Latih Otot Leadership Anda

Share this

Saya ingin mengajukan pertanyaan ringan kepada Anda “Bagaiamana perjalanan Anda sejauh ini menjadi seorang Leader? Seperti apakah Anda di mata anggota tim dan superior Anda? Sejauh apa Anda telah menerapkan Leadership dalam kepemimpinan Anda?”

Saya tidak akan menghakimi bagaimana kondisi Anda saat ini. Saya rasa Anda lah yang paling mengetahui bagaimana dinamika yang terjadi. Justeru kali ini saya ingin mengajak Anda melihat kembali ke akarnya. Sudah cukup sering kita mendengar istilah Leadership bukan? Tidak sedikit cost yang dikeluarkan perusahaan untuk mendanai program Leadership, baik sejak entry program hingga higher level management.

Sebenarnya apa makna dari Leadership? Menurut Warren Bennis, seorang pendiri studi-studi modern tentang Leadership dalam bukunya, “On Becoming a Leader”, beliau mendefinisikan Leadership sebagai kapasitas seseorang untuk menciptakan visi yang mampu menggerakkan/membangkitkan (evoking), kemudian menerjemahkannnya ke dalam aksi dan mempertahankan ketercapaiannya. Oleh karena itu, Leadership bukan lah singular skill, melainkan kombinasi dari banyak soft-skill yang dapat membantu ketercapaian visi bersama.

Nah, menurut Anda, apakah Leadership ini adalah kemampuan bawaan ataukah sepenuhnya bisa dipelajari? Jawabnya, terdapat studi yang dilakukan oleh American Psychology Association yang menemukan bahwa leadership juga dipengaruhi oleh faktor genetik sebesar 30%.

Apabila kita lihat penelitian tadi, masih ada 70% kesempatan Anda untuk mempelajari Leadership Skill guna menjadi pemimpin yang efektif. Pada sebuah studi eksperimen yang dilakukan di Universitas Ilionis selama 15 minggu, ditemukan bahwa Pendidikan Leadership dapat meningkatkan kemampuan Leadership partisipan secara signifikan.

Dari studi ini juga diketahui bahwa partisipan yang paling sukses peningkatannya ialah mereka yang memiliki willingness yang tinggi. Willingness ini ialah seberapa termotivasi mereka untuk menguasai dan mengembangkan kemampuan Leadership-nya. Ini artinya Leadership merupakan kemampuan yang dapat Anda pelajari.

Baca Juga  Makna Pilihan

Menariknya lagi, Leadership ini bukan hanya pembelajaran yang Anda bisa dapatkan di tempat kerja. Melainkan juga dipengaruhi oleh perjalanan hidup Leader itu sendiri yang akhirnya akan membentuk gaya kepemimpinannya. Warren Bennis percaya bahwa Leaders dibentuk pula oleh “crucible moments” seperti event-event formal, ujian-ujian kehidupan, ataupun tantangan besar yang sering dihadapai sehingga memaksa seseorang tersebut untuk belajar, bertumbuh, dan berpikir berbeda terhadap dirinya sendiri.

Namun, yang perlu diperhatikan, bukan crucible moments yang berkontribusi begitu saja terhadap pembelajaran Leadership Anda. Melainkan Anda harus menyadari dan merenunginya, untuk dapat mengambil pelajaran dari crucible moments tersebut, Anda perlu mengambil jeda secara berkala untuk kemudian menyadari dan merefleksikan ke diri Anda, Momen seperti apa yang sedang terjadi? Kenapa bisa terjadi? Pembelajaran apa yang bisa saya dapatkan? Perubahan apa yang bisa saya buat untuk mencapai hasil yang saya inginkan?

Untuk lebih mudahnya, Warren Bennis merumuskan sebuah prisma yang membantu kita memahaminya secara lebih sistematis. Prisma ini terdiri dari 3 element, yakni Goals, Others, dan Yourself. Saya akan coba membahas satu per satu.

Pertama, dimulai dari memperjelas dan memprioritaskan Goals Anda

Goals yang kita buat haruslah dapat menggerakkan, inovatif, serta membawa peningkatan. Dan goals yang Anda miliki bisa jadi lebih dari satu. Yang perlu Anda lakukan ialah memprioritaskan mana yang perlu Anda capai terlebih dahulu. Pun Goals ini perlu dikaitkan dengan strategi serta tujuan, diri Anda, tim Anda, dan perusahaan Anda. Boleh tahu apa saja goals Anda saat ini? Sudah selaras dengan goal tim dan perusahaan Anda?

Kedua, memperdalam pemahaman Anda terhadap orang lain (Others) yang akan dilibatkan. 

Baca Juga  Mengapa dan Bagaimana

Sebagai seorang pemimpin, Anda bukan lah contributor satu-satunya dalam tim. Untuk dapat mencapai Goals tadi, Anda perlu melakukannya bersama dengan orang lain. Langkah pertama yang perlu lakukan ialah memastikan setiap orang memiliki goals dan values yang seirama. Peran Anda sebagai pemimpin adalah menghubungkan tujuan-tujuan yang bisa jadi memiliki arah yang berbeda-beda. Jika Goals yang Anda buat tidak sejalan dengan kepentingan tim, akan sangat sulit bagi Anda menggerakkannya. Kita perlu mendorong anggota tim agar tidak lagi mengatakan  what’s in it for me, melainkan what’s in it for us.

Ketiga, mempertajam pengetahuan dan awereness terhadap diri Anda (Yourself).

Anda sadar betul bagaimana cara Anda terlibat dan mengelola hubungan dengan anggota tim serta stakeholder Anda. Anda perlu mengajukan beberapa pertanyaan “Apa kelebihan diri saya? Saya ingin jadi pemimpin yang seperti apa? Apa yang dibutuhkan tim serta stakeholder dari saya?,”

Pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat membantu Anda mendapatkan gambaran terhadap diri Anda. Anda pun perlu mendapatkan feedback dan review 360°, dari atasan, teman selevel, orang-orang yang kita pimpin dan mitra kerja Anda. Dengan demikian, Anda bisa mendapatkan gambaran komprehensif mengenai diri Anda.

Jadi, walaupun ada factor genetic yang memengaruhi kemampuan Leadership seseorang.  Namun kesempatan Anda untuk bisa mempelajarinya jauh lebih besar. Semua bergantung pada willingness atau kemauan Anda untuk menentukan seberapa dalam Anda ingin menguasainya. Dengan kata lain otot leadership, bisa kita latih dengan menghadirkan tantangan sehingga menjadi pengalaman hidup yang memberikan banyak pelajaran.

Leadership bukan lah keyakinan atau takdir, melainkan produk dari pengetahuan, keunikan karakteristik dan cerita perjalanan hidup seseorang. Jadi, meski kita bukan anak raja, bukan pula anak presiden atau anak pemimpin hebat. Kita masih bisa menjadi pemimpin besar, pemimpin yang benar-benar memimpin. Mau Khan?

Baca Juga  Kekagumanku Pada Kesederhanaan

Salam SuksesMulia

Jamil Azzaini
Inspirator SuksesMulia

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer