Kapan Terakhir Minta Doa Ibumu?

Share this
  • 110
  • 2
  •  
  •  
  •  
    112
    Shares

Banyak hikmah yang bisa saya petik akibat pandemi Covid-19. Salah satunya saya bisa berdiskusi online dengan tim saya di Kubik Leadership. Untuk semua karyawan, setiap Senin saya membuat acara “Ngobrol Asyik bersama CEO.” Acara yang berlangsung selama satu jam tersebut, saya manfaatkan untuk menginspirasi tim selama 30 menit dari saya, dan 30 menit sisanya kami gunakan untuk diskusi.

Selain itu, saya juga bertemu dengan setiap bagian secara berkala. Dengan tim sales saya bertemu setiap Senin sore selama satu jam.

Salah satu bahasan pertemuan Senin lalu adalah tentang “intimacy” dan kekuatan proposal. Salah satu tim sales ada yang melontarkan pernyataan “Pak, menurut saya, proposal yang saya buat untuk klien lebih bagus, tajam dan mendalam dibandingkan proposal yang dibuat oleh mas Bejo (nama samaran), tapi mengapa mas Bejo yang closing puluhan batch, jauh lebih banyak dibandingkan saya.”

Saya pun meminta mas Bejo untuk membagikan rahasia keberhasilan closing puluhan batch di berbagai perusahaan. Mas Bejo menyampaikan “saya mengikuti saran pak Jamil untuk memadukan aspek profesional dan spiritual dalam bisnis.” Mas Bejo berhenti sejenak.

Beberapa detik kemudian ia melanjutkan “secara profesional saya melakukan proses sales sebaik-baiknya. Secara spiritual saya melakukan dua hal. Pertama, berdoa kepada Allah swt. Kedua, setiap saya mau presentasi di perusahaan, saya tulis nama program dan nama perusahaannya di selembar kertas. Setelah itu, kertas saya berikan kepada ibu saya untuk dibacakan dalam setiap doanya.”

Mendengar penjelasan mas Bejo, saya menarik nafas panjang sembari merenung “sudah berapa lama saya tidak jumpa dan meminta doa restu kepada ibu saya, padahal saya punya beberapa proyek besar yang harus saya tuntaskan sampai Desember 2020.”

Baca Juga  Bersaing Sehat

Saya pun melihat jadwal, hari Selasa dan Rabu ternyata jadwal full dengan rapat dan memberikan training online di 2 Perusahaan. Hari Kamis terlihat kosong. Maka segera saya membuat pengumuman di group wa keluarga yang isinya: “Insha Allah Kamis pagi, bapak mau ke Lampung, Jumat balik lagi. Sungguh bapak sangat senang apabila pada ikut.”

Akhirnya, Kamis pagi saya dan keluarga meluncur ke Lampung, mengunjungi ibu saya untuk menyampaikan hal-hal besar yang perlu saya tuntaskan. Setelah itu, saya memohon hal-hal tersebut terucap dalam doa-doa yang ia panjatkan.

Semoga saya menjadi orang yang bejo (beruntung) karena doa-doa tulus yang terucap dari lubuk hati ibu saya. Bismillah.

Nah, kapan terakhir Anda meminta doa dari Ibu?

Salam SuksesMulia

Jamil Azzaini

CEO Kubik Leadership
Founder Akademi Trainer
Founder Kampoong Hening


Share this
  • 110
  • 2
  •  
  •  
  •  
    112
    Shares

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer