tentu boleh main basket, di lain waktu juga bisa menyanyikan lagunya Ebiet. Tetapi waktu yang dihabiskan terbanyak pastilah di bidang pesawat terbang.

Masalahnya, Anda tidak bisa menentukan komposisi 80:20 ini sebelum Anda sendiri menentukan apa profesi Anda? Apa keahlian Anda? Atau, dengan kata lain Anda sebenarnya ingin dikenal sebagai ahli apa?

Bila Anda tidak menentukan mulai sekarang dan Anda menjadi kutu loncat yang selalu berpindah profesi saya khawatir Anda akan menyesal di masa tua, mendekati pensiun bingung karena Anda tidak punya keahlian apapun. Kata orang tua dulu, “Bila kamu ingin mendapatkan banyak hal maka kamu tidak akan mendapatkan apa-apa.”

So, Insan SuksesMulia pilihlah profesi yang akan Anda tekuni kemudian fokuslah pada profesi itu dengan porsi 80:20. Saya yakin Anda akan menjadi seseorang yang makin tua nilai Anda makin mahal.

Salam SuksesMulia!

Bila manfaat silahkan tulisan ini dishare ke teman-teman Anda.

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter @jamilazzaini

Bagikan:

13 thoughts on “Fokus itu 80:20”

  1. terimakasih infonya

  2. Farah Dinna Z says:

    Yup setuju. Kebanyakan org indonesia lebih milih utk “tahu” tau ini tau itu semuanya sedikit2 gak fokus utk satu contain.

  3. wong deso says:

    Bagaimana kalo sudah tua tapi masih belum mampu menemukan profesi dan belum mampu fokus?

  4. Terima kasih responnya semua ya. Khusus Wong Deso, nikmati saja atau fokuskan keahlian yg sudah dimiliki, misalnya berkebun, menulis dll. Salam SuksesMulia

  5. dodi rusandi says:

    suksesMulia…!!!, pa Jamil…, sy orang thingking introvert…,sy msh kesulitan untuk focus satu profesi…, tlg pa…, ajiannya di share…, tks

  6. arip wahyudin says:

    Betul pak! Kebenyakan orang pindah2profesi karena pengen untung banyak! Eh malah jadi buntung ga sampe2! Ditambah lagi ada istilahnya pak namanya DORAEMON! Apa yang oreng lain perlukan segala macam ada? Apakh itu juga dinamakan g focus pak?

  7. viezme says:

    Bismillah..semoga saya bisa FOCUS dengan apa yang sedang saya pilih saat ini.. 🙂

    Saya suka dengan petuah2 atau cerita2 bapak di radio Trijaya FM ^_^b

    SalamSuksesMulia ya Pak..

    1. Anggun Setianto says:

      setiap hari apa n jam berapa mba siarannya?

  8. Saya siaran di Trijaya setiap hari, (kapsul 3 menit) setiap jam 07.12 dan 17.12 setiap hari, semoga menginspirasi dan mendorong orang semakin SuksesMulia, Jamil Azzaini

  9. eNdah says:

    Tapi bingungnya, menentukan profesi/bakat yang qt miliki. kita tdk tau profesi yang dimiliki apa..

  10. Tony says:

    Saya juga jujur bingung menentukan profesi saya yang sesuai passion saya >.<
    Padahal sudah 29 tahun.

  11. asfsf says:

    kkkkkkkkkkkkkkkkkkk

  12. khoirul anwar says:

    Terima kasih pencerahannya pak Jamil Azzaini. Saya suka dengan tulisan-tulisan bapak yang menginspirasi. Saya juga sudah membeli beberapa buku yang Bapak tulis.

    Boleh curhat ya Pak? 🙂
    Saya sendiri masih merasakan kesulitan menentukan fokus di mana. Saya sebenarnya sedikit tahu beberapa kelebihan saya. Diantaranya, kalau saya baca al-Qur’an beberapa kali saya dapati orang memuji keindahan bacaan saya. Alhamdulillah, saya sudah mencoba memanfaatkan kelebihan itu dengan menjadi Imam Sholat. Dan Alhamdulillah, ada seorang jamaah yang bahkan memberangkatkan saya umroh, yang konon menurut informasi dari jamaah yg lain, salah satu alasan beliau memilih saya adalah karna tersentuh dengan bacaan al- Qur’an saya. (semoga Allah tidak mencatat pernyataan saya ini sebagai Ria’, tetapi semata-mata dengan maksud ‘tahaduts bin ni’mah’)

    tetapi saya sering berfikir, kalau hal ini bukanlah sesuatu yang luar biasa karna manfaat yang bisa saya berikan pada umat hanya dalam lingkup yang kecil. justru yang sering muncul dalam angan-angan saya adalah menjadi orang kaya dan bisa mendirikan bisnis yang mampu menolong orang mendapatkan nafkah hidup. karena saya melihat orang-orang muslim lemah dalam hal ekonomi. jauh tertinggal dari umat yang lain. saya melihat banyak orang tidak karu-karuan hidupnya kebanyakan disebabkan faktor ekonomi. mohon sarannya pak Jamil. mohon doanya juga semoga Allah mengampuni saya yang banyak tidak mensyukuri nikmat yang Dia anugerahkan. jazakallah khoiron

Leave a Reply

Your email address will not be published.