Kecil Tapi Besar

Share this
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Sebagai seorang trainer, saya sering mengajak orang untuk punya mimpi yang besar dan action yang juga besar. Bukan hanya ajakan, saya pun menerapkannya di dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, saya pernah meremehkan orang yang melakukan hal-hal kecil. Beberapa hal yang pernah saya anggap remeh atau kecil, menyiram tanaman, memelihara hewan peliharaan, nyuci piring dan sejenisnya.

Seiring berjalannya waktu, mindset saya mulai berubah. Tidak harus sesuatu yang besar untuk menjadikan kita hebat atau sukses. Ternyata, banyak hal kecil yang mengantarkan seseorang menjadi sukses dan selamat.

Seorang wanita mantan pelacur bisa masuk surga lantaran hal yang kecil dan sederhana, yaitu memberi minum anjing yang kehausan. Hal ini dijelaskan dalam suatu hadits: “Ada seorang wanita pezina melihat seekor anjing di hari yang panasnya begitu terik. Anjing itu menngelilingi sumur tersebut sambil menjulurkan lidahnya karena kehausan. Lalu wanita itu melepas sepatunya (lalu menimba air dengannya). Ia pun diampuni karena amalannya tersebut.” (HR. Muslim no. 2245).

Menanam pohon pun suatu kebaikan yang besar. Karena pada hakekatnya kita melakukan sedekah oksigen, sedekah kepada burung dan orang-orang yang menikmati manfaat dari adanya tanaman tersebut.

Jangan sepelekan yang kecil karena boleh jadi hal-hal kecil yang kita lakukan dengan niat yang lurus dan melakukannya dengan tulus merupakan pengantar kesuksesan dan pembuka turunnya rahmat dari Allah swt.

Boleh jadi yang menyelamatkan kehidupan kita untuk bisa menatap wajah Sang Maha Kekasih adalah senyuman, menyeberangkan orang di jalan, mentraktir kopi atau makanan ringan, mengantar tetangga ke rumah sakit, memberi tips kepada tukang parkir, dan sejenisnya.

Baca Juga  Manfaat Tersenyum dan Tertawa

Mari mencintai kebaikan dan sibuk mengerjakanya meski mungkin terlihat sederhana oleh kebanyakan orang.

Dari Semarang saya sampaikan Salam SuksesMulia.

Jamil Azzaini
Inspirator SuksesMulia

1 comments On Kecil Tapi Besar

  • itu sama spt pencarian Bung Karno ttg nilai sebuah amalan. Rumusnya begini :
    Jika, keikhlasan = ~ , berujung pd rahmat Allah SWT.
    sdgkan riya’ = 0 , berujung pd kesia-siaan.

    Maka :
    Amal banyak x ~ = ~
    Amal kecil x ~ = ~

    Amal banyak x 0 = 0
    Amal kecil x 0 = 0

    Jd, kunci amal terletak di niatan.. ada 2 hal penting terkait ttg itu :
    1. Amal ibadah bergantung niatnya (apakah iklas atau riya’).
    2. Dlm beramal, upayakan tangan kiri tidak mengetahui (sbg simbol penekanan pentingnya keikhlasan)

    Demikian. Jazakumullah, Beh.. 🙏

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer