Sudah Sembuhkah Penyakit Hatiku?

Share this
  • 109
  • 1
  •  
  •  
  •  
    110
    Shares

Semua panca indera yang diciptakan Allah swt pasti ada fungsinya. Mata untuk melihat, telinga untuk mendengar, lidah untuk merasakan. Apabila fungsinya tidak bisa digunakan, pertanda ia sedang sakit.

Saat lidah kita tidak bisa merasakan sesuatu, pertanda lidah kita sedang sakit. Saat mata tidak bisa melihat seperti biasanya, itu pertanda bahwa mata kita sedang sakit.

Begitu pula saat hati kita tidak bisa menjalankan fungsinya, itu isyarat bahwa hati kita sedang sakit. Apa fungsi hati yang utama?

Fungsi hati yang utama adalah mengenali dan mencintai yang menciptakannya. Siapa yang menciptakan hati? Saya yakin sebagian besar diantara kita menjawab, Allah swt. Maka saat kita tidak berusaha mengenali dan mencintai Allah swt, itu pertanda hati kita sedang sakit.

Hati yang sakit itu, hati yang disibukkan dengan perilaku memuaskan ego-ego pribadi yang negatif. Misalnya, mudah mengeluh, gampang marah, sering menuduh orang lain melakukan keburukan, berprasangka negatif kepada orang lain dan lain sebagainya.

Saat berinteraksi dengan orang lain, ia selalu menuntut orang lain harus sama dengan dirinya, memenuhi keinginannya, meremehkan dan merendahkan lawan bicaranya. Saat mendapat saran atau feedback dari orang lain, ia sibuk melakukan pembelaan hingga muncul berbagai emosi negatif yang menyertainya.

Sungguh, kesemua itu pertanda bahwa hati kita sedang benar-benar sakit, bahkan sudah pada tahap akut.

Hati yang sakit perlu segera disembuhkan dan dijaga. Karena datangnya penyakit hati sulit kita kenali, pengobatannya pun tidak bisa hanya sekali. Ia bahkan perlu diperiksa dan diobati setiap hari. Bila hati yang sakit tidak diobati, hati kita bisa mati.

Dan saat hati kita mati, kita berpeluang besar menjadi perusak di muka bumi ini, bahkan dengan mudah menyakiti orang-orang yang mencintai kita. Jangan biarkan hati kita mati.

Saya pernah bahkan mungkin sekarang masih memiliki penyakit hati. Dan untuk menyembuhkannya terkadang melalui proses yang menyakitkan. Tetapi itu jauh lebih baik ketimbang hati kita mati. Apalagi setelah penyakit hati sembuh atau kadar sakitnya berkurang berbagai kenikmatan dan keajaiban dalam hidup datang silih berganti meski tidak diundang. Mau?

Mari kita terus bertanya “sudah sembuhkah penyakit hatiku?”

Salam SuksesMulia

Jamil Azzaini


Share this
  • 109
  • 1
  •  
  •  
  •  
    110
    Shares

Leave a reply:

Your email address will not be published.