Saling Memberikan Respon itu Penting

Share this
  • 56
  • 1
  •  
  •  
  •  
    57
    Shares

Pada hari Selasa, 10 November 2020 saya diberi kepercayaan oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk memberikan pembekalan mental kepada 3000 (tiga ribu) lebih calon taruna. Secara bergiliran, Bapak Rhenald Kasali, Bapak Ary Ginanjar dan saya memberikan pembekalan kepada anak-anak muda dari seluruh Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di Kemenhub.

Giliran saya adalah pukul 10.00 – 12.00 WIB. Kami tampil secara offline dari hotel JW Luansa Kuningan Jakarta,  namun pesertanya berkumpul di berbagai Pusdiklat menyimak secara online melalui aplikasi zoom, tersebar di berbagai propinsi, termasuk Papua. Sebagai nara sumber, saya tidak bisa mendengar suara para peserta sedikitpun, karena memang semuanya di mute.

Memberikan training tanpa bisa merasakan dan mendengar respon peserta itu ternyata menguras energi. Waktu yang diberikan kepada saya hanya dua jam, namun energi yang saya keluarkan seperti setara dengan memberikan training selama satu hari.

Kita memang membutuhkan energy, suara dan respon orang lain dalam menjalankan aktifitas sehari-hari. Respon dari pelanggan, respon dari sahabat, respon dari pasangan hidup, respon dari orang tua, respon dari anak dan respon respon lain. Dan respon yang terbaik itu adalah respon yang terlihat, terdengar dan terasa.

Kita perlu terbiasa memberikan respon dan menerima respon agar kehidupan kita dipenuhi dengan energi yang semakin besar. Sepakat?

Salam SuksesMulia

Jamil Azzaini

Baca Juga  Menjaga Semangat Belajar

Share this
  • 56
  • 1
  •  
  •  
  •  
    57
    Shares

1 comments On Saling Memberikan Respon itu Penting

  • Bismillah.

    Assalamu’alaikum
    Pak Jamil perkenalkan saya Cahyawati.
    Mohon maaf Pak, apakah di kantor Bapak sdg membuka lowongan pekerjaan? 🙏 . Saya ingin melamar.

    Saat ini saya bekerja di perusahaan swasta dgn gaji bersih 6.5 juta per bulan. Alhamdulillah saya bersyukur dgn pendapatan yg bisa mencukupi saya memenuhi kebutuhan keluarga dan juga membayar cicilan rumah. Saya di amanahkan Allah sbg tulang punggung keluarga. Adik ada yg sdh bekerja namun sebentar lagi akan habis kontrak, adik satunya lagi blm mendapat pekerjaan.

    Sudah 8 tahun saya bekerja disini. Namun disini sy tidak berkembang. Saya seorang musim yg sdg berusaha taat , lingkungan disini dominasi oleh krisiani. Yg kegiatan sehari hari nya, tdk mwmiliki visi dan misi, yg penting bisa shopping. Sangat kontras dgn kepribadian saya.

    Ingin pindah kerja , tp saat ini saya sdg skripsi . Kuliah belum selesai .

    Saya menginginkan linkungan kerja yg dapat membuat sy berkembang, baik pola pikir, Budi pekerti, kebermanfaatan, esensi hidup, dan spiritual .

    Semoga Allah memberikan saya pertolongan perantara blog ini..
    🙏🙏
    Aamiin ya robbal alaamiin.

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer