Monday Knowledge: Employees Don’t Leave Companies, They Leave Managers. Is it True?

Share this
  • 1
  •  
  •  
  •  
  •  
    1
    Share

Kubik Leadership / Lead for Impact

Berdasarkan survey yang dilakukan oleh Gallup di tahun 2015, ditemukan bahwa alasan nomor 1 seseorang meninggalkan pekerjaannya adalah karena atasannya. Hmm… bagaimana menurut Anda? Apakah ini benar adanya?

Jikapun benar, apakah ini berlaku universal, termasuk bagi para pemimpin di negara kita tercinta, Indonesia?

Dan tentunya, apakah itu berlaku pada tim yang berada dalam naungan kepemimpinan Anda?

Pertanyaan-pertanyan senada ternyata juga muncul dari beragam pihak di berbagai negara. Hasil survey yang dilakukan Gallup tersebut nyatanya telah menimbulkan sejumlah pertanyaan dan keingintahuan dari banyak pihak. Dan sebagai tindaklanjutnya, dilakukanlah beragam survey dan penelitian lanjutan untuk mendapatkan gambaran yang lebih tajam dan mendalam akan temuan “employees don’t leave companies, they leave managers”. Dan hasilnya adalah, ternyata temuan tersebut salah, namun juga benar secara bersamaan. Loh kok bisa?

What Facebook Found

Lori Goler (Head of People at Facebook), Janelle Gale (Head of HR Business Partner at Facebook), Brynn Harrington (leads the People Growth team at Facebook), dan Adam Grant (professor at Wharton and the author of Originals and Give and Take) lebih lanjut meneliti dan mengkaji tentang ‘efek pemimpin’ atas berhentinya seseorang dari pekerjaannya. Yang mereka temukan adalah, meski memang pemimpin yang buruk menjadi faktor berhentinya seseorang, namun ternyata pemimpin yang baik pun sangat bisa untuk ditinggalkan oleh anggota timnya.

Hmm, lanta apa faktor yang sebenarnya mendorong seseorang untuk tinggal atau meninggalkan pekerjaannya?

At Facebook, people don’t quit a boss — they quit a job.

And who’s responsible for what that job is like? Managers.

Secara singkat, dari survey yang dilakukan di Facebook, ditemukan bahwa faktor penting yang menentukan tingkat retensi seseorang adalah bagaimana seorang pemimpin ‘merancang’ pekerjaan bagi setiap anggota timnya. Terutama bagi mereka para sosok talent yang memiliki potensi dan performa di atas rata-rata. Alih-alih merancang pekerjaan dan kemudian melakukan penempatan, yang perlu seorang pemimpin lakukan justru sebaliknya. ‘Rancanglah’ pekerjaan secara ‘terbuka’ bagi mereka, khususnya para talent yang ada di dalam tim Anda.

Lantas ‘rancangan terbuka’ seperti apakah yang bisa membuat anggota tim, terlebih para talent untuk betah berkarya di dalam naungan kepemimpinan

  1. Enjoyable more often

Aktivitas bekerja adalah aktivitas yang umumnya menggunakan sebagain besar waktu produktif seseorang. Demikian pula pada anggota tim kita. maka bagaimana waktu produktif tersebut dijalani ternyata memiliki pengaruh yang besar bagi anggota tim untuk tetap tinggal atau justru meninggalkan tim dan perusahaannya.

Hal tersebut tervalidasi oleh sekian banyak exit interview yang menghasilkan temuan pentingnya perasaan enjoy bagi seseorang dalam bekerja.

So, jangan tunggu exit interview untuk Anda menyadari hal tersebut. Sebagai pemimpin, Anda bisa memulai dengan mencari waktu untuk ngobrol dengan anggota tim Anda, dan tanyakan apa hal-hal yang paling membuatnya besemangat, proyek seperti apa yang disukainya, dan apa yang membuatnya berada dalam kondisi flow.

2. Play on their strength area

Peninggalan terbaik seorang pemimpin adalah menciptakan pemimpin baru. Meski tak harus bahwa pemimpin baru tersebut secara harfiah menduduki posisi yang sama dengan yang Anda duduki, dan dengan keahlian yang sama dengan yang Anda miliki.

Yang dimaksud dengan pemimpin baru sesungguhnya adalah sosok-sosok yang mampu tampil dengan keahlian dan prestasi yang terbaik di bidangnya. Dan untuk mencapai itu, salah satu cara terbaik melakukannya adalah dengan merancang pekerjaan sebagai sarana bagi anggota tim Anda untuk menggunakan dan semakin mengasah kekuatannya.

Dan terbukti, bak gayung bersambut, hal ini pun ternyata menjadi salah satu alasan tinggalnya anggota tim dalam tim dan perusahaan.

3. Carve a path for career development that accommodates personal priorities

Setiap orang adalah pemeran utama dalam kisah kehidupannya. Dan dalam setiap kisah terdapat alur cerita yang berbeda satu dengan lainnya. Tak ada yang sama persis.

Perbedaan inilah yang kerap membuat satu hal yang sama hampir pasti memiliki makna dan artian yang berbeda bagi setiap orang. Termasuk apa yang kemudian menjadi tantangan dan kebutuhan setiap orang. Nah, hal ini pun berlaku bagi anggota tim Anda.

Hal ketiga yang penting dilakukan oleh seorang pemimpin dalam merancang pekerjaan bagi anggota timnya adalah dengan menjadi pemimpin yang tidak hanya peduli pada performa Anda, melainkan juga pada diri Anda secara personal. Pada kebahagiaan Anda, pada kesejahteraan Anda, pada masalah yang Anda tengah hadapi, dan pada apa yang menjadi impian serta prioritas Anda. Salah satu contoh yang dilakukan adalah ketika seorang pemimpin menerapkan aturan jam kerja yang fleksibel, mengikut pada prioritas anggota timnya. Alih-alih melakukan pukul rata sebuah aturan, yang difokuskan adalah bagaimana cara terbaik bagi setiap anggota tim dalam mencapai performa terbaiknya.

Dengan melakukan hal ini, ternyata berdampak pada performa yang tinggi dari anggota tim, dan betahnya mereka untuk berlama-lama membersamai Anda berkarya mencapai lompatan prestasi yang luar biasa.

Lantas bagaimana cara untuk bisa melakukan tiga hal di atas? Untuk mempelajarinya lebih lanjut, Anda bisa mengawalinya dengan melakukan salah satu modus Exponential Leadership, yakni Engage Personally. Seperti apa dan bagaiman cara untuk menerapkan modus tersebut? Untuk mengetahuinya, Anda dapat segera menghubungi 021- 29 400 100 / 082 111 999 022 untuk mendafatarkan diri Anda, dan para pemimpin di perusahaan Anda dalam training Exponential Leadership yang akan diselenggarakan pada tanggal 7-8 April 2020 di Sheraton Grand Jakarta Gandaria City Hotel.

Sampai jumpa di kelas training, salam bertumbuh, salam SuksesMulia!

Penulis: Tim Kubik Leadership


Share this
  • 1
  •  
  •  
  •  
  •  
    1
    Share

Leave a reply:

Your email address will not be published.