Kapan Boleh Menempeleng Imam Masjid?

Share this

Pengirim : Anonim

Khalifah Mutawakkil billah mendapatkan berita bahwa sahabatnya, syaikh Ubadah telah memukul imam masjid setempat, tempat dia melaksanakan shalat.

Tentu sang khalifah penasaran penyebab terjadinya insiden tersebut. Maka dipanggilnya sang syaikh, lalu dia berkata :

“Telah sampai kabar kepadaku bahwa Anda memukul imam masjid, jika Anda tak menyampaikan alasan yang bisa diterima atas hal itu, saya akan menghukummu.”

Ubadah berkata : “Wahai Amirul Mu’minin, saya melewati sebuah masjid, kemudian muadzin mengumandangkan iqamah, maka kami masuk untuk shalat shubuh.

Lalu imam pun memulai shalat. Setelah membaca al-Fatihah, kemudian ia lanjut membaca permulaan surat Al-Baqarah.

Aku membatin didalam hati, ‘Semoga imam hanya membaca beberapa ayat dari surat al-Baqarah ini’. Ternyata dia membaca sampai akhir surat pada rakaat pertama.

Kemudian si Imam berdiri untuk rakaat kedua. Saya tidak ragu lagi dia pasti akan membaca surah pendek karena panjangnya raka’at pertama, mungkin dia akan membaca surat al Ikhlash atau sejenisnya setelah al-Fatihah.

Ternyata dugaanku salah, sang imam malah membaca surat Ali Imran seluruhnya. Selesai salam dia kemudian menghadap ke orang-orang, sedangkan saat itu matahari sudah hampir terbit.

Lalu dia berkata kepada jama’ah,” Ulangi shalat kalian, semoga Allah merahmati kalian, karena ternyata aku lupa belum berwudhu.”

Sontak aja akupun berdiri kehadapannya, lalu kutempeleng dia.”

Mendengar ini khalifah al Mutawakkil tertawa.

(Ath-Tadhiyah, Syabakah Arabiyah).

Baca Juga  Berbohong dan Dibohongi itu Sangat Jauh Perbedaannya

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer