Berprasangka Baik

Dua bulan terakhir ini hampir setiap hari saya memberikan seminar atau training, tak ada waktu untuk datang ke kantor. Alhamdulillah, kemarin ada jeda satu hari, jadwal training kosong. Kesempatan tersebut saya gunakan untuk menengok kantor saya yang ada di Bogor. Rupanya di kantor banyak karyawan baru.

Seperti biasa, bila lama tak ke kantor aktivitas yang pertama kali saya lakukan adalah rapat. Apalagi mulai hari ini hingga awal bulan Ramadhan setiap hari saya ada jadwal training di beberapa kota. Yang membuat saya bangga, begitu terdengar adzan, anak-anak muda di kantor saya bergegas berwudhu dan sholat berjamaah.

Melihat semangat mereka bersegera menyambut panggilan shalat saya teringat nasihat dari guru saya. Katanya, “Bila kita berjumpa dengan orang yang lebih muda berprasangka baiklah bahwa ia masih belum banyak dosa seperti kita. Sedangkan bila kita berjumpa dengan orang yang lebih tua, berprasangka baiklah bahwa ia lebih banyak amal dan pengalaman hidupnya dibandingkan kita.”

Saya termasuk sangat iri kepada anak muda, khususnya kepada mereka yang dosanya tidak seberapa tetapi kebaikannya melebihi saya yang sudah lebih tua. Selain iri, saya terkadang sangat malu dengan mereka. Kok bisa? Ya, mereka lebih “sempurna” dibandingkan saya tetapi mau mendengarkan nasihat atau inspirasi dari saya yang masih perlu banyak berbenah ini.

Ketika berjumpa dengan orang kaya, kita pun perlu berbaik sangka bahwa sedekahnya sudah jauh lebih banyak dibandingkan kita. Sementara bila berjumpa dengan orang miskin, berbaiksangkalah bahwa mereka jauh lebih sabar dibandingkan kita. Bila kita yang diuji dengan kemiskinan, boleh jadi kita tidak sesabar mereka.

Berprasangka baiklah kepada orang-orang yang baik. Adapun kepada orang-orang yang sering berdusta, tentu kita harus waspada. Kepada penipu, pembohong, koruptor dan ahli maksiat yang belum taubat tentu kita tak boleh mudah percaya.

Berprasangka baik itu pada orang dan tempat yang tepat. Tentu bila di tengah malam ada orang yang diam-diam masuk ke rumah Anda maka Anda tak seharusnya berprasangka baik. Begitupula bila ada orang yang baru Anda kenal kemudian menawarkan bisnis dengan keuntungan yang menggiurkan, tentu Anda tak boleh berbaiksangka.

Kepada Sang Pencipta kita wajib selalu berbaik sangka, tetapi kepada manusia, kita tidak harus selalu berbaik sangka. Sepakat?

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter: @jamilazzaini


seminarONparenting


Bagikan:

18 thoughts on “Berprasangka Baik”

  1. Zakiy says:

    Sepakat… Untuk bisa meletakkan sikap prasangka baik dan waspada pada tempatnya yang tepat juga perlu jam terbang dalam menjalani episode kehidupan ini ya guru?

  2. @AryoAha says:

    Bungkussss … Kapan ke Solo Kek Jamil ……….. 😀

    1. Nunggu undangan nikahmu, hehehe

  3. sangat inspirasi… kek, kapan lagi muncul di acara tv ya, semoga dibulan ramdhan bisa tampil.. hehehehe

    1. Terima kasih mas, saya nunggu panggilan saja dari TV, hehehe

  4. M. Furqon Zahidi says:

    Berprasangka baik bisa jadi obat untuk galau. Insya Allah hati lebih tenang. Salam Sukses Mulia Kek. *peluk*

    1. Apa kabar pak Guru. Insya Allah bulan Agustus Nadhira liburan dari Jepang. Terima kasih ya sudah mendidik anak saya. Peluk dari jauh juga

  5. Bang Tono says:

    berprasagka baik tetapi juga mesti waspada..

  6. Sepakat, Pak Jamil.
    Berprasangka baik kepada Allah itu wajib, sedangkan kepada manusia berprasangka dengan mengembangkan sikap kepekaan.

  7. Aditia says:

    Right person at right moment, thanks grandpa for your kind words 🙂

  8. #InspirasiParenting

    Siip kek, Bebaik sangka dan waspada, adalah dua hal yang sejatinya selalu harus ada dalam diri. Ibarat kepingan uang logam yang terdiri dari dua sisi.

    Waspada dan berburuksangka adalah dua hal yang berbeda. Kita perlu berbaik sangka, tapi juga perlu mengasah radar kewaspadaan agar tetap lebih pekah. Bukan gitu Kek? Salam SuksesMulia.

  9. semoga kita semua selalu Semangat menjaga Fikiran dan Prasangka yang Baik…

  10. ichsan halim says:

    jadi kalau terhadap “TIKUS” parlemen apa harus berprasangka baik?

  11. Wirtoyo says:

    Kasus saya pak, kemaren saya di telpon oleh oleh orang yang saya kenal suaranya, dia minta tolong karena ada masalah di kepolisian.. katanya habis nabrak orang.. dia minta tolong ditransferin 400rb buat ngurusin masalahnya, karena saya pikir dia sedang membutuhkan maka saya transferin walau cuma 200rb, dia bilang akan di ganti kalo keluar dari kantor kepolisian, belakangan saya kontak temen saya eh.. ternyata dia bilang dia gak ada masalah sama skali dan gak pernah minjem duit ke saya, saya sadar kalo ternyata saya kemakan Modus Penipuan pak.., Padahal saya sudah BERPRASANGKA BAIK pada si penipu itu, mudah2an saya bisa iklas yah pak…

  12. syafrini QA says:

    Absolutely agree!! Don’t judge by the cover..

  13. khusnul fatonah says:

    Setuju, Pak. Selalu berprasangka baik, tetapi harus waspada agar kebaikan kita tidak disalahgunakan oleh orang2 yang tidak bertanggung jawab.
    #Izin share ya, pak :)Salam SuksesMulia

  14. Anton says:

    Sepakat pak….. berbaiksangka kepada orang lain tanpa kehilangan kewaspadaan…Tks suhu..

Leave a Reply

Your email address will not be published.