Memberi Feedback Tanpa Menyakiti

Share this
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Empat hari terakhir saya melakukan mentoring kepada para trainer alumni Akademi Trainer, para peserta program Mentoring Leader IPB, Finalis program Creative preneur ITB, dan para leader dari Pertamina. Dari mereka ada pertanyaan senada yang diajukan “Bagaimana kita memberikan feedback dengan tepat sehingga tidak menyakiti sekaligus membuat yang menerima feedback semakin bahagia dan bertumbuh?”

Mendapat pertanyaan ini, saya teringat dengan isi buku Radical Condor yang ditulis oleh Kim Scott. Sang penulis adalah seorang eksekutif di Google kemudian di Apple. Pengalaman beliau yang dituangkan dalam buku ini sangat layak untuk dijadikan rujukan bila Anda ingin menjadi pemimpin yang hebat.

Seorang pemimpin perlu memiliki dua hal yang menyatu menjadi satu kesatuan, seperti dua sisi mata uang yang tidak terpisahkan, yaitu care personally (peduli secara pribadi) dan challenge directly (menantang secara langsung). Pemimpin yang hanya peduli kepada anggota tim tetapi tidak pernah memberikan tantangan dan feedback, namanya Ruinous Empathy (empati yang merusak). Alih-alih ingin disebut pemimpin yang baik, tetapi sejatinya merusak tanpa ia sadari.

Ada tipe pemimpin kedua yang disebut Manipulative Insincerity, sudahlah tidak peduli juga tidak pernah memberi tantangan dan feedback. Ini jenis pemimpin yang memakan gaji buta, malas, dan sejatinya tidak layak disebut pemimpin tetapi hanya layak disebut pimpinan.

Tipe pemimpin yang ketiga adalah pemimpin yang hobinya memberikan kritikan pedas dan tantangan yang tinggi tetapi tidak disertai kepedulian. Meski boleh jadi target bisnis tercapai, namun ia dikenal oleh anggota tim sebagai pemimpin yang kasar dan kejam. Tipe pemimpin ini sering diharapkan “pergi” oleh anggota timnya. Tipe ini oleh Kim Scott disebut sebgai Obnoxious Aggression.

Tipe yang ideal tentunya adalah Radical Condor, pemimpin yang memiliki kepedulian yang tinggi disaat yang bersamaan memberikan tantangan dan feedback yang menumbuhkan.

Baca Juga  Kehilangan Sensitivitas

Apabila Anda seorang pemimpin, kira-kira Anda termasuk tipe pemimpin yang mana? Apabila Anda ingin mendalami bagaimana menjadi  Radical Condor silakan baca buku yang ditulis oleh Kim Scott tersebut.

Saya punya formula tersendiri tentang bagaimana kita memberikan feedback yang semakin membahagiakan dan menumbuhkan orang yang kita beri feedback. Tidak ada sakit hati, tidak ada kekesalan, apalagi amarah yang disertai dendam. Berikut adalah dua formula yang saya tawarkan.

Pertama, pahami hut button orang yang kita beri feedback dan bantu mereka mewujudkannya. Setiap orang pasti punya keinginan dan harapan yang ingin diwujudkan. Mereka juga memiliki ketakutan dan kekhawatiran yang sering mengganggu pikirannya dan ingin terbebas dari hal itu. Mereka juga punya keahlian dan kelebihan yang ingin terus diasah. Semua hal yang saya sebutkan di atas saya sebut sebagai hut button. Seorang pemimpin yang memiliki kepedulian akan berupaya memahami hut button anggota timnya dan berupaya membantu mewujudkannya. Buktikan hal tersebut dalam kata, perbuatan dan keputusan yang diambil. Saat hut button mereka terpenuhi, mereka akan respek dan trust kepada sang pemimpin

Kedua, gunakan perbandingan 2 : 1. Saat memberikan feedback pastikan Anda menyampaikan 2 hal yang positif dan satu hal yang perlu dihilangkan atau dikurangi atau ditingkatkan. Satu hal yang positif Anda berikan sebagai pembuka, setelah itu Anda sampaikan satu hal yang perlu dihilangkan atau dikurangi atau ditingkatkan. Tutup feedback dengan satu hal positif yang melekat pada orang tersebut.

Mengapa perbandingan 2 : 1 penting? Karena di dalam diri manusia ada the negative bias. Hal yang negatif lebih kuat diingat dibandingkan dengan hal yang baik. Apabila kita memberikan feedback hanya menyampaikan satu hal yang baik dan satu hal yang kurang baik maka yang akan diingat adalah hal yang kurang baik.

Baca Juga  Minoritas Mengalahkan Mayoritas

Apalagi bila hanya hal yang kurang baik (buruk) yang Anda sampaikan saat memberikan feedback. Penerima feedback akan merasa dituduh, dihakimi, direndahkan, dihina dan dijatuhkan. Perbandingan 2 : 1 yang saya tawarkan untuk menetralisir the negative bias yang ada dalam pikiran manusia. Seperti adegan dalam film, awalnya bahagia, ditengahnya penuh tantangan dan ketegangan dan diakhiri dengan Happy Ending. Asyik khan?

Selamat mencoba.

Salam SuksesMulia
Bogor, 10 Maret 2021

Jamil Azzaini
Inspirator SuksesMulia

3 comments On Memberi Feedback Tanpa Menyakiti

  • Maa syaa Allah Tabarakallahu, Barakallahu Ilmu.nya Beh Jamil, belajar terus untuk jd ibidadarinya suamik😊😇🙏

  • Minggu minggu ini selalu bertanya dan selftalk kepada diri sendiri “how to make the feedback without hate other people” dan saya sebagai leader akhirnya menemukan ini.. terima kasihh atas sharingnya yang sangat bermanfaat…

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer