Inspirasi Leadership Dari MotoGP

Share this

Para leaders, Hidup Anda ingin selalu tercerahkan? Carilah inspirasi dari berbagai kegiatan yang Anda saksikan. Nah, salah satu moment yang menjadi sumber inspirasi adalah Indonesia menjadi tuan rumah MotoGP 2022.

Memang yang nampak dilayar Televisi para pembalap sedang beradu kecepatan untuk sampai di garis finish. Namun, dibalik geberan knalpot serta euphoria dari penggemarnya terdapat sebuah organisasi yang berbasis data dengan improvement yang berkala.

Kemenangan pembalap bukan hanya peran pembalap saja. Kemenangan pembalap juga ditentukan oleh peran contructors, engineer, hingga para kru mekanik di pit stop. Sama hal-nya dengan kesuksesan CEO, keberhasilannya juga karena dukungan dari seluruh tim-nya.

Dari perjalanan sebuah tim mempersiapkan kemenangan di setiap rally-nya ternyata ada banyak insight leadership yang bisa kita dapatkan.

Pertama, Sinergi. Dalam arena balap berlaku hukum “win together, lose togehter” Seorang pembalap yang sukses memiliki coaches, engineer, serta mekanik dalam tim-nya. Semua individu dalam tim ikut berkontribusi untuk satu tujuan, yakni kemenangan.

Apabila kita melihat kendaraan-kendaraan mulai mengarah ke Pit Stop, kita bisa lihat setiap individu yang ada di Pit Stop juga mulai bergerak dengan cepat mempersiapkan semua kebutuhan Sang Pembalap. Sehingga saat kendaraan telah sampai, mereka semua langsung bekerja layaknya sebuah simfoni yang indah.

Tim Pit Stop yang terbaik itu biasanya membutuhkan waktu 3,2 – 3,4 detik untuk mengganti sebuah ban. Coba kita bayangkan jika terjadi satu kesalahan saja, salah seorang anggota pit stop ada yang salah pasang baut atau tim Pit Stop tidak bekerja dengan koheren maka hasilnya pasti akan memengaruhi hasil akhir.

Baca Juga  Benarkah Kita Sudah Bersyukur?

Seperti contoh di ajang balap mobil Formula 1, pembalap Red Bull, Daniel Ricciardo gagal menjuarai F1 GP Monako karena tim Pit Stop tidak siap dan bekerja dengan lamban.

Padahal di lap sebelumnya, Ricciardo sudah mendahului Lewis Hamilton, namun karena tim Pit Stop yang lamban, tidak siap mengganti ban, sehingga saat kembali ke trek balapan, dia telah berada di belakang Lewis Hamilton. Sinergi tim yang tidak padu menyebabkan kekalahan dalam ajang balapan.

Begitu pula dalam perusahaan, tim yang solid dan saling mendukung menjadi modal kemenagan dalam kompetisi bisnis. Sebaliknya, bila terjadi silo, egosentris dan tidak terjadi sinergi, maka kekalahan perusahaan tinggal menunggu waktu.  

Kedua, kejar kemenangan dengan modal data dan strategi. Kenapa data dan strategi? Karena data tanpa strategi seperti berjalan tanpa kompas, sedangkan strategi yang tidak didasari data hanyalah sebuah ilusi. Setiap minggunya, baik tim Formula 1 maupun MotoGP membuat sekitar 1000 perubahan untuk meningkatkan performa kendaraannya.

Kendaraan yang digunakan pada dasarnya hanya prototype yang konfigurasinya tidak pernah sama, termasuk dalam pertandingan. Setiap kondisi dan hasil yang didapat merupakan data. Nantinya data ini akan digunakan untuk membuat strategi agar performa dalam setiap pertandingan dapat terus meningkat.

Dalam dunia bisnis, data merupakan aset yang sangat berharga di setiap organisasi. Berdasarkan hasil survey dari PwC, 81% organisasi menyetujui untuk menjadikan data sebagai jantung dari setiap decision-making perusahaan.

Sebagai contoh, Netflix berhasil mengumpulkan dan menganalisa data customer-nya  untuk melihat film dan pertunjukan yang sedang populer. Dengan menggunakan strategi yang berbasis data-driven, Netflix berhasil meningkatkan nilai bisnisnya melebihi 50 juta dolar selama tahun 2020.

Baca Juga  Menjadi Orang Yang Tahan Banting

Ketiga, fokus terhadap target jangka panjang. Seorang pembalap sejati, akan melihat targetnya sejauh mungkin yang ia bisa. Ia tidak akan terganggu dengan insiden yang dilewatinya dan tetap berada di jalurnya.

Ia juga akan tenang dan tidak mudah puas dengan hanya melewati satu per satu lawannya. Karena target yang sesungguhnya bukan lah melewati lawan didepan kendaraannya, melainkan kemenangan di garis finish.

Sama hal-nya dalam berbisnis. Anda harus membuka mata selebar-lebarnya. Belajarlah menggunakan pengelihatan Anda untuk melihat jauh kedepan. Tugas Anda adalah untuk melihat jauh kedepan, dapatkan saran dan masukan sebanyak-banyaknya dan jaga fokus tim Anda untuk pencapaian visi tim atau perusahaan Anda. Tidak terganggu dengan tumbangnya beberapa bisnis di sekitar Anda. Terus melaju, berjuang mewujudkan visi perusahaan.

MotoGP telah menginspirasi kita. Agar dalam mempimpin, kita perlu fokus terhadap visi dan tujuan tim atau perusahaan kita, mengharmonisasikan anggota tim agar dapat bersinergi, serta menggunakan data dalam menyusun strategi bisnis. Apabila ketiga hal tersebut kita lakukan, bersiaplah untuk tampil di podium kemenangan. Dan setelah menang, jangan berpuas diri, teruslah bersiap dalam balapan selanjutnya.

Salam SuksesMulia

Jamil Azzaini

Inspirator SuksesMulia

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer