Bicara Yang Didengarkan Oleh Pendengar

Share this
  • 44
  • 3
  •  
  •  
  •  
    47
    Shares

Saat saya memberikan webinar kepada para owner bisnis dari seluruh Indonesia, ada yang mengajukan pertanyaan “pak mengapa omongan saya tidak di dengar oleh tim saya.” Peserta lain menimpali dengan pertanyaan “pak, kalau di kantor saya menjadi bos, tetapi saat di rumah, keluarga saya tidak mendengar nasehat saya.” Di dalam hati saya membatin “itu nyindir saya, dulu saya pernah seperti itu, hehehe…”

Kegudahan dua penanya itu, pernah saya alami. Saya pun mencari jawaban dengan belajar ke banyak pihak. Dari pencarian itu, ada dua pelajaran sederhana namun menohok yang saya temukan.

Pertama, “saringan 3B Socrates” bahwa saat bicara kita perlu memperhatikan 3B. Apakah yang kita sampaikan Benar? Apakah yang kita sampaikan Baik? Dan apakah yang kita sampaikan Bermanfaat. Apabila yang hendak kita katakan tidak memenuhi 3B tersebut lebih baik tidak usah bicara (disampaikan). Diam jauh lebih baik.

Kedua, kaidah THINK NOW yang dikembangkan (Afzan, 2020). Saat bicara kita ingin jauh didengarkan oleh orang lain, pastikan memenuhi kaidah ini. Apa itu?

T = is it True

H = is it Helpful

I = is it Inspiring

N = is it Necessary

K = is it Kind

Now = : is it NOW the right time to speak

Saat kita hendak mengatakan sesuatu pastikan apa yang kita sampaikan itu benar, membantu, menginspirasi dan dibutuhkan oleh orang yang mendengarkan. Apabila satu saja dari empat hal tersebut tidak ada, diam adalah pilihan.

Saat keempat hal tersebut sudah ada, maka kita perlu meluruskan niat bahwa apa yang kita sampaikan didasari oleh (KIND) kebaikan hati, niat yang tulus, kejernihan hati, penuh rasa cinta. Mengirimkan doa kepada pendengar atau orang yang hendak kita ajak bicara sebelum kita berbicara juga merupakan bagian dari KIND yang menentukan kekuatan bicara kita.

Baca Juga  Belajar Dari Fathan Kamil

Saat THINK sudah terpenuhi, kita masih perlu mempertimbangkan “apakah saat ini adalah saat yang tepat untuk menyampaikan hal tersebut (Now)?” Bila ya, maka bicaralah. Bila tidak, diamlah atau gantilah topik pembicaraan lain.

THINK NOW sangat membantu saya dalam melakukan berbagai peran yang saya jalani. Bahkan terkadang saya mengubah tema pembicaraan yang sudah disiapkan sebelumnya apabila ternyata tema yang sudah dipersiapkan tersebut tidak memenuhi kaidah THINK NOW saat hendak disampaikan.

Latihlah THINK NOW ini, Insha Allah, bicara Anda akan jauh lebih didengarkan dibandingkan sebelumnya. Semakin sering berlatih, bicara kita semakin memiliki kekuatan. Praktekkanlah mulai hari ini. Siap?

Salam SuksesMulia

Jamil Azzaini


Share this
  • 44
  • 3
  •  
  •  
  •  
    47
    Shares

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer