Kekuatan Cerita

Share this
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Spiritual Journey kami bersama Dakwah Wisata di Turki hari ini berakhir. Alhamdulillah, hasil PCR kami yang dilakukan di Hotel Pullman Istambul tadi malam hasilnya semuanya negatif. 20 orang peserta semuanya bisa pulang ke Indonesia. Banyak pelajaran berharga yang membuncahkan energi kami, salah satunya tentang kekuatan story telling.

Dalam paket perjalanan kami ternyata ada kewajiban berkunjung ke toko yang sudah ditentukan. Apabila kita tidak ikut, kita terkena denda 100 $ per toko setiap orang. Saya terkena denda 300 $ karena tidak ikut kunjungan ke 3 toko disebabkan saya punya kewajiban memberikan webinar online untuk 3 perusahaan.

Setiap kita berkunjung ke toko, terlebih dahulu kita dikumpulkan untuk mendapat penjelasan tentang apa saja yang ada di toko. Tentu yang paling menarik adalah kisah dibalik produk-produk yang ada di toko. Ada batu cincin berumur ribuan tahun, ada karpet yang dicintai sultan, ada keramik motif kerajaan dan lain sebagainya.

Cerita itu, membuat produk yang dijual menjadi lebih hidup, lebih berbicara, punya kekuatan dan terhubung dengan sejarah masa lalu yang sangat menarik. Kekuatan cerita inilah yang membuat beberapa orang mengambil keputusan untuk membeli. Tanpa cerita, produk-produk yang dijual hanyalah benda biasa.

Dengan tambahan cerita, benda-benda itu semakin punya makna sehingga sangat tidak layak kita menawar dengan harga yang murah. Kita perlu tahu diri.

Cerita yang tepat mempengaruhi emosi orang yang mendengarkan, sehingga terdorong mengikuti harapan sang pencerita. Di setiap kunjungan kami yang didahuli oleh cerita, pasti ada diantara anggota rombongan yang membeli produk yang mereka tawarkan.

Kemampuan bercerita bukan hanya untuk meningkatkan value suatu produk tetapi juga bisa meningkatkan value diri kita, value perusahaan dan value value lainnya. Bukan hanya itu, kemampuan bercerita juga diperlukan dalam mendidik anak, membina hubungan rumah tangga dan juga menggerakkan anggota tim.

Baca Juga  Kerugian Menyalahkan dan Beralasan

Riset Jennifer Aiker dari Standford University menyatakan bahwa cerita 22x lebih diingat daripada data dan angka. Cerita sangat powerful untuk mempengaruhi orang. So, Mari tingkatkan kemampuan story telling kita.

Istambul – Turki, 25 Januari 2021

Jamil Azzaini

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer