Monday Knowledge: Hey Leader, Can You GO FAR & FAST to Win the Game?

Share this
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kubik Leadership / Lead for Impact

“If you want to go fast, go alone; if you want to go far go together”
(African Proverb)

Anda familiar dengan pepatah di atas? Jika iya, nampaknya Anda tidak sendirian. Karena pada faktanya memang bekerja bersama mampu menimbulkan hasil kerja yang jauh lebih baik. Dan yang lebih penting adalah, kerja sama mampu menghasilkan masa hidup organisasi yang lebih panjang.

Namun di sisi lain, fakta yang tidak bisa kita hindari adalah bahwa saat ini kita hidup di era yang menuntut kecepatan (fast). Seperti yang disampaikan oleh Rupert Murdoch, seorang jurnalis yang mendapat julukan sebagai Raja Media dengan total kekayaan bersih sebesar 19,5 miliar USD di tahun 2020, bahwa saat ini kita berada pada dunia yang berubah begitu cepat. Yang besar tidak lagi mengalahkan yang kecil. Melainkan yang cepat-lah yang bisa mengalahkan yang lambat.

Fakta akan cepatnya perubahan yang menuntut respon yang juga cepat inilah yang belakangan telah memunculkan konsep agile sebagai solusinya. Hmm.. apakah benar demikian?

Apa yang dimaksud dengan agile?

Secara harfiah, kata agile memiliki arti kemampuan untuk bergerak dengan cepat dan mudah. Singkatnya, agile itu lincah, tangkas dan gesit. Dan konon, seorang yang agile adalah ia yang mampu memenangkan ‘peperangan’ di era yang dipenuhi perubahan dan ketidakpastian, persis seperti yang terjadi saat ini.

Dalam organisasi, lebih jauh kerap kita dengar istilah metode agile, atau agile methodology. Metode agile sendiri memiliki definisi sebuah proses yang membantu tim untuk mampu memberikan respon dan umpan balik (feedback) dengan cepat pada proyek yang dijalankan. Sehingga, hal ini memungkinkan munculnya kesempatan-kesempatan untuk melakukan penilaian terhadap arah proyek di sepanjang siklus pengembangan. Dalam metode agile ini, tim melakukan penilaian terhadap proyek yang dijalankan melalui meeting yang dijalankan secara berkala, yang lebih sering kita dengar dengan istilah sprint meeting.

Baca Juga  Proposal Hidup (Tamat)

Secara sederhana, dapat kita lihat bahwa metode agile adalah metode yang memungkinkan kita untuk melakukan perbaikan dan penyesuaian di sepanjang jalan dengan tujuan untuk memberikan value tertinggi bagi konsumen yang kita layani. Dan mengingat bahwa perilaku konsumen saat ini menuntut layanan yang lebih cepat, lebih murah, dan lebih nyaman, tak heran jika metode agile kini banyak dilirik dan kemudian diaplikasikan oleh banyak organisasi.

Berinvestasi untuk bisa Agile.

Untuk bisa menerapkan metode agile, tak sedikit karyawan yang kemudian dikirim oleh perusahaan untuk bisa mempelajari metode tersebut. Dan memang hal ini sangat tepat untuk bisa menjawab kebutuhan yang ada. Namun pertanyaannya, apakah metode agile tersebut hanya terbatas bisa diaplikasikan oleh mereka yang telah mendapatkan kesempatan untuk belajar metode agile? Lantas bagaimana dengan mereka tidak mendapatkan kesempatan tersebut? Lalu sebagai leader, bagaimana pula dengan anggota tim yang kita pimpin?

Hmm… mengapa dalam hal ini anggota tim menjadi hal yang perlu kita pikirkan?

Fast, Far, PLUS Efficient!

Mari kita ingat kembali pada pepatah Afrika di atas, lalu mari kita ingat kembali apa yang disampaikan oleh Rupert Murdoch. Ambil poin yang memuat faktor ‘kemenangan’ di keduanya. Faktor ‘masa hidup’ yang panjang di pepatah Afrika, dan faktor bahwa yang cepat mengalahkan yang lambat-nya Rupert Murdoch. Lalu ‘kawinkan’ itu dengan metode agile. Kira-kira, apa jawaban yang bisa membuat kita sebagai leader untuk bisa mendapatkan jawabannya?

Sudah ketemu? Ya, itu dia! Bayangkan jika Anda sebagai leader memiliki pemahaman yang tepat dan kuat akan metode agile, dan di saat yang sama Anda memiliki tim yang juga mampu menerapkan metode agile. Yes, THIS IS FAST MEET GO FAR! Dan untuk bisa mencapai hal tersebut, terdapat cara agar organisasi Anda tidak perlu merogoh kocek sedimikian dalam dengan berinvestasi untuk semua anggota tim. Cukup Anda saja sebagai leader. And yes, this is mean that NOW WE CAN BE FAST, WE CAN GO FAR and WE CAN BE EFFICIENT at the same time!

Baca Juga  Serba Mungkin

Bagaimana caranya?

Sebagai seorang leader, salah satu peran yang perlu kita lakukan adalah peran sebagai coach. Pemimpin sebagai coach adalah pemimpin yang mampu menggerakkan dan memberdayakan anggota timnya. Ibaratnya, setiap anggota tim mampu bergerak secara mandiri, gas poll, dengan ‘mesinnya’ masing-masing. Dan tidak berhenti sampai di situ. Untuk bisa membangun tim yang mampu menerapkan metode agile, maka kemampuan yang lebih advance untuk dikuasai dan dipraktekkan adalah kemampuan agile coaching. Kami di Kubik Leadership, mendudukkan agile coaching sebagai sebuah cara untuk menghasilkan pemimpin yang mampu menggerakkan anggota timnya sehingga mereka juga dapat menerapkan metode agile di pekerjaannya.

Kabar baiknya, di bulan Februari ini, tepatnya di tanggal 21-22 Februari 2020, Kubik Leadership membuka sebuah kelas publik bertajuk Training Practical Agile Coaching yang bisa diikuti oleh Anda, para leader yang telah mempaktikkan coaching dalam menjalani perannya. Kelas ini juga sangat tepat diikuti bagi Anda para professional coach untuk bisa menaikkan level coaching Anda, khususnya pada pada topik yang bertujuan untuk menggerakkan coachee Anda dalam menerapkan metode agile.

Untuk info lebih lengkapnya, Anda bisa menghubungi…… Saran saya, segera ambil kesempatan ini, terlebih mengingat bahwa kelas ini terbatasnya seat yang kami sediakan.

Oke, sampa bertemu di Training Practical Agile Coaching,

Salam bertumbuh, salam agile, salam SuksesMulia!

Keep Sharing & Inspire Your Lovable Friends

Penulis: Tim Kubik Leadership


Share this
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer