Nanti Kita Cerita Tentang Tahun Ini

Share this
  • 52
  • 2
  •  
  •  
  •  
    54
    Shares

Dunia berubah begitu cepat, siapa yang tidak berubah maka akan tertinggal. Mengawali tahun 2020, selama 12 hari saya melakukan refleksi diri. Diawali dengan ikut training Self Disruptions di kantor, kemudian training hypnotherapy kang Asep Haerul Gani di Bandung. Refleksi diri saya lanjutkan ke alam di kawasan Hutan Pinus Imogiri, Goa Pindul Gunung Kidul, Keraton Jogya, Gunung Merapi, Air terjun Curug Nangka Bogor.

Tidak lupa pula melakukan refleksi spiritual dan kehidupan. Saya itikaf di Masjid Jogokariyan Jogja, merenung bersama 15 ustadz penghafal Al Quran di Bogor, menghadiri orasi ilmiah Guru Besar IPB, membaca buku karya Al Ghazali, Richard Carlson, PHD & Kristine Carlson dan berdiskusi dengan para guru kehidupan, berkunjung ke Puskesmas dan Rumah Sakit serta nonton film: Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini.

Refelksi diri itu menghasilkan satu kata “jleb” ternyata selama ini ada bagian dari kehidupan saya yang menciptakan luka batin yang dalam bagi istri dan anak saya. Ya, ternyata saya bukanlah orang tua atau suami yang sempurna. Ada perilaku egois, menuntut perhatian lebih, over protectif, memaksakan kehendak, membangun komunikasi negatif dan memunculkan ketakutan. Lebih dari itu, ternyata saya juga terkadang rendah diri dan sibuk membanding-bandingkan dengan orang lain. Saya seperti menjadi sosok Ayah dalam film Nanti Kita Cerita Tentang Hari ini.

Sesal dan tangis yang muncul kali ini benar-benar dari kesadaran nurani terdalam. Saatnya berubah, saatnya berbenah.

Di dunia ini, banyak orang lain yang memiliki sesuatu yang tidak saya miliki. Dan saya tidak harus iri atas hal ini. Saya justeru harus mengucapkan selamat kepada mereka. Di sisi lain, saya tidak mungkin memenuhi semua keinginan istri dan anak saya. Saya memerlukan orang-orang yang memiliki sesuatu yang tidak saya miliki untuk membantu pertumbuhan anak dan istri saya. Untuk kebahagian mereka. Untuk menuntaskan misi mereka hidup di bumi.

Baca Juga  Apa "Icon" Anda?

Hari ini, 12 Januari, hari pertama saya masuk kantor, melakukan kick off 2020 untuk Kubik Leadership Group. Saya sudah memahami mana-mana yang harus dibenahi agar bisnis kami tumbuh eksponensial.

Hari ini, saya pun melakukan kick off untuk kehidupan pribadi dan keluarga. Kehidupan yang diisi dengan fokus kepada kekuatan diri, terus belajar untuk mentertawakan diri sendiri, menerima berbagai ketidaksempurnaan, berkomunikasi dengan penuh cinta, lebih banyak mendengar, tidak mempertentangkan hal-hal konyol dan melemahkan, memberi ruang kebebasan kepada anggota keluarga untuk menuntaskan misi hidup mereka di semesta.

Ibarat bermain film, masing-masing kami punya peran, saling melengkapi untuk melakukan sesuatu yang berarti. Membuat kehidupan di bumi semakin indah untuk dinikmati.

Kelak, di akhir tahun 2020 apa yang kami lakukan bersama untuk berbuat sesuatu yang berarti di bumi selama satu tahun, bila dibuat sebuah film akan kami beri judul: Nanti Kita Cerita Tentang Tahun Ini. Film yang mengajarkan fokus pada kelebihan, cinta, perjuangan, saling percaya, saling bahu membahu mengungkit keberhasilan diri dan banyak orang, serta kaderisasi generasi baru untuk lebih memakmurkan bumi.

Semoga kami mampu memerankan peran kami masing-masing dengan apik sehingga layak menjadi tontonan yang menarik. Harapan terbesarnya adalah Film kami mendapat piala citra dari Sang Pemilik Semesta. Semoga…

Salam SuksesMulia

Jamil Azzaini
CEO Kubik Leadership
Founder Akademi Trainer
Founder Kampoeng Hening


Share this
  • 52
  • 2
  •  
  •  
  •  
    54
    Shares

2 comments On Nanti Kita Cerita Tentang Tahun Ini

  • Pak Jamil sekarang nggak setiap hari buat tulisan ya… saya hampir setiap hari nunggu tulisan terbaru. …Menurut Saya yang bapak tulis diatas beneer banget. kita sebagai pribadi, kadang terlalu memaksakan target target kita ke lingkungan sekitar, sehingga kesan memaksa, mengatur, protektiv, terlalu mengarahkan, dll tanpa terasa sering kita lakukan.
    Setuju Saatnya berubah…fokus kepada velue yang lebih besar, dengan membiarkan kraatifitas dan inovasi berkembang disekitar kita adalah pilihan yg tepat saat ini. Terimakasih Pak Jamil untuk tulisan terbarunya…

  • Pak Jamil, saya suka video Youtuber Pak Jamil. Saya dari MALAYSIA. Dimana boleh saya dapatkan Buku-Buku bapak ya?

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer