Meningkatkan Pengaruh

Share this
  • 55
  • 2
  •  
  •  
  •  
    57
    Shares

Seseorang yang memiliki jiwa leadership pasti ingin meningkatkan pengaruhnya dimanapun ia berada. Karena memang, salah satu inti dari leadership adalah pengaruh. Semakin tinggi pengaruh seseorang maka semakin luas dan kuat kepemimpinan orang tersebut. Semakin tinggi pengaruh seorang pemimpin maka akan sangat membantu keberhasilan program kerja yang direncanakan pemimpin tersebut.

Untuk meningkatkan pengaruh, menurut penulis Robert Greene dalam buku best seller-nya The 48 Laws of Power, bisa dimulai dari hal-hal yang sederhana. Saya merangkumnya menjadi 3 hal saja agar mudah diingat.

Pertama,  buatlah “Bos” merasa lebih hebat dari Anda. Yang dimaksud “bos” disini adalah orang yang kedudukan sosial dan statusnya lebih tinggi dari Anda. Apabila Anda seorang direksi, maka bos Anda adalah share holder atau komisaris. Sedangkan apabila Anda seorang General Manager maka bos Anda adalah seorang direksi. Dan bagi Anda seorang istri, maka bos Anda adalah seorang suami.

Membuat “bos” selalu merasa lebih hebat dari kita akan membuat mereka nyaman dan tidak merasa terancam. Untuk itu selalu berikan data, informasi, ilmu, cerita atau apapun yang diperlukan sang “bos.” Bahkan, kita pun bersedia menyiapkan diri menjadi sumber inspirasi untuk berbagai solusi yang sangat diperlukan oleh “bos” kita. Biarkan nama “bos” lebih menonjol dibandingkan nama kita dan jangan pernah menonjolkan diri untuk terlihat lebih hebat dari “bos” kita.

Kesabaran dan kesiapan kita untuk selalu membuat “bos” merasa lebih hebat dari kita justeru akan meningkatkan pengaruh kita di mata sang “bos.” Namun perlu diingat, jauhi menjilat atau memberikan apresiasi yang berlebihan kepada “bos” karena itu justeru melemahkan kedudukan Anda dalam pandangan sang “bos.”

Baca Juga  Kamar Mandi VIP

Kedua, bangun reputasi melalui tindakan dan karya. Penampilan fisik dan kemampuan seseorang berbicara itu bisa “menyihir” seseorang saat pertemuan pertama. Dalam bahasa yang populer “pandangan pertama begitu menggoda, selanjutnya terserah Anda.” Namun, untuk membangun reputasi dalam jangka panjang bukanlah dengan penampilan fisik atau kemampuan bicara tetapi dengan tindakan nyata dan karya yang memberi manfaat kepada banyak orang.

Semakin banyak tindakan positif yang kita lakukan maka semakin kuat pengaruh kita. Begitu pula semakin banyak karya bermanfaat yang kita hasilkan maka banyak orang akan semakin respek dan percaya kepada kita. Memang faktanya, reputasi dibangun dengan banyak aksi bukan dengan banyaknya diskusi. Kepercayaan diperoleh dengan tindakan bukan dengan pencitraan. Nama baik didapat dari banyaknya karya yang bermanfaat bukan dari banyaknya kata yang terucap. 

Duduk sejenak dan renungkanlah, Apa saja tindakan nyata yang segera perlu kita realisasikan? Apa saja karya bermanfaat yang bisa segera kita jalankan dalam waktu dekat? Ayo singsingkan tangan, jangan terlena menjadi kaum rebahan.

Ketiga, jangan pernah menagih hutang budi. Hampir setiap orang pasti pernah berbuat baik kepada orang lain. Disisi lain, kita juga pernah berharap pertolongan dari orang lain. Nah, saat kita berharap pertolongan orang lain, jangan pernah kita meminta pertolongan dengan menyebutkan kebaikan-kebaikan yang pernah kita lakukan kepada orang tersebut.

Sebaliknya, justeru seyognyanya kita menawarkan berbagai bantuan pada bagian yang kita masih punya kelebihan. Meski kita memerlukan bantuan, mentalitas kita tetaplah mentalitas seorang giver (berkelimpahan) bukan mentalitas seorang taker (penagih balas budi). Mengungkit berbagai kebaikan yang pernah kita lakukan justeru memperlemah pengaruh kita kepada sesama. Fokuslah kepada kebaikan yang bisa kita lakukan, jangan tagih hutang budi itu sampai kapanpun.

Baca Juga  Janji Iblis

Saya sangat yakin apabila secara konsisten ketiga hal tersebut di atas kita jalankan, dalam waktu beberapa tahun yang akan datang kita sudah menjadi pemimpin yang punya pengaruh, meski mungkin tidak punya jabatan formal yang kita sandang. Buktikanlah.

Salam SuksesMulia
Silakan follow Instagram saya di @JamilAzzaini

Jamil Azzaini
Inspirator SuksesMulia

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer