Wahyono “Menampar” Saya

wahyono.jpg

Sabar dan syukur dua pasangan yang tidak boleh terpisahkan. Bersyukur punya pekerjaan karena masih ada puluhan juta orang yang menganggur. Bersabarlah bila ternyata penghasilan yang diperoleh belum bisa memenuhi semua keinginan.

Bersyukurlah punya bisnis karena betapa banyak orang yang ingin bisnis tetapi hanya ingin saja. Sibuk memilih bisnis tetapi tak ada satupun yang dibuka. Padahal bisnis yang baik adalah bisnis yang segera dibuka. Bila ternyata untungnya belum seberapa, bersabarlah.

Bagi Anda yang punya fisik atau tubuh sempurna bersyukurlah. Dan bukti syukur itu Anda mengoptimalkan seluruh potensi yang ada pada diri Anda untuk menghasilkan banyak karya, prestasi dan sesuatu yang berguna. Wahyono tubuhnya tidaklah sempurna. Ia tidak punya kaki dan tangan. Ia tidak bisa berdiri. Tetapi tahukah Anda apa yang rutin dia lakukan?

wahyono2Wahyono selalu sholat tepat waktu di masjid. Saat saya melihat pertama kali, ia sedang sholat sunah di masjid dengan cara berbaring. Ketika waktu sholat tiba, ia menggelindingkan tubuhnya dari bagian tengah masjid menuju shaft pertama. Ia pun mendapatkan shaft pertama, ia sholat sembari berbaring diantara saya dan ustadz Yusuf Mansur.

Usai sholat, ia dipangku oleh ustadz Yusuf Mansur karena memang tidak bisa duduk atau berdiri apabila tidak ada sandaran. Perasaan saya ketika itu campur aduk, apalagi setelah saya mendengar ia setoran ayat hafalan Al-Qur’an kepada ustadz Yusuf Mansur. Diulangnya setoran hafalan itu sebanyak lima kali. Saya merinding mendengarnya.

Ia pun kemudian didaulat untuk memberikan ceramah. Ia pun bersedia asalkan dengan bahasa Jawa. Saya mendengarkan dengan seksama ceramah lelaki asal Batang, Jawa Tengah ini, sekali-kali saya menjadi penerjemah untuk Ustadz Yusuf Mansur yang tidak mengerti bahasa Jawa halus yang digunakan Wahyono.

Ya, Wahyono telah “menampar” saya. Tubuh saya sempurna tetapi terkadang masih enggan sholat tepat waktu di masjid. Kini, setiap saya hendak menunda-nunda sholat terkadang terbayang wajah lelaki berusia 17 tahun ini. Bukan hanya itu, ia kini sedang berusaha menghafal Al Qur’an di Pesantren Darul Qur’an. Ini adalah “tamparan” kedua Wahyono kepada saya.

wahyono1Bagi Anda yang tubuhnya sempurna, lakukanlah semua hal dengan cara yang terbaik. Hasilkan karya atau prestasi sembari terus mendekat kepada sang Illahi Robbi. Bersyukurlah atas semua karunia yang telah Anda terima. Bila Anda masih kurang bersyukur, mungkin Anda perlu “ditampar” orang seperti Wahyono.

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? FOLLOW saya di twitter: @jamilazzaini. Atau, LIKE saya di facebook

Bagikan:

26 thoughts on “Wahyono “Menampar” Saya”

  1. ali samsudin says:

    ya Allah…. dimana syukurku, Engkau telah berikan nikmat yang tiada tara, tapi hamba masih sering melupakan kewajibanku apalagi sunnah rosulMu. Ya Allah mudahkanlah jalan menuju dekat kepadaMu. aamiin

    1. Jamil Azzaini says:

      Aamiin YRA

    2. nusamebel says:

      Astaghffirullah, betapa malu saya bila membandingkan diri dengan Wahyono. Yang lebih saya takutkan, jika rasa malu ini melecut semangat, hanya untuk sementara saja… Numpang lewat saja…Ya Allah, istiqomahkan… Dalam sabar dan syukur… Aamiin….

  2. NIEN says:

    Yaa ALLAH…dimana rasa SYUKUR ini….

    1. Jamil Azzaini says:

      Ada di hatimu, nikmati dan jalani….

  3. khotim says:

    ya Rabbi,,, malu saya dengan beliau…

    izin share tulisan kakek yaaa…
    syukron katsiron..^^

    1. Jamil Azzaini says:

      Dengan senang hati…

  4. heri smile says:

    Semoga kita semua menjadi hamba yg selalu bersyukur dengan memaksimalkan apa yg diberikan Allah utk kebaikan.aamiin

    1. Jamil Azzaini says:

      Aamiin yra

  5. zulfa safira says:

    subhannalloh….pelajaran yang sangat berharga bagi saya…..

  6. hery.wibowo83@yahoo.com says:

    rasanya pengin menangis kek..setelah baca artikel ini…subhanalloh …

  7. Queen Of Hypno_Princess Amanda says:

    Just crying very louder…

    Yang Allah ampuun….

    1. Jamil Azzaini says:

      Tutup telinga

  8. mas shohib khan says:

    wahyono dan mas jamil “menampar” saya…

    1. Jamil Azzaini says:

      Jangan ditangkis….

  9. Davied Vierronieca says:

    Ya Allah…. Maluuuuuuu!!!!!! Diri ini yg jauh dari rasa syukur …. Ampuni hamba ya Robb….

  10. JeffriYL says:

    Izin Share Kek…

    1. Jamil Azzaini says:

      Dengan senang hati…

  11. rara says:

    Subhanallah

  12. Anonymous says:

    Aminn

  13. mordi gelobal says:

    Amin

  14. Anonymous says:

    subhanallah…harusnya lebih “tertampar” dengan badan yg sehat..kok mundur dari arena perjuangan

    1. Jamil Azzaini says:

      Setiap orang yang tidak sejalan bukan berarti berhenti berjuang, biasakanlah menghormati pilihan orang

  15. Maskatno Giri says:

    Saat ini aku meneteskan air mata. Aku masih merasa belum maksimal dalam bersyukur. Cuma terkadang aku bingung juga bagaimana cara memaksimlkan potensiku. Aku adalah orang biasa-biasa saja, potensinay juga biasa-biasa saja.

  16. Sopian says:

    malu sama diri sendiri… sayahanya bisa diam dan bertanya sama diri sendiri, apa yg sudah saya lakukan ?

  17. Saya share ya beh..trims

Leave a Reply

Your email address will not be published.