Ada yang berkata kepada saya, “Berwirausaha itu modal utamanya semangat dan berani bukan ilmu.” Apakah Anda sependapat? Mengenai “berwirausaha” ini saya akan mencoba menjelaskannya dengan perumpamaan: berjalan, bersepeda, sopir dan pilot.
Untuk berjalan Anda tidak perlu belajar ilmu tertentu. Secara alamiah setiap orang sudah mempelajarinya sejak kecil. Mereka yang punya kaki dan tidak lumpuh pasti bisa berjalan. Tidak perlu keahlian khusus untuk bisa berjalan. Begitu pula dalam berbisnis, saat bisnis sederhana tak perlu ilmu dan keahlian khusus untuk menanganinya.
Ketika ingin bisa bersepeda Anda perlu belajar. Tidak semua orang bisa dan mahir bersepeda. Anda akan terjatuh bila tidak memiliki ilmu bersepeda. Begitu pula dalam berbisnis, pada tingkatan tertentu bisnis harus ditangani dengan sedikit ilmu dan kemampuan yang memadai.
Saat Anda ingin mengendarai mobil persyaratannya lebih banyak lagi. Tidak semua orang yang bisa mengendaraiรย sepeda atau motor otomatis bisa menjadi sopir. Begitu pula dalam berbisnis, bisnis yang semakin komplek memerlukan ilmu dan keahlian yang lebih banyak. Bila tidak, risikonya besar dan bisa membuat susah banyak orang.
Nah, apalagi jika Anda ingin menerbangkan pesawat. Ilmu dan keterampilannya harus lebih canggih lagi. Hanya orang-orang tertentu yang mampu menerbangkan pesawat, jumlahnya sangat sedikit. Tentu Anda tidak mau naik pesawat yang diterbangkan oleh seorang sopir walaupun ia semahir Michael Schumaker atau Sebastian Vettel sekalipun. Begitu pula dalam berbinis, ketika bisnis semakin berisiko diperlukan orang dengan keahlian khusus untuk menanganinya.
Intinya, semakin komplek dan berisiko bisnis Anda semakin perlu keahlian khusus yang Anda miliki. Maka tak heran walau sama-sama pebisnis tetapi hasilnya berbeda. Karena, ibaratnya yang satu sopir yang satu pilot, bayaran sopir dengan pilot selisihnya begitu besar.
Maka tak perlu heran bila pebisnis yang piawai semakin hari semakin kaya dan bertumbuh karena dia sudah menjadi seorang pilot. Perhatikanlah, kita dengan pak Chairul Tanjung tampak tak begitu banyak bedanya. Apa yang dilakukan bos CT Corp ini bisa juga kita lakukan. Yang jelas-jelas membedakan kita dengan beliau hanya satu, dalam waktu 5 menit lelaki visioner ini bisa menghasilkan keputusan bisnis yang memberikan keuntungan milyaran rupiah. Kita?
Jadi, teruslah bertumbuh, berlatih dan belajar agar Anda bisa menerbangkan bisnis Anda laiknya pilot yang mampu menerbangkan pesawat terbang jumbo jet!
Salam SuksesMulia!
Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter: @jamilazzaini
17 comments On Jadilah Pilot
Terimakasih Pak,.. nice posthing!!!
Like it..
Belajar itu memang sgt penting!!
Marii terus belajar agar smkn bertumbuh mjd org HEBAT ^.^
Semakin semangat u terus belajar, berlatih dan memperkaya diri dg byk pengetahuan
mantaap, mari butuh belajar terus ni ma kakek ๐
dan instrumen kontrolnya juga lebih komplek ya pak..
thanks..
Setuju Pak Jamil
Belajar banyak dari Pak Jamil dan Pak Chairul Tanjung yang sudah membuat Trans Corp semakin Berjaya…Sukses Mulia ๐
mantap mbh kakungg
kalau gitu mending sekolah pilot aja, ya mbah? ๐
Belajar never ending story ๐
Wahh,,,saya mau menjadi pilot pesawat Hercules kek! Amin ๐ thks sdh berbagii ilmuunyaa..
semanga untuk belajar..semangat semangat..
Siap Pak.. mulai belajar agar bisa menjadi “PILOT” sejati ..
Belajar di mulai dari buaian hingga liang lahat.
Selagi nafas masih berhembus, maka belajar tidak boleh berhenti.
Makin semangat menggali potensi dengan terus belajar.
Terima kasih kek
Ingin jadi pilot.
Belajarnya dimana ya Pak?
Nice share kek…
Ilmu itu memang bener” penting
tumbuh, berlatih, belajar. makasih Pak. salamsuksesmulia