Balasan itu Sempurna

Ada tipe orang yang sering protes begini, “Saya sudah rajin sedekah, sholat dhuha dan ibadah lainnya, kok hidupnya masih susah. Sementara orang-orang terkaya di dunia itu gak pernah melakukan apa yang saya lakukan. Tapi kok justru mereka jauh lebih kaya dibandingkan saya. Katanya janji Allah pasti?”

Mendengar curhatan kelompok orang-orang ini saya teringat pelajaran dari guru saya. Beliau mengatakan balasan Allah itu diberikan di dunia dan akhirat secara sempurna, tidak ada yang meleset sedikitpun. Kasih sayang-Nya diberikan secara adil baik kepada orang yang beriman maupun orang yang ingkar sekalipun.

Orang-orang yang tidak beriman kepada Allah juga akan mendapat balasan sempurna. Apabila di dunia mereka bekerja lebih keras dan cerdas dibandingkan orang yang beriman maka kehidupan di dunianya akan lebih terhormat dibandingkan orang yang beriman tetapi malas.

Seharusnyalah orang-orang yang mengaku beriman itu malu bila prestasi di kantor atau bisnisnya kalah dibandingkan orang-orang ingkar kepada-Nya. Mengapa? Karena orang beriman yakin bahwa mereka akan mendapat balasan sempurna di dunia dan akhirat. Sungguh kita perlu meragukan keimanan seseorang yang hanya menyakini bahwa balasan amalnya hanya di akhirat saja.

Hiduplah bermartabat di dunia dengan memperbanyak prestasi yang bisa kita torehkan. Namun jangan lupakan bahwa prestasi yang berlimpah itu bukan untuk popularitas dan pencitraan di dunia tetapi demi mendapatkan balasan di akhirat. Dengan cara ini Anda mendapatkan kehidupan dunia yang terhormat dan kehidupan dunia yang selamat.

Kita perlu memantaskan diri agar hidup terhormat di akhirat dengan selalu melakukan yang terbaik di dunia. Bila Anda berkarir, berkarirlah dengan strategi dan cara yang terbaik dan berusahalah untuk selalu menjadi karyawan terbaik. Apabila Anda bisnis, lakukanlah bisnis yang strategis dan berpeluang menjadikan Anda berlimpah harta.

Ringkasnya, kita memang perlu jadi ahli ibadah, tetapi itu tak cukup. Anda perlu juga menjadi ahli manfaat sekaligus ahli di profesi yang Anda tekuni. Percayalah, balasan Allah itu sempurna di dunia dan juga sempurna di akhirat.

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter: @jamilazzaini


kisahInspiratif


Bagikan:

23 thoughts on “Balasan itu Sempurna”

  1. enhaka92 says:

    kita memang perlu jadi ahli ibadah, tetapi itu tak cukup. Anda perlu juga menjadi ahli manfaat sekaligus ahli di profesi yang Anda tekuni. Percayalah, balasan Allah itu sempurna di dunia dan juga sempurna di akhirat.
    sangat inspiratif, nuhun ustadz

  2. Gyl says:

    Setuju pak Jamil. Terkadang kita yang lupa kalo belum melakukan apa-apa. Beribadah dan berdoa setelah itu hanya menunggu, tidak bekerja.

    Iya. Jadi ingat iklan pas bulan Ramadhan dulu. Ada gambaran orang yg berdoa di musholla minta kaya dll sampai sudah berdebu dan tertutup jaring laba-laba badannya.

  3. Lani Soetomo says:

    Sy setuju dg artikel ini krn sy sdh merasakan sendiri balasannya. Walaupun di pekerjaan sy blm sesuai dg yg sy harapkan, ternyata Allah membalasnya melalui bisnis sampingan sy. Baru memasuki bulan ke tiga di tahun ini, reward 2 motor sudah sy raih. Alhamdulillah….

    1. Keren sudah dapat motor euy. Selamat ya bu. salam SuksesMulia

      1. Lani Soetomo says:

        Terima kasih pakk…. Berkat inspirasi tiap pagi dari bpk bikin sy jadi semangaaaatttt teruusss

  4. RaishaMyesha says:

    Setuju sekali Kek.
    Sdh lama tdk baca tulisan2 Kek Jamil yg selalu memberikan manfaat untuk saya.

    Terima kasih

    1. Ayo baca tiap hari 🙂

  5. ismia says:

    Selalu inspiratif,,, termkash kek

  6. rakazt says:

    Senin pagi selalu dapat pencerahan dari tulisan kek jamil, terima kasih Kek, Salam Sukses Mulia

  7. yordan says:

    balasan Allah nggak melulu harta melimpah, masih banyak kenikmatan lain selain harta

  8. andika dj says:

    super mas… suwun inspirasinya…

  9. EMIL FADLI says:

    ruhbaanun billail

    fursaanun bin nahaar

    jazakalloh kek

  10. Dayatn says:

    Saya kadang seperti itu sih,
    tapi kalau dipikir-pikir ya ibadah itu gk boleh itung-itung..

  11. Liza says:

    Terima kasih utk tulisan yg membangun semangat utk menjadi insan lebih baik lagi setiap harinya..

    Salam sukses mulia pak..

  12. mei says:

    Terimakasih utk semangatny kek…kebetulan skrg lg sedih bgt, soal kntor n smuany :]

  13. pipiet utari says:

    Pernah terpikir oleh saya pertanyaan spt di atas… saya renungkan…dan sy simpulkan apa yg saya peroleh saat ini adalah jawaban dr doayg selama ini sy panjatkan ” ingin selamat dunia akhirat” , mungkin utk kualitas diri saya jk diberi kelimpahan harta bisa terlena dan kufur nikmat atau sebaliknya jk diuji dalam kekurangan yg amat sangat bs terkikis iman, jd yg sy peroleh saat ini sy syukuri, cukup Alloh saja bagiku…niscaya aku takkan kekurangan

    1. Keren, kesadaran diri dari proses pembelajran di universitas kehidupan

  14. Betul betul betul
    Subhanallah,,,:)

  15. genborneo says:

    kalau dipikir-pikir tentunya balasan diakhirat yg akan lebih membahagiakan dibanding dengan kenikmatan dunia

  16. Didik Suhardi says:

    Pak Jamil,
    sepertinya ada yang salah ketik di alinea kelima:
    “mendapatkan kehidupan dunia yang terhormat dan kehidupan dunia yang selamat.”
    kata ‘dunia’ yang kedua mungkin maksudnya ‘akhirat’ ya,,,
    🙂

  17. Andri Surya says:

    Seperti yang saya pelajari selama ini, balasan sesuai tingkat kepantasan. Sekarang memcoba terus memantaskan diri baik dunia dan akhirat, salah satunya mencoba menerima dengan ikhlas jika saya mendapat balasan yang mungkin tidak sesuai dengan apa yang saya inginkan tapi sudah pasti Allah tahu apa yang terbaik buat saya 🙂

  18. Rahayu Widyastuti says:

    Allah lebih tahu kapan balasan itu akan diberikan. Jikalau bukan di dunia pasti di akhirat nanti akan menuainya.

  19. #merenung..

    terima kasih kek..

Leave a Reply

Your email address will not be published.