Keajaiban : Menikah

Share this

Salah satu yang bisa memicu gelisah, khawatir, dan kesedihan adalah tentang perjodohan. Saya punya 5 anak dan saat ini baru satu yang sudah punya pasangan, anak lelaki saya yang nomor dua.

Pertengahan tahun lalu, anak bungsu saya (Fikar) menyampaikan “Pak, bolehkah saya menikah tahun ini? Saya gak mau pacaran.” Si bungsu pun mengungkapkan alasan dan kesiapannya berumah tangga. Usai berdiskusi, saya menyampaikan “Jawabannya nanti ya bang, setelah bapak pulang ibadah haji.”

Saya menjawab itu karena dua alasan : Pertama, anak saya, Bang Fikar, usianya baru 19 tahun. Kedua, dua kakak perempuannya (mbak Dhira dan Mbak Hana) belum punya pasangan.

Selama ibadah haji saya meminta petunjuk dan bimbingan dari Sang Maha Kekasih. Akhirnya, setelah pulang dari tanah suci dan mendapat masukan dari kakak perempuannya (anak ke 4 saya – Hana) tentang sosok yang ditaksir (Salma) oleh Bang Fikar (anak ke 5)  maka kami memutuskan “lamar.” Ternyata bukan hanya lamaran, kami pun memutuskan tanggal akad nikah (Bang Fikar – Teh Salma) Sabtu, 18 Maret 2023.

Sejak saat itu, pikiran saya sering tertuju kepada dua anak perempuan saya, khususnya anak pertama saya (Dhira). Sejak berpisah dengan suaminya 7 tahun yang lalu, sudah 5 lelaki yang datang melakukan penjajakan kepada anak pertama saya. namun semuanya mundur teratur.

Dalam keheningan hidup saya sering mengadu kepada-Nya “Duhai Sang Maha Kekasih, nikmat yang Engkau berikan kepada keluarga kami sudah begitu berlimpah. Alhamdulillah, terima kasih ya Allah. Sebagai hamba, bolehkah hamba meminta: hadirkanlah jodoh terbaik untuk anak pertama saya. Jodoh yang bisa membimbingnya di dunia sehingga bisa merasakan surga sebelum surga yang sesungguhnya. Menjadikan ia dan suaminya menjadi kekasih-Mu. Bisakah Engkau nikahkan anak pertamaku, sebelum hari pernikahan anak bungsuku.”

Dan kehidupan terus berjalan, mbak Dhira terus berharap dapat jodoh yang tepat, setiap ada lelaki yang mendekati mbak Dhira dan diperkenalkan ke kami secara online, saya berkata di dalam hati “Ya Allah inikah lelaki yang Engkau kirimkan?” Dan ternyata bukan. Padahal hari H pernikahan si bungsu (Abang Fikar) makin mendekat. Tanda-tanda hadirnya jodoh untuk mbak Dhira belum juga terlihat. Selain tetap berusaha mencari dan berdoa, saya dan mbak Dhira pasrah kepada Allah: Ya Allah kami sudah mencari jodoh namun tak jua kami dapat, sekarang semua kami pasrahkan kepada Engkau, terserah Engkau ya Allah, Engkau yang lebih mengerti dimana ia tersembunyi.

Dua pekan lalu, anak saya bercerita tentang tetangganya di Jerman yang bermaksud menikahinya. Proses penjajakan dan seleksi terus berjalan, dan akhirnya Minggu malam (05 Maret 2023) keluarga besar kami kumpul secara online dengan calon menantu. Setelah diskusi, kami semua sepakat mbak Dhira menikah dengan Murat Umut Akser (lelaki keturunan Turki berkebangsaan Jerman). Waktunya sebelum  mbak Dhira pulang ke Indonesia untuk menghadiri pernikahan adik bungsunya. Jadi antara tanggal 06 – 12 Maret, karena mbak Dhira terbang ke Indonesia tanggal 13 Maret 2023.

Baca Juga  Resolusi 2012

Ya Allah, dalam 10 hari di bulan Maret (Syaban) ini, Engkau berikan kami keajaiban dan hadiah kejutan berupa: saya mantu 2x. Hari ini, 08 Maret pernikahan anak pertama saya di Jerman dan 18 Maret 2023 pernikahan anak bungsu saya di Bogor.

Doaku terkabul: Anak pertama saya menikah sebelum adik bungsunya menikah. Alhamdulillah, keajaiban yang sangat indah.

Prosesi pernikahannya Mbak Dhira &  Murat Umut Akser di Jerman, sudah kami tayangkan secara online, pada 08 Maret 2023, pukul 19.10 WIB hingga 20.10 WIB

Terima kasih atas kehadiran dan doa-doa Anda semua

Yang Berbahagia

Jamil Azzaini

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer