Waspadalah dengan THR

Share this
  • 11
  •  
  •  
  •  
  •  
    11
    Shares

Pekan ini merupakan pekan yang menyenangkan bagi sebagian besar orang yang bekerja. Mengapa? Karena pekan ini adalah pembagian Tunjangan Hari Raya (THR). Anda tentu boleh bahagia menerima THR, namun Anda juga perlu waspada dengan rezeki nomplok itu. Lho, kok waspada, ada apa dengan THR?

Bagi Anda yang sudah sering ikut seminar, training atau membaca buku pertama saya, Kubik Leadership (Gramedia) tentu Anda tahu penjelasan Hukum Kekekalan Energi. Salah satu aplikasi hukum ini dalam kehidupan sehari-hari adalah apapun yang kita lakukan pasti akan kembali kepada kita dengan balasan yang sempurna.

Apabila kita berbuat positif maka kita akan mendapat balasan sesuatu yang positif. Apabila kita melakukan yang negatif maka hal buruk (negatif) akan datang kepada kita dari arah yang tiada kita duga. Bagaimana apabila kita menerima kebaikan seperti THR? Boleh jadi itu adalah balasan atas kebaikan yang pernah kita lakukan atau itu adalah down payment (uang muka) atas kebaikan yang seyognyanya harus kita lakukan di kemudian hari.

Konsekwensi dari uang muka ini adalah apabila dikemudian hari kita tidak melakukan kebaikan senilai dengan kebaikan yang sudah kita terima maka kebaikan itu berubah menjadi keburukan. Misalnya, Anda menerima THR sebesar Rp 10.000.000 dan setelah itu Anda tidak melakukan kebaikan senilai itu maka keburukan senilai sepuluh juta tersebut akan berrubah menjadi keburukan senilai sepuluh juta. Ngeri bukan?

Bagi yang ingin mendalami tentang hukum kekekalan energi ini, silakan undang saya atau baca buku Kubik Leadership. Hehehe…

Nah, lantas apa yang perlu kita lakukan agar THR yang kita terima justru tidak berbuah menjadi banyak keburukan? Segera iringi dengan melakukan banyak kebaikan setara dengan THR yang Anda terima.

Baca Juga  Apa Keahlianmu?

Jangan lupa, sisihkan THR yang Anda terima untuk membantu saudara, kerabat, sahabat atau orang yang membutuhkan. Saat liburan lebaran banyaklah bersilaturahmi dan berkomunikasi dengan sanak famili. Membahagiakan saudara, keluarga, apalagi orang tua adalah kebaikan yang bernilai istimewa yang nilainya bisa melebihi THR yang kita terima.

THR adalah alarm agar kita semakin banyak berbuat kebaikan bukan modal untuk memuaskan ego pribadi semata. Semakin besar THR yang kita terima semakin banyak kebaikan yang seyognya kita tebarkan. Bila Anda alpa atau malas berbuat kebaikan setelah Anda menerima THR, bersiaplah untuk menerima berbagai malapetaka. Naudzubillah min dzali…

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? FOLLOW saya di twitter: @jamilazzaini. Atau, LIKE saya di facebook


Share this
  • 11
  •  
  •  
  •  
  •  
    11
    Shares

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer