Monday Knowledge: Ketepatan Dan Kecepatan Mengambil Keputusan Terbaik di Disruption Era

Share this
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Selamat datang di Disruption Era. Sebuah era ketika semua dapat terjadi. Yang kecil mengalahkan yang besar, yang baru menghantam yang lama. Yang simple lebih siap bersaing dengan yang kompleks. Nilai kesuksesan diukur dari seberapa cepat perusahaan bisa mengembangkan ide menjadi sesuatu yang bernilai bagi bisnis.

Kecepatan mewujudkan ide dan kelincahan dalam menjawab kebutuhan konsumen merupakan dua kunci sukses yang mengantarkan perusahaan semakin besar. Banyak contoh yang dapat dilihat. Untuk perusahaan Unicorn seperti Gojek, Grab, Lazada, Tokopedia,Bukalapak. Adapun perusahaan yang sudah lama berdiri dan semakin besar misalnya BCA, Bank BRI, Bluebird dan lainnya. Profit perusahaan semakin besar, nilai perusahaannya pun semakin tinggi.

Mari kita lihat bagaimana BCA, bank swasta terbesar di Indonesia dan memiliki peringkat ke 3 di Indonesia setelah BRI dan Bank Mandiri, yang menguasai 8.85% market dan menduduki peringkat 22 dunia jika dilihat dari captive market, mewujudkan idenya dalam rangka beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan yang ada. Saat Indonesia mulai memasuki era revolusi Industri 4.0 yang mengarah ke digitalisasi dan otomasi, BCA pun segera meluncurkan produk produk digitalnya.

Salah satu inovasi BCA yang memanfaatkan teknologi AI adalah Virtual Assistant Chat Banking (VIRA) sebagai asisten virtual yang dirancang khusus untuk semakin mempermudah kebutuhan nasabah dalam bertransaksi keuangan. Dengan menggunakan teknologi Natural Languange Processing (NLP) dan Artificial Intelligence (AI) VIRA dapat memahami bahasa sehari hari yang diucapkan nasabah untuk bertanya seputar layanan perbankan BCA.

VIRA dapat membantu nasabah memberikan informasi terkini seperti promo, kurs, lokasi ATM dan lainnya. Dan dapat digunakan di beberapa channel seperti LINE, Google Assistant, Kaskus Chat.

Baca Juga  Buya Sepeninggal Istrinya

Selain BCA, Go- Jek dan Blue Bird pun dengan cepat melakukan transformasi terhadap pelayanannya. Meski pada awalnya keduanya berseteru merebutkan penumpang. Blue bird sebagai transportasi terpercaya terusik saat Gojek yang tidak memiliki satu armada pun dengan cepat menyalip. Namun dengan penuh pertimbangan manajemen Bluebird pun akhirnya menempuh jalan kolaborasi. Di satu sisi perusahaan raksasa transportasi itu secara mandiri terus melakukan pembenahan.

Sinergi kedua perusahaan itu semakin membuat keduanya besar. Melalui aplikasi Go-Jek,konsumen dapat memesan taksi bluebird dengan tarif Go-Car. Begitu juga saat pemesan Go-car memesan melalui aplikasi,dapat di jemput oleh Bluebird yang lebih dekat dengan posisi si pemesan.

Bicara sinergi, Indomaret dan Alfamart juga sudah melakukannya dengan berbagai pihak seperti BPJS, Perusahaan Listrik Negara, Perusahaan Kereta Api dan lainnya. Konsumen semakin senang karena titik pembayaran dan pemesan semakin banyak dan semakin dekat, perusahaan listrik, kereta api, BPJS pun senang karena pemasukan meningkat.

Ketepatan Bluebird bersinergi dengan Go-Jek, atau kecepatan BCA mempersiapkan fitur yang menggunakan Artificial Intellegent dan keputusan kolaborasi Indomaret/Alfamart dengan berbagai penyelia, adalah sebuah keputusan penting dan sangat strategis. Tugas seorang pemimpinlah untuk mengambil keputusan yang cepat dan tepat di waktu yang tepat. Hal ini tidak mudah jika tidak dibiasakan. Dalam memaknai kondisi atau realitas, perlu pertimbangan matang dan menyeluruh. Berbagai aspek harus diperhatikan. Tidak hanya memikirkan hari ini tapi juga jangka panjang.

Secara umum, ada 7 langkah yang harus dilakukan dalam proses mengambil keputusan. Diawali Identifikasi keputusan. Pada tahap ini pahami betul mengapa keputusan perlu dibuat. Selanjutnya adalah kumpulkan informasi informasi yang relevan.

Informasi bisa berasal dari internal maupun external Pastikan sumbernya adalah yang terpercaya. Langkah ketiga dengan mengidentifikasi alternatif alternatif. Dilanjutkan kemudian melakukan timbang bukti, maksudnya adalah dari berbagai alternatif yang ada, berdasarkan potensi terbesar untuk mencapai tujuan, maka alternatif yang paling mendekati tujuan dijadikan prioritas untuk dijalankan.

Baca Juga  Contoh itu Kekuatannya Sulit Tertandingi

Di langkah kelima, lihat lagi alternatif lainnya, mungkin saja dari berbagai alternatif tersebut ada yang bisa dikombinasikan untuk mencapai hasil terbaik. Setelah yakin, ambil tindakan. Di bagian akhir, atau langkah ke-7 tinjau keputusan Anda dan konsekuensi yang ditimbulkan.

Pada masa perubahan ini, jika pengambilan keputusan harus melalui tujuh tahap, meskipun baik, namun bisa jadi tidak pas. Keputusan yang diambil melalui tahap yang cukup panjang memakan waktu yang lama, padahal perubahan berlangsung sangat cepat. Jika terlambat sedikit memutuskan, opportunity atau kesempatan bisa sirna, dan bahkan yang lebih buruk, dapat menuai kerugian.

Neuroleadership mengajak para pemimpin membuat keputusan dengan cepat dan tepat, agar memanfaatkan momentum yang tidak terulang dua kali. Dengan cara mudah dan sederhana, para pemimpin dipandu membuat keputusan strategis. Bagaimana caranya? Segera daftarkan diri Anda pada Public Training Neuroleadership – Embrace Your Brain to Become Agile LEADER.

Apalagi yang Anda tunggu? Daftar sekarang juga KLIK bit.ly/NEUROLEADERSHIP
Informasi 021 29 400 100 / 082 111 999 022 (Murni)


Share this
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer