Virus Informasi

virus-informasi.jpg

Akhir-akhir ini setiap bertemu dengan warga di komplek perumahan saya, mereka berkata, “Jangan pindah to pak, di sini saja.” Bahkan ada yang kirim WhatsApp, “Mas Jamil mau pindah ke Sentul, di perumahan apa?” Ada juga yang memohon, “Mas kalau ngaku sahabat dengan saya, mbok ya jangan pindah rumah.”

Saya menjadi heran, dari mana sumber berita tersebut. Karena saya belum pernah menyampaikan bahwa saya akan pindah rumah. Menariknya, bahkan ada yang spesifik menyatakan saya akan pindah ke Sentul. Ternyata gosip itu sangat cepat menyebar dan seolah menjadi kebenaran.

Ya, gosip dan ketidakbenaran yang diucapkan dan disebarkan berulang-ulang ternyata bisa menjadi seolah nyata dan benar. Dan bila itu tentang perilaku, maka perilaku salah yang disebarkan berulang-ulang bisa menjadi kebenaran, kebiasaan dan akhirnya menjadi sesuatu yanb wajar dan benar.

Saling caci dan saling merendahkan antar satu akun dengan akun lain di lini masa yang terjadi berulang-ulang akhirnya menjadi wajar dan biasa. Boleh jadi, tweet atau status akun tersebut menjadi hambar dan garing bila tanpa cacian dan hinaan. Cacian dan hinaan yang semula tak elok didengar dan dibaca akhirnya menjadi biasa. Celakanya bila generasi selanjutnya ini menganggap kebenaran.

Berhati-hatilah menyebarkan keburukan dan kejelekan karena bila kemudian menjadi kebiasaan dan teladan akan membuat dosa kita bertumpuk tanpa berkesudahan. Begitu pula saat Anda hendak menyebarkan broadcast, timbang-timbang dulu apakah hal itu benar, berguna, dan baik bagi orang lain. Kebiasaan menyebarkan sesuatu yang kita terima tanpa filter akan membuat hidup kita keblinger.

Penyebaran berita, informasi, dan sejenisnya lebih cepat dari penyebaran virus. Jangan sampai kita menjadi penyebar virus yang akhirnya menyibukkan banyak orang melakukan hal-hal yang tiada berguna, bahkan boleh jadi mencelakakan. Ruginya dunia dan akhirat.

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? FOLLOW saya di twitter: @jamilazzaini. Atau, LIKE saya di facebook

Bagikan:

2 thoughts on “Virus Informasi”

  1. Retno Mustikaningsih says:

    ..seperti memanen buah dan sayuran, tentu pilih yg segar dn menyehatkn. Yg busuk abaikn dn yg bikin penyakit musnahkn .. Dtgi aj hanya kebun yg baik. Trims Mas Guru smoga makin mulia..

  2. abdul malik says:

    Assalamu’alaikum. Betul sekali pak Jamil….Informasi negatif akan menjadi makanan buruk bagi fikiran/otak.

    Kapan bikin seminar di Pekanbaru pak Jamil…saya sangat ingin mendengar dan melihat langsung seminar Bapak…

Leave a Reply

Your email address will not be published.