Obat Lelah Mujarab

Tiga pekan memberikan seminar dan training setiap hari tiada henti, berpindah-pindah propinsi ternyata menguras energi. Walau istirahat cukup dan makan teratur, kejenuhan tetap tak bisa dihindari. Untuk mengurangi lelah dan kejenuhan di beberapa tempat (Bali, Bandung, Surabaya dan Bogor) saya mengajak istri dan anak ke tempat training.

Guru saya berkata, “Berhati-hatilah saat kau lelah, karena iman biasanya sedang lemah dan kau akan mudah marah. Bila kau sudah cukup istirahat dan makan teratur masih juga lelah, itu pertanda lelahmu berasal dari relung hatimu. Obatnya adalah menangis, mengadu kepada-Nya, dan bercengkerama dengan orang-orang yang kau cinta.”

Menangis sudah sering saya lakukan, terutama saat rindu membuncah teringat dua anak saya yang sedang merantau di Jerman. Bukan hanya itu, tiba-tiba saya juga sering menangis tersedu karena merindukan memeluk sang Nabi, mungkinkah? Oh rinduku yang ini, rindu tiada bertepi. Antara harapan dan kekhawatiran bercampur menjadi satu. Mungkinkah Sang Maha Tahu mengizinkan saya memeluk kekasih-Nya? Mungkinkah amal kebaikan saya cukup untuk membeli tiket berjumpa dengan sang Nabi, memeluknya sepuas hati.

Mengadu kepada-Nya sering saya lakukan di setiap kesempatan. Baik itu sebelum subuh, saat terbang di atas pesawat, ataupun saat sendiri di kamar hotel. Mengadu kepada-Nya tak mengenal tempat dan tak mengenal waktu. Karena Dia memang sebaik-baik tempat mengadu.

Senin malam (25 Februari 2013) adalah puncak lelahku. Saat itulah saya meminta pihak hotel tempat saya menginap untuk mencarikan tukang pijat terbaik di Balikpapan. Usai dipijat lelaki asal Madiun, saya tidur sangat nyenyak. Namun usai memberikan training sesi pertama di Pama Persada, keesokan harinya, lelah kembali datang.

Pulang dari Balikpapan saya putuskan terbang ke Lampung, ingin bercengkerama dengan orang tua, kakak dan adik saya. Ternyata, obat ini benar-benar mujarab. Setelah bercengkerama dan makan malam bersama dengan masakan khas ibunda, lelah itu benar-benar sirna.

Dini hari tadi, bangun tidur dalam keadaan fresh. Setelah bermunajat kepada-Nya, saya bersama adik dan ipar saya menonton Barcelona – Real Madrid di televisi. Walau “jagoan” saya el Barca kalah 1-3, yang terpenting bagi saya adalah lelah itu telah pergi dan siap beraktivitas dengan full energi.

Pelukan, masakan dan obrolan dengan orang tua serta saudara itu terbukti mengusir lelah, memulihkan energi dan semangat, mengisi relung-relung hati yang hampa. Cobalah…

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter: @jamilazzaini

Bagikan:

38 thoughts on “Obat Lelah Mujarab”

  1. KERIPIK BUAH @7Chipz says:

    Setujuuuuuu dengan kek jamil 🙂 #salamsuksesmulia

  2. terkadang qt lebih memilih meminum obat penambah energi jk merasa tubuh ini kena 5L, padahal dgn berkumpulnya qt bersama keluaraga besar diakhir pekan itulah obat lelah yg paling mujarab ya kek. ..hehe 😀

  3. CECEP SAPRUDIN says:

    Kebersamaan, perhatian dan kasih sayang bersama orang-orang sekitar lebih mampu memberikan energy yang maha dahsyat. Itulah kekuatan Cinta yang sesungguhnya.
    Peluk!!!
    Salam SuksesMulia.

  4. memang obat lelah yg paling mujarab adalah saat qt bisa berkumpul, berncengkrama dgn keluarga besar.

  5. mukti says:

    terima kasih. butuh banget ini…

  6. @desendy says:

    “Berhati-hatilah saat kau lelah, karena iman biasanya sedang lemah dan kau akan mudah marah”
    sangat-sangat menginspirasi di pagi yang indah kek Jamil….

  7. nuraini says:

    betul banget thu..
    hal-hal sederhana ternyata sangat ampuh untuk mengusir lelah..
    terima kasih pak Jamil,, tulisan pagi ini sangat menginspirasi 🙂

    1. Sama-sama, boleh disebarluaskan lho…salam SuksesMulia

  8. sury says:

    gak berani pulang kalo gak bawa uang 🙂
    mohon do’anya om moga dicukupkan…amin

    ※rasa rindu sudah menjalari sekujur tubuh :’)

    1. Orang2 di kampung terkadang tidak mengharap uang lho…

  9. Mita Silvia says:

    Salam kek..
    Kebayang banget rasanya bertemu dengan orang2 yg kita sayang.. Wah orang tuanya ada di Lampung ya? Amakku juga disana loh kek, di Kedaton 🙂
    Rindu amak 🙁

  10. rubi says:

    energi dahsyat itu bersal dari kasuh sayang orang-orang di sekeliling kita,,nwun pak jamil

  11. Slamet Widodo says:

    sekali lagi, kena lagi pak ke saya, semoga bapak selalu dalam kesehatan dan “fresh” Aamiin.

    1. Amin YRA, terima kasih doanya ya mas.

  12. Nurul Sulistyoningrum says:

    setuju sekali, rasa lelah sirna semua saat berkumpul, bercengkrama bersama keluarga dan saling berbagi.

  13. Agrydzadana Frisa says:

    Subhanalla pak, sangat menginspirasi. Tapi ada juga nih pak yang biasa saya lakukan, seperti membaca kitab suci dan mencoba merenungi serta memperbaiki motivasi dalam melakukan sesuatu tsb. Apa yang Tuhan syariatkan dalam firman-Nya serta janji-janji kebenaran yang pasti terjadi selalu jadi penyemangat saat lelah hadir. Salam sukses mulia

    1. Siip, kalau menurut saya itu saya kelompokkan dalam mengadu kepada-Nya. Salam SuksesMulia

  14. ama says:

    Ada apa dgn hati saya ya kek?
    Saya justru merasa semakin lelah saat saya berdekatan dgn keluarga saya. Saya merasa begitu banyak hidup saya yg diintervensi, dikomentari saat saya memutuskan tuk hidup berdekatan dgn mereka. Walaupun mgkn secara fisik beberapa terbantu. Apa yg salah ya?

    Saya justru merasa hidup mudah, tentram, damai saat berjauhan (dan hanya sesekali berjumpa dgn mereka). Meski mgkn secara fisik lelah. Tp hati tidak..

    1. Mungkin karena Anda fokus melihat sesi negatifnya, cobalah lihat sisi positif dan kebaikan saat berkumpul. Salam SuksesMulia

  15. dnur77 says:

    alhamdulillah…syukurku pada-MU ya ALLOH….

  16. mbah umbar "ayam bakar mas Puendek +rejo" says:

    Kek.. Orang tuanya “Lampung”nya mana? Saya pringsewu, sy ngefan ma sampean tu sejak di DD.. Mudah2an lok dekat, kami usahakan tuk bs silaturahmi ke ortu kakek.. (Lok ga ganggu lho).. Makash.

    1. Ortu saya di desa Rejomulyo, Kecamatan Tankung Bintang, Lampung Selatan. Hari ini saya balik ke Jakarta, besok Kamis ada acara di Jogja. Salam SuksesMulia

  17. sury says:

    sejuta% bener om…^^
    tapi……hehe
    biarlah jd rahasia hati,hallah…:D:D
    yg jelas sy suka semua artikel disini.
    amat sangat cukup untk mengurangi rasa rindu pd almarhum bapak sy…:’)

    ※sosok bapak yg menyenangkan dan menenangkan :D.
    moga anknya si om jg soleh dan solehah ya…^^

    1. Hehehehe, amin YRA. Saling mendoakan ya

  18. Deka says:

    Setuju kek..kebiasaan juga..detox dgn menangis..setelah nangis rasanya plong + ngobrol dgn keluarga ato teman2..tambah plongg

  19. Muthmainah Putri says:

    Gerimis hatiku..
    Thanks mas jamil:)

  20. hendri says:

    Makasi Ayhanda..sangat inspiratif, I’ll try. Sayang kita ga bisa ketemu..padahal saya juga diBalikpapan

  21. adi says:

    tulisannnya om jamil jd inget masa kecil, kayaknya pengen selalu deket dgn ayah, ibu dan adik2 walaupun saat itu kt dlm kondisi pas2an, ya allah semoga mereka semua diberikan kesehatan & umur panjang. amin ……..

  22. kangdamar says:

    makasih infonya menarik sekali

  23. @uda_opick says:

    kalo kek Jamil di bandung dan mau Di Terapi Hijamah / Bekam saya siap selalu..

  24. Feri Naldi says:

    wah kalo saya masih mahasiswa di Bandung pengen melepas lelah pulang ke Padang pikir2 juga kek -_-‘

  25. ytie says:

    bnr bgt om,,org tua jg mrsa sneng kl bs sll ngobrol m ank2ny.
    Dulu purworejony mn om sblm pindah lampung?sy org purworejo lho

  26. ading says:

    satuju pisan abdi oge.

  27. DHIELA says:

    setelah membaca tulisan bapak ini,saya tersadarkan bahwa betapa pentingnya keluarga besar dalam kehidupan kita, di saat kita punya masalah, maka keluarga besarlah yang pertama kita mintai pertolongan. terima kasih pak….

    ijin share ya….

  28. Bahayanya lelah dari relung hati, pengalihan ke relaksasi dan melepas diri dari rutinitas memang mujarab.

  29. semangat Pak…!

    😀

  30. nursila says:

    wah…amazing ilmunya…

Leave a Reply

Your email address will not be published.