Terjebak dalam Kebisingan

muter.jpg

Dunia berkembang begitu cepat. Media komunikasi muncul dengan berbagai jenis. Setiap hari kita ditawari berbagai informasi yang sebenarnya tidak kita butuhkan. Dan sayangnya sebagian kita terjebak di dalamnya. Sibuk buka whatsapp, BB, istagram, twitter, facebook, youtube, path, line dan sejenisnya.

Sahabat saya ada yang punya puluhan group whatsapp yang aktif. Saat saya tanya, “Apa manfaatnya bagimu?” Ia menjawab, “Ya untuk menjaga hubungan.” Kemudian saya tanya lagi, “Benarkah hubunganmu semakin terjaga?” Ia menjawab singkat, “Gak juga sih…”

Terjebak dalam kebisingan informasi membuat kita tidak punya waktu memikirkan secara matang dan mendalam sesuatu yang penting. Kita semakin banyak tahu, tetapi tidak menjamin kehidupan yang semakin bermutu. Waktu kita habis hanya untuk sesuatu yang tidak perlu. Kita hanya sibuk dengan “kulit-kulit” kehidupan dan terjauh dari sesuatu yang esensial.

Banyaknya media komunikasi juga membuat kita manusia yang serba terburu-buru. Terburu-buru karena ingin segera mencari tahu apa yang di-share orang lain melalui berbagai media yang ada. Terburu-buru karena ingin segera update status. Terburu-buru melakukan sesuatu karena sebelumnya tenggelam dalam kesibukan membaca, mengomentari, membalas dan sharing di social media.

Media komunikasi juga membuat kita terbiasa multi tasking (dalam satu waktu melakukan banyak aktivitas). Sedang rapat, diskusi, ikut training, ngobrol namun tangan sibuk bermain gadget, mata tertuju ke tangan, pikiran melayang ke berbagai penjuru. Padahal berbagai riset menunjukkan terlalu sering multi tasking itu sangat merugikan.

Terkadang orang enggan lagi curhat dan ngobrol dengan orang terdekat. Ia lebih senang melakukannya via social media. Padahal boleh jadi masalah Anda tersebar luas tetapi tak ada solusi yang Anda dapatkan. Hati merasa “plong” tetapi tidak membuat move ON.

Terjebak dalam kebisingan membuat sebagain orang merasa menjadi orang penting padahal tidak. Terjebak dalam kebisingan membuat kita banyak tahu informasi tetapi ketahuilah itu justru membingungkan hidup kita. Mari kita manfaatkan berbagai media yang Anda dengan bijak dan tidak membuat kita terjebak. Merugikan…

SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? FOLLOW saya di twitter: @jamilazzaini. Atau, LIKE saya di facebook

Bagikan:

13 thoughts on “Terjebak dalam Kebisingan”

  1. dianhandiana says:

    saya juga sering terburu-buru Pak. Buka web ini dan membaca artikel baru, ilmu dari pengalaman yang dibagikan di web ini 😀

    1. Jamil Azzaini says:

      Hehehe…kalau ini boleh banget, apalagi buru-buru disebar 🙂

  2. eka says:

    ya kek,, terkadang selagi sama baby ku.. aku malah nyambi buka buka social media. padahal dia juga butuh perhatian saya. hikss,,,, miris juga

    1. Jamil Azzaini says:

      Hehehe. Yg penting sadar 🙂

  3. andi djunaidi says:

    Jazakallahu khair Mas Jamil, mengena sekali atas kondisi yang terjadi.
    Semoga Allah SWT melindungi kita dari perbuatan sia-sia dan tidak memberi kebaikan dunia/akhirat.
    Salah satu Solusi-nya adalah komitment untuk hanya membuka media sosial pada jam yang memang dialokasikan.

    Salam,
    Andi

  4. Salman says:

    Merasa “plong” tetapi tdk membuat move on.

    Senang bisa membaca tulisannya tiap minggu. Terima kasih 🙂

    1. Jamil Azzaini says:

      Ayo tiap hari, jangan tiap minggu 🙂

  5. Bang Erwan says:

    Jleb nanceb. Saya terjebak kek. Semoga ke depan saya lebih bijak memanfaatkan berbagai media yang ada.
    Terima kasih sudah mengingatkan kek☺

    Salam SuksesMulia

  6. Cecep Saprudin says:

    Subhanallah….
    Tulisannya kerON banget nih.. Pak Jamil….
    Tulisannya masih ada hubungannya dengan judul “Pandanglah Sekitar” yang diposting pada tanggal 13/05/2014 . Tulisan Pak Jamil itu saya share di acara Arisan Keluarga hari Ahad kemarin. Alhamdulillah “mengena” materinya, banyak yang “melek” padahal tadinya pada ngantuk…. hehe
    Makasih ya pak. Ditunggu terus tulisannya.

    1. Jamil Azzaini says:

      Wah saya ikut senang….

  7. mahfudz RZ says:

    Trimkasih kek….

  8. kusrini says:

    Bener banget kek..tapi mestinya kakek berikan juga dong solusinya..misal dg mengatur wktu kapan kita pegang gadget dan kapan kita taroh itu gadget..miris banget memang jaman sekarang pada kecanduan medsos..sering saya lihat ibu2 gendong bayinya..bukannya bayinya yg diajak ngobrol malah tangannya ndk lepas dr hape..padahl lg dibonceng sepeda motor…semoga bisa diambil.pelajarannya ya..

  9. ROFIN says:

    Wah Jleebbb banget nih artikelnya, persis dengan keadaan yg saya alami.
    ketika saya sedang bersama anak dan istri di rumah, kadang kami sibuk dengan hp masing-masing..Astagfirulloh
    Terimakasih nasehatnya Pak Jamil

Leave a Reply

Your email address will not be published.