Update Status

update.jpg

Perkembangan social media begitu cepat. Saya merasakan banyak manfaat. Namun, ternyata social media juga bisa menimbulkan mudharat. Yang umum sudah kita ketahui adalah saat bertemu offline terkadang orangnya bukannya sibuk berinteraksi secara langsung namun justru sibuk dengan gagdetnya masing-masing. Mereka update status atau memperhatikan status orang lain.

Untuk urusan update status ini ternyata banyak yang curhat kepada saya dengan bahasa yang senada. “Pak, ternyata orang lain lebih banyak tahu aktivitas pasangan hidup saya. Sebab, semua aktivitasnya dibuat status di social media. Padahal tidak semua statusnya saya baca. Seolah orang lain lebih paham pasangan hidup saya dibandingkan saya.”

Setelah sering mendapat curhatan seperti ini, saya mengurangi dan berusaha tidak membuat status aktivitas pribadi di social media. Bila suatu saat saya membuat status aktivitas pribadi maka saya pastikan bahwa sebelumnya saya sudah memberitahukan itu ke istri saya.

Pastikan pasangan hidup Anda spesial. Dialah orang yang paling tahu tentang diri Anda. Kurangi status yang sifatnya aktivitas pribadi di social media. Pastikan pasangan hidup Anda jauh lebih tahu aktivitas Anda dibandingkan orang lain. Ketahuilah, sesuatu yang spesial itu lebih banyak memupuk kadar cinta dan kebahagiaan.

Saya jadi teringat pesan guru kehidupan saya, “Jangan terlalu sering cerita tentang kebaikan dirimu. Sebab, temanmu tak membutuhkan itu sementara musuhmu tak percaya ceritamu.”

Saya juga unfollow beberapa tokoh di twitter karena isi timeline-nya sebagian besar aktivitas pribadi.

Jadikan status di social media untuk berbagi ide, gagasan, ilmu dan hal-hal yang mencerahkan serta mendukung kebaikan yang dilakukan orang lain. Sekali-kali boleh juga promosi dan narsis. Hehehe… Tapi tidak baik bila terlalu sering.

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? FOLLOW saya di twitter: @jamilazzaini. Atau, LIKE saya di facebook

Bagikan:

12 thoughts on “Update Status”

  1. dedy says:

    Assalamualaikum Pak Jamil,
    Terima kasih selalu berbagi ilmu dg kami. Tp ada hal yang membuat saya ingin mengutarakan sesuatu tentang media sosial yang pak Jamil tulis di atas, yang mana menurut saya bukan media sosialnya yang membuat mudharat atau manfaat, tp manusialah yang memperlakukan media sosial itu mau jadi mudharat atau manfaat. Karena media sosial hanyalah object, bukan subject, mhn maaf kalo salah, matur suwun.

    1. Jamil Azzaini says:

      Bener banget mas….setuju…

  2. ali samsudin says:

    banyak juga yang ga pantas kek di tulis di socmed, keluhan, aib sendiri/keluarga= kayak nulis di buku diary, padahal dibaca banyak orang

    1. Jamil Azzaini says:

      Yuk kita jauhi…

  3. Andi Badren says:

    Akur kek 🙂

  4. muhamad sakir says:

    ada benarnya juga kek, tapi kalau media sosialnya dibuat untuk memotivasi orang lain boleh dong kek. misalkan mengajak orang untuk dakwah, atua mengingatkan orang untuk menjadi lebih baik. bagai mana kek?

    1. Jamil Azzaini says:

      Yes…setuju. Khan yg tidak saya sarankan hanya status aktifitas pribadi 🙂

  5. afik says:

    Moga2 keluarga Q terhindar dri negatifnya sosmed. Amin

    1. Jamil Azzaini says:

      Aamiin YRA, doakan kami juga ya

    2. Ora Dadi Opo says:

      Aamiin Aamiin Yaa Robbal Alamin

  6. syarif jamzz says:

    Terima Kasih pencerahannya..

  7. EventJogja.Com says:

    jadi teringat episode beberapa waktu dari kartun muslim show, yg kurang lebih sama penggambarannya, yakni: ketika seseorang sibuk menutup pintu jendela rumah dan pintu untuk menutupi rahasia serta aib pribadi, tetapi disisi lain dia sibuk membuat status pribadi di social media shg justru orang lain jauh lebih tau. ironi 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published.