Hati-hati Ruqyah

Share this
  • 48
  •  
  •  
  •  
  •  
    48
    Shares

Bagi Anda yang pernah menonton acara Ruqyah Syar’iyah di Trans 7 tentunya Anda tahu nara sumbernya, ustadz Adam Amrullah. Saya mengenalnya karena beliau menjadi peserta Wanna Be Trainer (WBT) angkatan 17 di Jakarta. Sebagian besar yang ikut acara WBT adalah para profesional, owner bisnis dan calon trainer. Hanya beliau yang berprofesi sebagai ustadz. Usai acara WBT saya dipeluk erat oleh beliau sembari menangis. Pelukan tulus yang sulit saya lupakan…

Berkaitan dengan ruqyah ini, saya jadi teringat ada sahabat saya yang berkisah tentang orang yang sangat ahli di bidang ini. Dikisahkan, suatu hari sang peruqyah ini diminta untuk meruqyah orang yang di dalam tubuhnya ada 20 jin.

Setelah berulang kali membaca ayat-ayat ruqyah, 19 jin langsung lari terbirit-birit. Apalagi di kalangan dunia jin, peruqyah ini sudah terkenal kredibilitas dan kemampuannya. Namun, masih ada satu jin yang tidak mau pergi walau sudah dibacakan puluhan kali ayat-ayat ruqyah.

Sang peruqyah langsung berpikir, “Ini pasti bossnya para jin.” Maka, intensitas bacaannya diperbanyak bahkan ditambah bacaan yang lain yang diyakini lebih manjur. Setelah berjam-jam melakukan ruqyah dan tidak berhasil, peruqyah yang bisa ngomong sama jin ini pun meminta dengan halus, “Bossnya para jin keluarlah, saya sudah lelah.”

Di saat peruqyah bicara seperti itu, 19 jin yang sebelumnya lari justru kembali. Spontan peruqyah itu membatin, “Ini gara-gara saya nyerah sama jin.” Maka sang peruqyah menguatkan mental lagi dan membentak 19 jin yang datang, “Ngapain kalian datang lagi? Mau nantang saya!”

Sembilan belas jin itu terkejut dan berkata, “Ti.. ti… tidaaak, ustadz. Kami hanya ingin menjemput teman kami yang paling lemah, tuli dan budeg, ustadz. Mohon diizinkan.”

Baca Juga  Jawablah Pertanyaan Ini

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? FOLLOW saya di twitter: @jamilazzaini. Atau, LIKE saya di facebook


Share this
  • 48
  •  
  •  
  •  
  •  
    48
    Shares

11 comments On Hati-hati Ruqyah

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer