Adakah Setan yang Baik?

Share this

Manusia hidup berproses. Ada yang saat muda menjadi penjahat setelah tua menjadi pribadi yang taat. Sebaliknya, ada yang pada awalnya manusia yang alim namun akhirnya menjadi manusia yang zalim.

Makanya, kita jangan terbiasa memberi “stempel” jahat kepada seseorang. Karena, boleh jadi ia sudah taubat. Berbeda dengan setan, setahu saya tak ada setan taubat dan tak ada setan yang menginginkan kebaikan pada manusia.

Cerita berikut saya peroleh saat acara buka puasa di kantor saya kemarin. Ustadz Muthohir, selaku nara sumber, bercerita tentang seorang yang buta di masa Nabi saw. Namanya Umi Maktum. Semoga dari kisah ini kita bisa memetik pelajaran.

Para sahabat Nabi yang mulia sungguh sangat menghargai sholat berjamaah di masjid. Setiap adzan berkumandang mereka berlomba-lomba datang ke masjid. Salah satu dari mereka adalah Umi Maktum. Pernah suatu saat Umi Maktum ini terperosok di satu lubang, namun ia segera bangkit dan tetap menuju ke masjid untuk sholat berjamaah.

Suatu ketika ia berangkat lagi ke masjid. Saat mendekati lubang dimana ia terjatuh sebelumnya, tiba-tiba ada tangan yang menuntunnya ke masjid sehingga ia tidak terperosok lagi. Setiba di pintu masjid Umi Maktum heran karena ternyata orang itu tidak ikut masuk ke masjid.

Lantas Umi Maktum memberanikan diri bertanya, “Siapa Anda?”

Terdengarlah jawaban, “Saya setan.”

Umi Maktum heran, kok ada setan yang baik hati. Lelaki buta ini pun bertanya, “Kenapa Anda menolong saya?”

Dengan cepat setan menjawab, “Kemarin kau terjatuh di lubang itu, kau tetap sabar sehingga dosamu diampuni oleh Allah dan derajatmu diangkat. Hari ini aku tak mau kau menerima kebaikan itu lagi.”

Baca Juga  Jangan Tinggalkan Sisa

Hehehehe.. Ternyata sekali setan tetap setan…

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter: @jamilazzaini


TBnC9


19 comments On Adakah Setan yang Baik?

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer