Bekerja Yes, Belajar Yes

Share this

Hari Jumat hingga Senin (17-20 Maret 2017) untuk yang kedua kalinya saya berkunjung ke Korea Selatan. Apabila tahun lalu saya memberikan seminar di Korea Selatan bagian atas (Anshan), kali ini saya memberikan inspirasi dan training di Korea Selatan bagian bawah (Daegu), tepatnya di Yuengnam University.

Gambar atas, kedua dari kiri (sebelah kanan saya) adalah "Rektor" UT di Korsel. Paling kanan adalah Ketua BEM UT dan gambar bawah bersama sebagian peserta Seminar
Gambar atas, kedua dari kiri (sebelah kanan saya) adalah “Rektor” UT di Korsel. Paling kanan adalah Ketua BEM UT dan gambar bawah bersama sebagian peserta Seminar
Alhamdulillah, peserta seminar membludak hingga menambah banyak kursi bahkan ada yang rela berdiri di bagian belakang ruang seminar. Padahal, acara berlangsung cukup lama, dimulai pukul 11.30 dan berakhir pukul 16.45 waktu Korea Selatan. Selain dihadiri para pekerja, mahasiswa Indonesia yang kuliah di perguruan tinggi di Korsel juga dihadiri oleh mahasiswa dari Universitas Terbuka (UT). Bahkan panitia acara ini adalah mahasiswa UT.

Perlu Anda ketahui, mahasiswa UT di Korsel adalah para pekerja asal Indonesia. Senin hingga Sabtu mereka bekerja, dan hari Minggu mereka mengikuti kuliah tetap muka. Kehadiran UT di Korsel menurut saya sangat membantu para pekerja untuk bisa melanjutkan kuliah.

Dan menariknya, para mahasiswa S-2 atau S-3 yang kuliah di Korsel bersedia menjadi tutor (dosen) bagi para pekerja yang ikut kuliah di UT. Para mahasiswa asal Indonesia yang sebagian besar adalah dosen Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia sangat senang bisa membantu UT mengadakan kuliah tatap muka.

Koordinator UT di Korsel adalah bapak Syarif Hidayat, seorang dosen dari ITB yang sedang melanjutkan kuliah di Korsel, meski secara struktural lelaki beranak dua ini bukan bagian dari UT, namun ia melakukan tugasnya dengan penuh suka cita. Teman-teman di Korsel memanggilnya “Pak Rektor.”

Kolaborasi antara para pekerja yang kuliah di UT dengan para mahasiswa di Korsel menurut saya sangat apik dan saling menguntungkan. Bagi mahasiswa Indonesia (sebagian besar dosen) membantu menambah jam terbang mengajarnya sementara bagi pekerja yang kuliah di UT sangat terbantu karena bisa bertatap muka dengan para dosennya. Selain itu, mahasiswa UT yang profesi utamanya adalah pekerja ini bisa merasakan aura dan energi perguruan tinggi.

Baca Juga  Gagal Membawa Berkah

Saya sangat senang ketika mendengar cerita bahwa sudah ada pekerja yang sekaligus mahasiswa UT sudah ada yang lulus menjadi sarjana dari UT kemudian diterima sebagai mahasiswa pascasarjana di Korsel. Asyik to?

Kebahagian saya selalu membuncah bila bertemu dengan para pekerja asal Indonesia di negara lain, termasuk yang di Korea. Mereka pekerja keras, mereka tulang punggung keluarga, mereka penyumbang devisa bagi negara, mereka sering mengejar “setoran” demi kebahagiaan keluarganya di Indonesia. Namun mereka masih menyempatkan belajar, belajar dan belajar. Saya bangga dengan kalian semua, I love you all.

Jamil Azzaini
CEO Kubik Leadership
Founder Akademi Trainer
Inspirator SuksesMulia

Ingin ngobrol dengan saya? FOLLOW saya di twitter: @jamilazzaini. Atau, LIKE saya di facebook

2 comments On Bekerja Yes, Belajar Yes

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer