Workaholic Belum Tentu Produktif

pekerjakeras.jpg

Workaholic adalah keadaan dimana orang kecanduan kerja, terobsesi untuk terus bekerja, mempunyai dorongan yang kuat untuk terus bekerja, menghabiskan waktu lebih banyak untuk bekerja dengan mengorbankan waktu untuk hal lain, sangat menyukai bekerja, melebihi tuntutan perusahaan.

Walaupun seorang workaholic kecanduan bekerja belum tentu ia produktif. Sebab, bekerja terus menerus dan mengabaikan sisi kehidupan yang lain membuat seorang yang workaholic kurang peka terhadap lingkungan sekitar. Ia sulit mendapat dukungan dari rekan kerjanya. Hatinya sering gelisah sehingga ia cenderung emosional dan pemarah.

Seorang workaholic bisa jadi haus kasih sayang. Kecanduannya terhadap pekerjaan membuat ia terkadang lupa dengan moment-moment penting di keluarganya. Ia tidak tahu jadwal pengambilan raport dan libur anaknya. Tidak menikmati obrolan, canda dan cengkerama dengan anggota keluarganya. Akhirnya, ada “jarak” cinta dan kasih sayang antara dirinya dengan orang-orang terdekatnya,

Kecanduannya terhadap pekerjaan bisa juga membuatnya kudet (kurang update) terhadap perlembangan khasanah ilmu dan metode kerja terbaru yang bisa membantunya bekerja. Acara-acara training, workshop, sharing dianggap membuang waktu sehingga ia enggan ikut di dalamnya. Merasa sudah bisa dan paling tahu terhadap pekerjaanya. Ia terlalu keras bekerja sehingga lupa untuk bekerja lebih cerdas dan ikhlas.

Saatnya Anda berhenti menjadi workaholic. Suasana bulan Ramadhan sangat memungkinkan Anda berlatih berhenti menjadi workaholic. Mulailah menikmati hidup. Tetap bekerja dengan cara melakukan yang terbaik. Namun Anda juga perlu menikmati kehidupan lain dengan keluarga Anda, berkumpul dengan sesama, ikut kajian dan menikmati indahnya bermunajat kepada-Nya.

Cobalah rasakan nikmatnya melayani istri, anak, orang tua sahabat dan orang-orang di sekitar Anda. Sekali-kali suapi putra-putri Anda saat sahur. Ngobrol dan bersendagurau dengan mereka tentang berbagai topik. Berbagai variasi kehidupan yang Anda jalani akan membuat Anda punya energi tambahan saat bekerja. Hasilnya, boleh jadi Anda lebih produktif dibandingkan Anda hanya fokus menjadi workaholic. Cobalah…

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? FOLLOW saya di twitter: @jamilazzaini. Atau, LIKE saya di facebook

Bagikan:

7 thoughts on “Workaholic Belum Tentu Produktif”

  1. isya J says:

    Ternyata selama ini. Saya salah menganggap Workaholic itu adalah tindakan benar. Terima kasih pak Jamil.

    1. Jamil Azzaini says:

      Itu yang menyedihkan…kecanduan tapi pelakunya tidak sadar 🙂

  2. bandriyo says:

    Siapp pak Jamil..
    Maafkan aku keluargaku…. karena workaholic tak kuperhatikan moment@ pentingmu…!

    1. Jamil Azzaini says:

      Kesediaan meminta maaf bukti sudah sadar 😉

  3. hery.wibowo83@yahoo.com says:

    terimakasih kek…sudah mengingatkan ku..kecanduan bekerja belum tentu itu produktif.
    segera saya ubah kek…xixiixix,,makasih nasehatnya..

    1. Jamil Azzaini says:

      Sama-sama…

  4. Moefid says:

    Alhamdulillah saya telah menikmati ini. Bersama keluarga jadi lebih banyak waktu berkumpul dan bisa lebih sering nonton video Pak Jamil di youtube. Terima kasih banyak untuk sharingnya Pak, semoga Allah membalas kebaikan Bapak.

Leave a Reply

Your email address will not be published.