Kebencian

Adakah orang yang Anda benci? Siapa dia? Bila ada itu manusiawi. Tetapi segeralah buang rasa benci itu. Mengapa? Karena rasa benci itu sangat merugikan. Ia seperti api yang membakar kayu. Ia seperti keburukan yang membakar kebaikan.

Apabila rasa benci kepada seseorang masih bersemayam dalam diri Anda, setidaknya ada tiga kerugian. Pertama, kebencian itu menutup kebaikan dan amal sholeh. Contohnya, ketika orang yang Anda benci memerlukan sesuatu, Anda enggan membantunya. Padahal sebenarnya Anda bisa membantunya karena memang Anda bisa atau punya sesuatu yang mereka perlukan. Apabila hal tersebut terjadi, Anda kehilangan peluang untuk berbuat amal sholeh yang bisa mendekatkan diri Anda kepada-Nya.

Kedua, kebencian itu menggerogoti kesehatan Anda. Ternyata sehat bukan hanya karena rajin olah raga, olah makan dan istirahat yang cukup. Saya pernah berguru kepada pakar-pakar kesehatan, menurut mereka “penyakit hati” seperti dengki, egois, sombong, serakah, iri dan tentu benci di dalamnya, itu bisa memicu timbulnya penyakit di dalam diri Anda.

Jadi, apabila Anda sudah rajin olah raga, sudah mengatur pola makan dan istirahat sudah cukup namun penyakit masih juga setia menemani hidup Anda, segera introspeksilah. Mungkin masih ada kebencian dan penyakit-penyakit hati lainnya yang bersemayam di dalam hati Anda. Bersihkanlah segera sebelum semakin kronis.

Ketiga, kebencian itu membuat hidup Anda gelisah. Anda akan selalu berusaha menghindar berjumpa dengan orang yang Anda benci. Saat jumpa dengan mereka, perasaan Anda sangat tak suka dan berharap segera berpisah. Saat orang yang Anda benci mendapatkan kebaikan, hati Anda pun marah dan gelisah. Kebencian itu menjauhkan kita dari ketenangan dan kebahagiaan.

Apakah kita tidak boleh memiliki rasa benci? Tentu boleh. Tapi gunakanlah rasa benci itu pada tempat yang tepat. Bencilah perbuatan dosa. Bencilah kemaksiatan. Bencilah perbuatan yang merusak dan merugikan orang lain dan lingkungan. Bencilah sesuatu yang menjauhkan cinta-Nya kepada kita.

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter: @jamilazzaini

Bagikan:

7 thoughts on “Kebencian”

  1. Galuh Sitra says:

    Kalau saya, untuk menghilangkan kebencian itu dengan cara meminta maaf kepada mereka yang kita benci, Kek..
    Itu membuat saya sangat sangat lega..
    Terimakasih untuk tulisan2 di web ini.. 🙂

    1. lusida says:

      keren..

  2. arrashifa says:

    kebencian erat sekali dengan rasa kecewa yang mendalam.
    kek, bagaimana cara menghilangkan kekecewaan terhadap diri sendiri?

  3. Surja says:

    Benci yang dibolehkan termasuk benci korupsi. Malah harus. Betul kan, Kek?

  4. Rinna says:

    Iya kek… harus di buang nih rasa bencinya… biar orang yang kita benci sadar akan kesalahannya jg. Wlo dia slah kita tetap bersikap baik.

  5. ellipcia says:

    terima kasih,…
    mulai belajar menghilangkan rasa benci

  6. Asih muanies says:

    Memang sulit menghilangkan rsa benci ,, apa lg itu dh mendalam ,,
    butuh waktu yg lama bukan ?? Bsa kasih saran ??

Leave a Reply

Your email address will not be published.