Zaman Versatilis

Share this
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Di bulan ini, disela-sela jadwal training, saya mendatangi dua ahli pengobatan, satu di Jogja dan satunya di Lombok NTB. Apakah penggagas kedua tempat pengobatan itu seorang dokter? Jawabnya, bukan. Ternyata, pengaggas “terapi balur” di Jogya adalah seorang ahli fisika nuklir alumni ITB yang kemudian melanjutkan pendidikannya ke Jerman, ia bernama Dr. Greta Zahar.

Sementara ahli pengobatan di Lombok NTB juga bukan seorang dokter, ia warga biasa. Masyarakat sekitarnya menjuluki ahli syaraf, lelaki tua ini dipanggil Pak Aer. Menurut Pak Aer, penyebab orang tidak sehat itu karena ada saluran darah yang tersumbat dan syaraf yang tidak berfungsi. Dan perlu Anda tahu, orang-orang yang berobat di dua tempat tersebut terrnyata banyak yang dokter atau orang yang direkomendasikan oleh dokter.

Dunia benar-benar telah berubah, seorang yang ahli disatu bidang bisa digunakan untuk bidang lain. Atau dengan kata lain, saat ini dunia memerlukan orang yang mempunyai beberapa keahlian sekaligus, kelompok orang ini disebutnya versatilis. Beberapa tahun yang lalu, saya dinasehati guru saya untuk menjadi seorang spesialis, fokus kepada satu keahlian. Saat ini, dunia sudah berbeda, kita dituntut menjadi seorang versatilis.

Menariknya, untuk menjadi versatilis ini perlu diawali dari spesialis karena memang versatilis berbeda dengan seorang generalis. Seorang generalis biasanya hanya menguasai secara umum (hal-hal besar), ia tidak terlalu menguasai atau ahli di bidang yang ditekuni. Sementara seorang versatilis itu menguasai secara mendalam bidang yang ia tekuni. Ia memiliki banyak keahlian atau menguasai beberapa spesialisasi di bidang yang ia tekuni.

Orang yang bekerja di bank saat ini tidak hanya dituntut ahli dalam laporan keuangan dan analisa kredit, ia juga perlu mendalami dunia digital. Ia perlu memiliki keahlian lain apabila ingin terus bekerja di dunia perbankan. Begitu pula dibidang-bidang yang lain.

Baca Juga  Apakah Anda dan Tim Anda Sudah Growth Mindset?

So, segera kuasai satu keahlian kemudian segera belajar keahlian yang lain sampai ahli, baik keahlian itu berhubungan atau tidak. Sekarang zamannya versatilis, orang yang malas belajar banyak keahlian, akan tertinggal dan dilupakan zaman.

Salam SuksesMulia

Jamil Azzaini
CEO Kubik Leadership
Founder Akademi Trainer
Inspirator SuksesMulia

Ingin ngobrol dengan saya? FOLLOW saya di twitter: @jamilazzaini. Atau, LIKE saya di facebook


Share this
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer