Kita Tipe Manusia Yang Mana?

Share this
  • 22
  • 1
  •  
  •  
  •  
    23
    Shares

Hari Minggu, 11 Oktober 2020, saya memulai kegiatan pemberdayaan untuk para pemuda di sekitar Kampoong Hening (KH) Cidahu, Sukabumi Jawa Barat. Sebelum saya memberikan training tatap muka dengan 50 lebih pemuda, saya meminta Mas Teguh Arief selaku penanggungjawab pemberdayaan masyarakat di KH untuk memberikan inspirasi. Lelaki pengusaha Akikah ini, mengutip pendapat Imam Al Ghozali, tentang tiga tipe manusia.

Tipe yang pertama, Hidup untuk hidup. Manusia tipe ini menjalani kehidupan untuk kelangsungan hidupnya. Ia bekerja, berniaga atau berbisnis untuk memenuhi semua kebutuhan hidupnya. Setiap kebutuhannya meningkat, ia akan  bekerja lebih keras dan lebih cerdas untuk memenuhi kebutuhannya tersebut.

Tipe yang kedua, Hidup tapi mati. Manusia tipe kedua ini  “adanya sama dengan tidak adanya” bahkan terkadang merepotkan manusia yang lain. Kehidupannya tidak memberikan kontribusi, persis seperti orang di dalam kuburan. Ia memerlukan tanah pemakaman, memerlukan orang yang merawatnya namun tidak ada yang dihasilkan.

Tipe yang ketiga, Mati tapi hidup. Keberadaannya sudah tidak ada di muka bumi namun manfaatnya masih bisa dirasakan oleh orang yang hidup. Wright bersaudara sudah lama tiada, namun hasil temuannya yaitu pesawat terbang masih bisa dinikmati oleh jutaan orang setiap tahunnya. Steve Jobs sudah terkubur dalam tanah tetapi karya-karyanya masih memberi manfaat hingga kini.

Usman bin Affan sudah meninggal 1.400 tahun lebih namun manfaat wakafnya hingga sekarang masih bisa dirasakan. Ide dan gagasan KH. Ahmad Dahlan dan KH Hasyim Ashari masih tersebar di Indonesia sampai hari ini, padahal mereka sudah lama meninggalkan dunia. Inilah manusia-manusia tipe ketiga, mati tapi hidup.

Untuk menjadi manusia yang mati tapi hidup kita perlu menjadi manusia yang benar-benar hidup. Orang Jawa bilang “urip iku urup” hidup itu hidup, menghidupkan. Maknanya keberadaan kita menjadi penerang bagi banyak orang, keberadaan kita memberi manfaat bagi masyarakat, selama di bumi keberadaan kita memberi banyak kontribusi.

Baca Juga  Tak Mungkin Terbalas

Nah, Anda termasuk tipe manusia yang mana?

Salam SuksesMulia

Jamil Azzaini    


Share this
  • 22
  • 1
  •  
  •  
  •  
    23
    Shares

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer